Search

Akhiri Ketergantungan Impor! Indonesia Siap Bangun Pabrik Plasma Darah Terbesar di ASEAN

Jumat, 26 Desember 2025

Pabrik Plasma Darah (ist)

Kabar gembira buat dunia kesehatan tanah air! Indonesia akhirnya bersiap mencatat sejarah besar dengan memulai babak baru kemandirian medis.

Selama ini, negara kita tercinta ternyata masih bergantung 100% pada impor plasma darah dari luar negeri.

Namun, lewat gebrakan Indonesia Investment Authority (INA), ketergantungan itu bakal segera berakhir karena Indonesia sedang membangun pabrik fraksionasi plasma darah atau Plasma-Derived Medicinal Products (PDMP) pertama sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara.

Proyek raksasa ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Dengan menggandeng SK Plasma dari Korea Selatan, Indonesia mulai membangun fasilitas canggih yang akan memproduksi obat-obatan penting dari plasma.

Kehadiran pabrik ini menandakan transformasi besar bagi Indonesia yang tadinya hanya menjadi pasar produk impor, kini perlahan mulai naik kelas menjadi produsen di rumah sendiri.

Kolaborasi Strategis dengan Korea Selatan di Karawang

Pabrik masa depan ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV-2026. Berlokasi di Karawang International Industrial City, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 600.000 liter plasma per tahun.

Lewat PT SKPlasma Core Indonesia yang merupakan perusahaan patungan antara INA dan SK Plasma, pabrik ini akan fokus memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) krusial seperti albumin dan imunoglobulin yang sangat dibutuhkan untuk pasien darurat.

Kemitraan ini sangat berkelas karena SK Plasma membawa keunggulan teknologi dan pengalaman operasional tingkat dunia.

Di sisi lain, INA menunjukkan komitmennya sebagai pemegang saham terbesar kedua untuk memastikan akses obat-obatan penting tetap stabil bagi masyarakat.

Dengan adanya pabrik di dalam negeri, pasokan obat-obatan untuk tindakan bedah dan situasi kritis tidak akan lagi terhambat oleh masalah logistik global.

Strategi Pasokan Stabil Lewat Skema Contract Manufacturing

Sambil menunggu pabrik di Karawang selesai dibangun, pemerintah sudah menyiapkan taktik jitu agar stok obat plasma tetap aman.

Lewat skema contract manufacturing organization (CMO), plasma dari pendonor warga negara Indonesia akan dikirim ke pabrik SK Plasma di Andong, Korea Selatan.

Hasil jadinya kemudian dikirim balik ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan medis dalam negeri. Jadi, meski pabrik sedang dikonstruksi, suplai albumin tetap terjaga tanpa gangguan.

Gak cuma soal barangnya saja, ada juga transfer ilmu yang sangat berharga. Tenaga kerja lokal Indonesia bakal mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga ahli Korea Selatan untuk mempercepat stabilisasi produksi di masa depan.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia kita agar mampu mengoperasikan teknologi fraksionasi plasma yang sangat kompleks dengan standar internasional.

Mengenal Pentingnya Plasma Darah bagi Tubuh Manusia

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih plasma darah ini sebegitu pentingnya? Secara fisik, plasma adalah cairan berwarna kuning muda yang menyusun sekitar 55% dari total volume darah manusia.

Meskipun 92%-nya adalah air, sisa 8 %-nya mengandung protein, elektrolit, dan imunoglobulin yang sangat vital.

Plasma bertugas mengangkut nutrisi, hormon, dan protein ke bagian tubuh yang membutuhkan, sekaligus menjadi sistem pembuangan limbah seluler.

Selain sebagai alat transportasi nutrisi, plasma juga berperan penting dalam menjaga suhu tubuh dengan menyerap dan melepaskan panas sesuai kebutuhan.

Dengan menguasai teknologi pengolahan plasma di dalam negeri, Indonesia tidak hanya menghemat devisa negara, tetapi juga memastikan nyawa lebih banyak orang terselamatkan lewat akses cepat ke derivat plasma.

Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian bangsa yang bikin kita makin bangga!

Statement:

Fetriza Rinalddy, Vice President ESG INA

“Kami bekerja sama dengan SK Plasma dari Korea Selatan untuk membangun pabrik fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia. Selama ini kita 100 persen impor plasma darah. Ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Penyelesaian pabrik ini diharapkan dapat menjamin pasokan obat-obatan penting seperti albumin yang sangat dibutuhkan untuk pasien darurat dan tindakan bedah.”

3 Poin Penting:

  1. Kemandirian Kesehatan: Indonesia membangun pabrik fraksionasi plasma darah pertama di dalam negeri untuk mengakhiri ketergantungan impor plasma darah yang selama ini mencapai 100%.

  2. Kapasitas Terbesar di ASEAN: Terletak di Karawang, pabrik hasil kerja sama INA dan SK Plasma ini ditargetkan mampu mengolah 600.000 liter plasma per tahun mulai kuartal IV-2026.

  3. Transfer Teknologi dan SDM: Proyek ini mencakup pelatihan tenaga kerja lokal dan skema produksi sementara di Korea Selatan (CMO) untuk memastikan stabilitas pasokan obat-obatan derivat plasma selama masa konstruksi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan