Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kali ini benar-benar terasa beda, Sobat! Kereta cepat pertama di Asia Tenggara, Whoosh, mendadak jadi pusat perhatian para pelancong mancanegara.
Bukan cuma warga lokal yang antusias, ribuan wisatawan asal Malaysia dilaporkan memadati gerbong kereta cepat ini untuk menikmati suasana liburan dari Jakarta menuju Bandung.
Fenomena ini membuktikan kalau Whoosh sudah naik kelas menjadi ikon wisata baru yang wajib dicoba oleh turis internasional saat berkunjung ke Indonesia.
Bayangkan saja, setiap harinya ada sekitar 750 hingga 1.000 pelancong dari Negeri Jiran yang “sat set” menggunakan Whoosh untuk mengeksplorasi keindahan Jawa Barat.
Kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan memang juara banget, bikin perjalanan singkat Jakarta-Bandung terasa lebih eksklusif.
Hal ini sekaligus menunjukkan kalau sektor pariwisata kita makin kompetitif di level global berkat kehadiran infrastruktur transportasi yang modern dan kekinian.
Dominasi Wisatawan Malaysia di Jalur Rel Cepat
Berdasarkan data resmi dari PT KCIC, tercatat sebanyak 13 ribu penumpang internasional telah menjajal Whoosh selama periode Nataru tahun ini.
Menariknya, sekitar 53% atau 7.000 dari total penumpang asing tersebut berasal dari Malaysia. Para turis ini umumnya mengincar destinasi alam yang estetik di Jawa Barat, mulai dari rimbunnya pepohonan di Lembang hingga suasana sejuk di Ciwidey.
Whoosh pun sukses menjadi jembatan praktis bagi mereka untuk berpindah dari kemacetan ibu kota ke ketenangan alam Bandung.
Jika ditarik data lebih jauh sejak beroperasi di tahun 2023 hingga akhir 2025, jumlah penumpang asal Malaysia yang menggunakan Whoosh sudah menembus angka 294 ribu orang.
Angka fantastis ini mendominasi total penumpang internasional yang secara kumulatif mencapai 394 ribu orang.
Tren ini menjadi sinyal positif kalau kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Malaysia semakin erat lewat kemudahan akses transportasi yang canggih ini.
Lonjakan Penumpang Capai Level Tertinggi di Akhir Tahun
Gak cuma turis asing, volume penumpang secara keseluruhan juga mengalami kenaikan yang signifikan banget, gaes! Pada Minggu (28/12/2025) saja, tiket Whoosh yang terjual sudah menembus angka 16 ribu sejak siang hari dan diprediksi bakal menyentuh 23 ribu penumpang hingga jadwal operasional terakhir.
Rata-rata volume harian selama masa Nataru ini konsisten berada di angka 22 hingga 24 ribu penumpang, yang artinya naik sekitar 20-30 persen dibanding hari biasa.
Secara kumulatif, total tiket yang ludes terjual selama masa Angkutan Nataru mencapai sekitar 225 ribu tiket.
Peningkatan ini tentu menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi pengelola karena Whoosh terbukti mampu menangani lonjakan mobilitas masyarakat dengan tetap menjaga ketepatan waktu.
Antusiasme yang meledak ini bikin stasiun-stasiun Whoosh terasa sangat hidup dengan hiruk-pikuk wisatawan yang siap merayakan malam pergantian tahun.
Tips Amankan Tiket Biar Gak Ketinggalan Kereta
Melihat tingginya minat masyarakat dan turis mancanegara, PT KCIC memberikan imbauan khusus buat kalian yang mau jalan-jalan di sisa hari liburan ini.
Sangat disarankan untuk memesan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi Whoosh atau laman ticket.kcic.co.id.
Hal ini penting banget dilakukan supaya kalian nggak kehabisan tempat duduk saat sudah tiba di stasiun. Dengan perencanaan yang matang, pengalaman naik kereta cepat bakal terasa makin asik dan anti-ribet.
Selain itu, buat kalian yang ingin perjalanan lebih aman dan nyaman, pastikan sudah datang ke stasiun setidaknya 30 menit sebelum keberangkatan untuk proses boarding.
Jangan sampai ketinggalan momen seru menjajal teknologi transportasi terbaru ini hanya karena kurang persiapan. Yuk, jadikan libur akhir tahunmu lebih berkesan dengan pengalaman berkendara ala masa depan bersama Whoosh!
Statement:
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC
“Wisatawan Malaysia memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata di Bandung, serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam di Jawa Barat seperti Lembang, Ciwidey dan berbagai destinasi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang diminati wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia.”
3 Poin Penting:
-
Favorit Turis Malaysia: Sekitar 53% penumpang internasional Whoosh selama masa Nataru berasal dari Malaysia, dengan jumlah mencapai 7 ribu orang dalam satu periode liburan.
-
Lonjakan Volume Penumpang: Terjadi peningkatan penumpang harian sebesar 20-30% selama libur akhir tahun, dengan total kumulatif tiket terjual mencapai 225 ribu tiket.
-
Pendorong Wisata Jawa Barat: Kehadiran Whoosh mempercepat akses wisatawan mancanegara menuju destinasi unggulan seperti Lembang dan Ciwidey, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari ekosistem pariwisata.
![penutupan peron di stasiun bogor [dok. cnn]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/adaptasi-baru-saat-penutupan-3-peron-stasiun-bogor-1776222010172_169-e1776238419130-300x190.jpeg)

![KA Bangunkarta [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/kereta-anjlok-3709961255.jpg-300x169.webp)
