Search

Bandung Lagi Dingin-dinginnya: BMKG Ungkap Alasan Kenapa Januari 2026 Terasa Menggigil

Kamis, 15 Januari 2026

Kota Bandung (voks radio)

Warga Bandung Raya pasti lagi merasakan sensasi “Eropa” mini beberapa hari terakhir. Suhu udara di wilayah berjuluk Kota Kembang ini terasa lebih dingin dari biasanya, bikin jaket tebal dan selimut jadi barang paling dicari.

Fenomena ini ternyata bukan cuma perasaan kalian saja, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di Bandung memang menyentuh angka 19 hingga 20 derajat Celsius.

Kondisi yang bikin mager ini dipicu oleh perpaduan faktor atmosfer mulai dari skala lokal, regional, hingga global yang kebetulan lagi “kompak”.

Berdasarkan data pengamatan, suhu minimum terendah pada awal Januari 2026 terjadi di rentang tanggal 4 sampai 8 Januari.

Meski siang hari suhu bisa naik hingga 31,4 derajat Celsius, namun sisa panas tersebut cepat hilang karena faktor cuaca yang cukup ekstrem.

Rahasia di Balik Awan dan Angin Kencang

Penyebab utama suhu dingin ini ternyata berkaitan erat dengan tutupan awan yang masif. Saat awan mendominasi langit, sinar matahari nggak bisa langsung menyentuh permukaan bumi, sehingga suhu tetap rendah sepanjang hari.

Selain itu, adanya proses penguapan air hujan yang menyerap panas dari tanah dan tumbuhan membuat udara di sekitar kita terasa lebih sejuk dan lembap.

Nggak cuma soal awan, kecepatan angin di Bandung juga tercatat lebih kencang, mencapai 20 km/jam. Hal ini disebabkan oleh adanya konvergensi dan belokan angin yang aktif di wilayah Jawa Barat.

Udara dingin dari lapisan atmosfer atas turun ke permukaan melalui proses konduksi dan konveksi saat hujan turun, menggantikan udara hangat yang biasanya kita rasakan.

Pengaruh Global El Nino dan Fenomena Laut

Kalau kita lihat dari kacamata yang lebih luas, ada faktor global yang ikut campur, yaitu indeks ENSO yang tercatat di angka -0,90. Angka ini berpengaruh pada peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di kuadran Pasifik Barat turut memperkuat potensi hujan lebat hingga sepekan ke depan di wilayah Jawa Barat.

Secara regional, suhu muka laut di sekitar perairan Jawa Barat ternyata masih cukup hangat. Kondisi ini justru memicu pertumbuhan awan hujan yang sangat cepat di wilayah daratan.

Kombinasi kelembapan udara yang tinggi pada lapisan atmosfer membuat suhu rendah ini bertahan lebih lama, sehingga Bandung terasa “adem” meskipun sudah memasuki pertengahan Januari.

Prakiraan Cuaca dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Buat kalian yang berencana jalan-jalan atau hunting kopi di Bandung, pantauan cuaca untuk periode 14–21 Januari 2026 menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang masih sangat dominan.

Suhu udara di Bandung Raya diprediksi bakal tetap berada di rentang 20,0 hingga 31,0 derajat Celsius. Angin dari arah barat juga masih akan berembus dengan kecepatan yang lumayan konsisten.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Jangan sampai cuaca dingin ini membuat kita lengah terhadap risiko lingkungan. Pastikan untuk selalu memantau info terkini dari laman resmi BMKG agar aktivitas harian tetap aman, lancar, dan pastinya kalian tetap sehat di tengah cuaca yang sedang tidak menentu ini.

Statement:

Teguh Rahayu, Kepala BMKG Bandung

“Penyebab suhu dingin di Bandung beberapa hari terakhir karena tutupan awan yang banyak, panas yang dilepaskan setelah hujan, serta adanya konvergensi dan belokan angin yang berpengaruh terhadap kecepatan angin di wilayah Bandung menjadi lebih kencang. Suhu dingin saat musim hujan adalah hal yang normal, ditambah lagi dengan hujan yang berturut-turut membuat sinar matahari tidak bisa mencapai bumi.”

3 Poin Penting:

  • Faktor Penyebab: Suhu dingin di Bandung dipicu oleh tutupan awan masif, evaporasi air hujan, serta angin kencang akibat konvergensi dan belokan angin.

  • Skala Global: Fenomena ENSO dan MJO yang aktif turut memperkuat potensi hujan dan mempertahankan suhu tetap rendah di wilayah Jawa Barat.

  • Imbauan Keamanan: Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan tetap menjaga kesehatan di tengah fluktuasi suhu antara 18–32 derajat Celsius.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan