Search

Greenland Bukan Barang Dagangan! Solidaritas Nordik Kompak Pasang Badan Lawan Ambisi AS

Kamis, 25 Desember 2025

Greenland (Daniel Dorsa)

Dunia internasional lagi dibuat geger sama langkah provokatif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang nekat pengin mencaplok Greenland. Ambisi sepihak Washington ini sontak memicu gelombang solidaritas super kuat dari kawasan Nordik.

Finlandia dan Swedia secara resmi menyatakan dukungan penuh mereka kepada Denmark, menegaskan bahwa kedaulatan pulau terbesar di dunia itu bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan layaknya aset real estate.

Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut sepenuhnya berada di tangan Kopenhagen dan Nuuk (ibu kota Greenland).

Menurutnya, kedaulatan sebuah wilayah adalah hal sakral yang tidak bisa ditentukan sepihak oleh negara lain, meskipun itu dilakukan oleh negara adidaya sekelas Amerika Serikat.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara tetangga Denmark tidak akan tinggal diam melihat kedaulatan sekutu mereka diganggu.

Sentilan Keras Finlandia Mengenai Pengorbanan Denmark

Elina Valtonen bahkan memberikan “sentilan” yang cukup pedas kepada Gedung Putih melalui platform X. Ia mengingatkan Washington bahwa Denmark adalah sekutu yang sangat setia dan selalu pasang badan mendukung operasi militer AS di Afghanistan hingga Irak.

Denmark telah mengorbankan banyak hal, mulai dari materiil hingga nyawa tentaranya, demi berdiri di samping AS. Ironisnya, sekarang kedaulatan negara yang begitu setia justru terancam oleh ambisi ekspansi dari negara yang dibelanya.

Senada dengan Finlandia, Swedia pun nggak mau ketinggalan buat unjuk gigi dalam membela kedaulatan tetangganya.

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menyerukan agar Amerika Serikat kembali menghormati hukum internasional dan integritas wilayah negara lain.

Swedia secara tegas berdiri di belakang Denmark, menekankan bahwa prinsip dasar hukum internasional terkait keutuhan wilayah adalah harga mati yang sama sekali tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Ambisi Utusan Khusus dan Isu Ancaman Militer Washington

Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus AS untuk Greenland.

Landry secara terang-terangan mengonfirmasi niat Washington untuk mengubah status wilayah otonom Denmark tersebut menjadi bagian dari kedaulatan Negeri Paman Sam.

Trump berdalih bahwa penguasaan Greenland sangat penting untuk membendung pengaruh militer China dan Rusia di wilayah kutub utara yang semakin strategis.

Namun, yang bikin pihak Kopenhagen makin meradang adalah keengganan Trump memberikan jaminan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mewujudkan ambisinya.

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, mengaku sangat terkejut dengan gaya diplomasi AS yang dinilai sangat agresif.

Ia berjanji akan segera memanggil Duta Besar AS di Denmark untuk meminta penjelasan resmi atas ancaman terselubung yang merusak stabilitas keamanan di kawasan Arktik tersebut.

Harga Mati Bagi Rakyat Nuuk: Greenland Is Not For Sale

Meskipun Washington melihat Greenland sebagai peluang strategis yang menggiurkan, rakyat setempat tetap pada prinsipnya yang teguh.

Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, sudah berkali-kali meneriakkan slogan yang kini menjadi penyemangat warga: “Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual!”.

Bagi warga lokal, identitas dan kedaulatan mereka jauh lebih berharga daripada tumpukan dolar hasil transaksi sepihak yang ditawarkan oleh Trump.

Sejak tahun 2009, Greenland telah meraih otonomi luas yang memberikan kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan domestik mereka sendiri.

Meskipun secara resmi masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, mereka bukan lagi koloni yang bisa dipindah tangankan begitu saja.

Krisis diplomatik ini kini menjadi ujian berat bagi solidaritas trans-atlantik dan diprediksi akan mengubah peta politik internasional di kawasan Arktik dalam waktu yang cukup lama.

Statement:

Elina Valtonen, Menteri Luar Negeri Finlandia

“Sangat jelas bahwa urusan yang menyangkut Denmark dan Greenland hanya boleh diputuskan oleh Denmark dan Greenland sendiri. Denmark telah membayar harga mahal sebagai sekutu setia AS dalam berbagai konflik dunia. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah adalah prinsip dasar hukum internasional yang tidak bisa ditawar.”

3 Poin Penting:

  1. Finlandia dan Swedia secara resmi memberikan dukungan penuh kepada Denmark atas upaya provokatif Amerika Serikat yang ingin mengambil alih kedaulatan Greenland.

  2. Donald Trump menunjuk utusan khusus untuk Greenland dengan alasan keamanan nasional guna membendung pengaruh Rusia dan China di kutub utara.

  3. Pemerintah dan rakyat Greenland dengan tegas menolak tawaran tersebut, menekankan bahwa wilayah mereka bukanlah barang dagangan dan dilindungi oleh hukum internasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan