Sebuah video yang udah viral di media sosial bikin geger netizen, khususnya yang peduli sama halal lifestyle.
Video itu nunjukin pedagang mie babi di Jalan Cibadak, Kota Bandung, yang rame banget melayani pembeli, sampe diklaim bisa ngabisin 200 mangkuk dalam sehari.
Wih, laris manis kayak kacang goreng!
Tapi, ada yang bikin gak enak nih. Sejumlah warganet dan influencer halal lifestyle, Dian Widayanti, menyoroti atribut yang dipake pedagang.
Gimana enggak, pedagang itu pake peci dan hijab, tapi jualan babi! Gak cuma itu, di gerobaknya juga gak ada keterangan non-halal yang jelas.
Wajib Cek Google Review: Pelanggaran UU Keterbukaan Informasi
Dian Widayanti mengaku udah dapat informasi kalau emang banyak makanan non-halal di wilayah Cibadak. Nah, masalah gede-nya ada di keterbukaan informasi.
Menurutnya, produk non-halal emang gak wajib punya sertifikat halal, tapi wajib mencantumkan keterangan non-halal, dan itu udah diatur dalam undang-undang!
Ini nih yang sering diabaikan.
Meskipun Dian udah ngecek google review dan nemuin kalau online sih pedagang itu udah nyantumin keterangan non-halal, tapi kan gak semua konsumen sempet ngecek review dulu sebelum beli di lokasi.
Intinya, kalau gak ada tulisan yang gede di gerobak, konsumen muslim bisa gampang terkecoh dan mengira mie itu halal lho!
Satpol PP Turun Tangan: Edukasi dan Surat Pernyataan Transparansi
Gak butuh waktu lama, Satpol PP Kota Bandung langsung turun tangan setelah video ini viral.
Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi, mengonfirmasi udah datengin pedagang mie babi itu pada tanggal 12 Desember lalu buat ngasih edukasi dan teguran.
Satpol PP gak cuma negur, tapi juga ngelakuin wawancara langsung.
Pedagang pun mengakui udah pake minyak B2 (babi) sebagai bahan pengolahan makanan, dan pengakuan ini udah dituangin dalam surat pernyataan resmi.
Good job buat Satpol PP yang gerak cepat! Selain itu, pedagang juga diminta berjanji tidak menggunakan atribut atau tampilan yang bisa bikin orang ngira makanannya halal bagi seluruh konsumen.
Penanda Jelas Wajib: Jangan Sampai Konsumen Gak Tahu!
Dalam surat pernyataan itu, pedagang menyatakan kesediaannya buat memasang penanda yang jelas bahwa produk yang dijual mengandung unsur non-halal.
Idris Kuswandi menegaskan kalau penanda atau tulisan itu wajib dipasang di gerobak, etalase, atau media lain yang mudah dilihat.
Pedagang diminta buat berjualan secara wajar dan transparan di masa depan. Intinya, hak konsumen buat tahu apa yang mereka makan itu mutlak, dan gak boleh ditutup-tutupi demi laris!
Statement:
Idris Kuswandi, Sekretaris Satpol PP Kota Bandung
“Yang bersangkutan mengakui menggunakan minyak B2 sebagai salah satu bahan pengolahan makanan, dan hal itu dituangkan dalam surat pernyataan… Prinsipnya, jangan sampai konsumen tidak mengetahui informasi penting terkait produk yang dikonsumsi.”
3 Poin Penting:
-
Pedagang mie babi di Cibadak, Bandung, viral karena menggunakan atribut peci dan hijab tanpa mencantumkan keterangan non-halal di gerobak, yang dinilai melanggar UU keterbukaan informasi.
-
Influencer Dian Widayanti menyoroti praktik ini karena berpotensi menyesatkan konsumen muslim, meskipun produk non-halal wajib mencantumkan keterangan non-halal sesuai undang-undang.
-
Satpol PP Kota Bandung telah mendatangi pedagang, memperoleh surat pernyataan pengakuan penggunaan minyak B2, dan meminta pedagang segera memasang penanda non-halal yang jelas dan tidak menggunakan atribut menyesatkan.

![Dadan Hindayana-Kepala Badan Gizi Nasional [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/896447_1200-300x169.jpg)

