Search
Search
Search

9 Dewa Gitar Bakal Panaskan Konser Guns N’ Roses Jakarta 2026, Ajang Pembuktian Rock Indonesia?

Sabtu, 17 Oktober 2026

Konser GNR (ist)

Konser Guns N’ Roses World Tour Jakarta 2026 bukan cuma soal menantikan aksi band rock legendaris asal Amerika Serikat tersebut.

Konser yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada 21 November 2026 ini juga akan menghadirkan proyek kolaborasi 9 Dewa Gitar, yang mempertemukan sembilan gitaris legendaris Indonesia dalam satu panggung.

Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa musik rock Indonesia punya sejarah panjang, karakter kuat, dan daya tarik yang layak mendapat perhatian lebih luas.

Sembilan Gitaris Legendaris, Satu Panggung Rock

Proyek yang digagas Rajawali Indonesia ini menghadirkan Ian Antono dari Godbless dan Gong 2000, Eet Sjahranie dari Edane, John Paul Ivan dari Boomerang, Dewa Budjana dari GIGI, Totok Tewel dari Elpamas, Edi Kemput dari Grass Rock, Pay Burman dari Slank dan BIP, Azis MS dari Jamrud, serta Rhoma Irama dari Soneta.

Masing-masing membawa karakter permainan, pengalaman, dan identitas musik yang berbeda.

Namun, tantangan terbesarnya bukan sekadar mengumpulkan nama besar, melainkan bagaimana menyatukan perbedaan tersebut menjadi pertunjukan yang solid dan tidak terasa seperti parade nostalgia semata.

Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi, mengungkapkan bahwa gagasan 9 Dewa Gitar muncul ketika ia menyeleksi musisi Indonesia yang akan tampil sebagai pembuka konser Guns N’ Roses.

Pendekatan ini menarik karena memberi ruang bagi para musisi untuk membangun kolaborasi secara kreatif, bukan sekadar tampil bersama demi memenuhi daftar nama besar.

Bukan Cuma Gitaris, Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Taruhan

Untuk memperkuat pertunjukan, 9 Dewa Gitar juga didukung Rere Reza dari Grass Rock pada drum, Shadu Rasjidi dari DeadSquad dan Infernal Lamentations pada bass, serta Rio Ricardo pada keyboard.

Sementara itu, posisi vokal akan diisi Roy Jeconiah dari Boomerang, Achmad Albar dari Godbless, dan Krisyanto dari Jamrud.

Kombinasi tersebut membuka peluang menghadirkan warna musik rock yang beragam, mulai dari permainan gitar yang ekspresif hingga karakter vokal yang telah melekat dalam perjalanan musik Indonesia.

Meski begitu, banyaknya musisi berpengalaman bukan jaminan pertunjukan otomatis berjalan maksimal. Dengan sembilan gitaris dan tiga vokalis, tantangan aransemen, pembagian peran, serta durasi tampil perlu diperhitungkan dengan matang.

Setiap musisi harus mendapat ruang untuk menunjukkan ciri khasnya tanpa membuat keseluruhan pertunjukan terasa terlalu padat. Jika dikemas dengan tepat, kolaborasi ini bisa menjadi pengalaman musikal yang berkesan.

Namun, jika hanya mengandalkan popularitas para personelnya, potensi besar tersebut bisa berakhir sebagai pertunjukan nostalgia tanpa eksplorasi yang berarti.

Rock Indonesia Punya Sejarah, Bukan Sekadar Pembuka Konser

Kehadiran 9 Dewa Gitar juga membawa pesan yang lebih luas tentang posisi musik rock Indonesia di tengah dominasi musisi internasional.

Guns N’ Roses dikenal luas sejak era 1980-an hingga 1990-an, sementara para gitaris yang terlibat dalam proyek ini ikut membentuk warna musik rock Tanah Air melalui band dan karya masing-masing.

Pertemuan keduanya menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi konser dunia, tetapi juga memiliki musisi dengan perjalanan, pengaruh, dan karakter musikal yang patut diapresiasi.

Di sisi lain, label penampil spesial atau pembuka konser seharusnya tidak membuat kontribusi musisi lokal dipandang sekadar pelengkap.

Penyelenggara dapat memaksimalkan momentum ini melalui promosi yang memperkenalkan perjalanan karier setiap gitaris, dokumentasi proses latihan, hingga konten yang menjelaskan pengaruh mereka terhadap perkembangan musik rock Indonesia.

Dengan begitu, perhatian penggemar tidak hanya tertuju pada Guns N’ Roses, tetapi juga meluas kepada karya musisi lokal.

Konser besar semestinya bisa menjadi pintu masuk untuk membangun apresiasi yang berkelanjutan, bukan hanya menciptakan euforia selama satu malam.

Apa yang Bisa Dinantikan Penggemar?

Bagi penggemar musik rock, penampilan 9 Dewa Gitar berpotensi menjadi salah satu momen paling menarik dalam rangkaian Guns N’ Roses World Tour Jakarta 2026.

Namun, pengalaman terbaik bukan hanya ditentukan oleh siapa yang naik ke panggung, melainkan juga kualitas aransemen, kekompakan antarmusisi, tata suara, dan kemampuan membangun suasana.

Penggemar dapat menyambut kolaborasi ini dengan antusias sekaligus memberikan apresiasi berdasarkan kualitas pertunjukan, bukan semata-mata nama besar yang terlibat.

Pada akhirnya, proyek 9 Dewa Gitar memiliki peluang menjadi perayaan musik rock Indonesia yang melampaui fungsi sebagai pembuka konser internasional.

Kuncinya terletak pada keberanian menghadirkan kolaborasi yang kreatif, produksi yang matang, serta promosi yang memberi tempat bagi karya para musisi lokal.

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Arena pada 21 November 2026 pun berpotensi menjadi ruang pertemuan antara legenda rock dunia dan para musisi Indonesia yang telah menorehkan sejarahnya sendiri.

Tantangannya sekarang adalah memastikan bahwa sorotan panggung tersebut juga meninggalkan dampak positif bagi apresiasi musik Indonesia setelah konser berakhir.

Statement:

Anas Alimi, Founder Rajawali Indonesia
“Jadi saya pilih untuk menyandingkan sembilan gitaris legendaris di industri musik Indonesia. Saya berikan ruang untuk mereka pilih kombinasi lagunya, agar apa yang ditampilkan memang benar-benar lahir dari ruang latihan mereka.”

3 Poin Penting:

  • Kolaborasi bersejarah: Sembilan gitaris legendaris Indonesia akan tampil dalam proyek 9 Dewa Gitar sebagai penampil spesial konser Guns N’ Roses di Jakarta.

  • Tantangan musikal: Kualitas pertunjukan bergantung pada aransemen, kekompakan, pembagian peran, dan kemampuan menyatukan karakter musik yang berbeda.

  • Momentum bagi musik lokal: Konser ini dapat menjadi sarana memperluas apresiasi terhadap sejarah musik rock Indonesia, asalkan promosi dan eksposurnya tidak berhenti pada satu malam pertunjukan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan