Search

Pengendara Motor Isi BBM Rp30 Ribu di Senayan tapi Kok Tangki Tetap Kosong, Ini Respons Pertamina

Senin, 12 Januari 2026

Ilustrasi SPBU Pertamina (istimewa)

Pagi hari di Jakarta memang selalu identik dengan adu cepat melawan waktu, namun bagi seorang pengendara motor, awal harinya justru berubah menjadi drama yang menguras emosi.

Sebuah video yang diunggah akun @ajumay dan viral setelah dibagikan ulang oleh @agungmysquad pada Jumat (9/1/2026), memperlihatkan kekecewaan mendalam seorang konsumen saat mengisi BBM di SPBU area Senayan City.

Dalam rekaman tersebut, sang pengendara meluapkan kekesalannya karena merasa dirugikan secara materi maupun waktu hingga terancam terlambat masuk kerja.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB ini menjadi sorotan netizen karena narasi yang disampaikan sangat relate dengan kehidupan kaum urban.

Pengendara tersebut mengaku sudah membayar dan melihat indikator di mesin pengisian berjalan normal dari angka nol hingga nominal yang ditentukan.

Namun, keanehan muncul saat ia memeriksa tangki motornya yang ternyata masih dalam kondisi kosong melompong tanpa ada tanda-tanda terisi cairan bahan bakar.

Indikator Mesin Jalan Tapi Bensin Gak Masuk

Konsumen tersebut menjelaskan bahwa ia membeli Pertalite senilai Rp30.000, sebuah nominal yang seharusnya cukup untuk menggerakkan jarum indikator bensin di motornya.

Ia merasa janggal karena meskipun tampilan di display dispenser SPBU menunjukkan transaksi selesai, nyatanya tidak ada setetes pun BBM yang masuk ke dalam tangkinya.

Situasi ini pun memicu perdebatan di lokasi, di mana sang pengendara bersikeras bahwa ia tidak sedang mengada-ada mengenai kondisi tangki kendaraannya yang tetap kering.

Demi membuktikan kebenaran ucapannya, ia bahkan menantang petugas untuk memeriksa rekaman CCTV guna memastikan prosedur pengisian yang dilakukan.

Baginya, nominal Rp30.000 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, namun dampak keterlambatan kerja dan rasa ketidakadilan itulah yang membuatnya memilih untuk memviralkan kejadian ini.

Dialog antara dirinya dengan petugas berseragam Pertamina pun berlangsung cukup alot sebagai upaya mencari titik terang atas anomali yang terjadi di dispenser tersebut.

Klarifikasi Pertamina Soal Kelalaian Oknum Operator

Menanggapi kegaduhan di media sosial, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat akhirnya angkat bicara untuk meluruskan situasi.

Area Manager Communication, Relations, & CSR, Susanto August Satria, mengonfirmasi bahwa insiden itu terjadi di SPBU 34.10206 dan disebabkan oleh faktor manusia atau human error.

Menurut hasil investigasi internal, operator yang bertugas saat itu secara tidak sengaja melewatkan prosedur standar pengisian yang seharusnya dilakukan dengan teliti.

Pihak Pertamina menjelaskan bahwa operator belum menyalakan pompa nozzle secara sempurna dan gagal melakukan pengecekan ulang pada display dispenser di akhir proses pengisian.

Atas kejadian yang merugikan konsumen ini, Pertamina telah melayangkan teguran keras kepada pengelola SPBU serta memberikan sanksi peringatan kepada operator yang bersangkutan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas layanan di setiap gerai mereka.

Permintaan Maaf dan Solusi Bagi Konsumen

Sebagai bentuk penyelesaian masalah, pihak SPBU terkait sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada konsumen yang terdampak.

Pihak pengelola juga telah melakukan pengisian ulang BBM sesuai dengan nominal awal yang dibayarkan untuk mengganti kerugian yang dialami pengendara tersebut.

Pertamina menekankan bahwa masukan dari media sosial seperti ini merupakan kritik membangun yang sangat diperlukan untuk mengevaluasi kinerja tim di lapangan secara berkala.

Bagi masyarakat luas yang mungkin mengalami kendala serupa atau menemukan layanan yang tidak sesuai standar di SPBU, Pertamina mengimbau untuk segera melapor.

Layanan Pertamina Call Center 135 selalu terbuka sebagai kanal komunikasi resmi untuk menampung segala aspirasi dan keluhan pelanggan.

Dengan adanya transparansi ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelayanan SPBU di wilayah Jakarta maupun daerah lainnya bisa semakin profesional.

Statement:

Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat

“Berdasarkan pengecekan dan laporan atas kejadian di SPBU 34.10206, dapat disampaikan bahwa kejadian murni merupakan kelalaian yang dilakukan tidak sengaja oleh operator SPBU. Operator secara tidak sadar belum menyalakan pompa nozzle dan tidak melakukan pengecekan ulang di display pompa dispenser di akhir pengisian.”

3 Poin Penting:

  • Kronologi Kejadian: Seorang pengendara motor memviralkan tangki bensinnya yang tetap kosong meski sudah membayar Rp30.000 dan indikator dispenser SPBU di Senayan sudah berjalan.

  • Penyebab Masalah: PT Pertamina mengonfirmasi adanya kelalaian operator yang tidak menjalankan prosedur standar pengisian bensin secara benar (human error).

  • Tindak Lanjut: Pertamina memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU, memberikan sanksi kepada operator, serta melakukan pengisian ulang sesuai hak konsumen.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan