Search

Gokil! Lukisan Tangan di Sulawesi Tenggara Berhasil Geser Sejarah Peradaban Dunia

Senin, 26 Januari 2026

Lukisan tangan kuno di Sulawesi (ist)

Indonesia kembali bikin geger panggung sains internasional lewat temuan super kece di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Sebuah lukisan tangan kuno yang ditemukan di Gua Metanduno baru saja dinobatkan sebagai seni cadas tertua di dunia, dengan usia minimum mencapai 67.800 tahun.

Temuan hasil kolaborasi epik antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Griffith University dan Southern Cross University Australia ini sukses menggeser rekor lukisan gua di Spanyol yang selama ini dikaitkan dengan Neanderthal.

Media besar dunia seperti The Guardian, New York Times, hingga CNN International serentak menyoroti penampakan cetakan tangan berwarna merah oker ini.

Yang bikin makin spesial, lukisan tersebut bukan sekadar cap tangan biasa, melainkan memiliki modifikasi unik berupa jari-jari yang tampak runcing seperti cakar.

Hal ini membuktikan bahwa nenek moyang kita ribuan tahun lalu sudah memiliki imajinasi simbolis dan kreativitas yang jauh melampaui apa yang pernah dibayangkan para sejarawan sebelumnya.

Homo Sapiens dan Jejak Migrasi Epik Melalui Nusantara

Para peneliti meyakini bahwa karya artistik ini merupakan peninggalan Homo sapiens yang hidup di era Zaman Es.

Pada masa itu, kondisi geografis Asia Tenggara sangat berbeda karena permukaan laut yang jauh lebih rendah, memungkinkan manusia purba melakukan penjelajahan laut yang ambisius.

Temuan di Liang Metanduno ini menjadi bukti otentik bahwa manusia modern sudah berani menyeberangi lautan sejak hampir 70.000 tahun yang lalu untuk mencapai kepulauan Nusantara.

Keberadaan lukisan tangan berusia 67,8 milenium ini juga memperkuat teori rute migrasi manusia menuju daratan Sahul (Australia-Papua).

Sulawesi ternyata bukan sekadar tempat mampir atau jalur transit belaka bagi para penjelajah kuno, melainkan ruang hidup utama tempat budaya artistik tumbuh subur.

Hal ini sekaligus memberikan dukungan kuat bagi sejarah leluhur masyarakat Aborigin Australia yang diyakini menyeberang dari Asia melalui pulau-pulau di Indonesia.

Teknologi Canggih Ungkap Rahasia Tersembunyi di Balik Batuan

Menariknya, lukisan tertua ini awalnya muncul sangat samar dan hampir dikira sebagai perubahan warna alami pada dinding batu kapur.

Peneliti BRIN, Adhi Agus Oktaviana, bersama tim menggunakan teknologi penanggalan mutakhir LA-U-series yang memiliki presisi super tinggi untuk mengungkap usia asli karya tersebut.

Hasilnya mengejutkan, lukisan ini ternyata 16.600 tahun lebih tua dibandingkan seni cadas yang pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Maros-Pangkep.

Proses pembuatan seni cadas ini pun tergolong kompleks, yakni dengan cara menyemprotkan campuran oker dan air ke tangan yang ditempelkan ke dinding gua.

Maxime Aubert dari Universitas Griffith menekankan bahwa aktivitas ini membutuhkan perencanaan matang dan pengetahuan bersama.

Jadi, jangan salah sangka, coretan di dinding gua ini adalah simbol peradaban yang memiliki makna budaya mendalam, bukan sekadar aktivitas iseng manusia purba saat sedang bosan.

Indonesia Sebagai Pusat Budaya Artistik Tertua di Dunia

Temuan luar biasa yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature ini resmi menempatkan Indonesia sebagai pusat penting dalam sejarah awal kreativitas manusia.

Sulawesi kini diakui sebagai salah satu titik pusat budaya artistik paling berkelanjutan di dunia. Penemuan ini menjadi tonggak sejarah yang membuktikan bahwa kemampuan berpikir simbolis manusia modern sudah matang jauh sebelum mereka menyebar ke berbagai belahan dunia lainnya.

Kini, dunia harus mengakui bahwa akar dari seni rupa dan kreativitas visual bermula dari gua-gua eksotis di Nusantara. Dengan adanya bukti nyata ini, lini masa kreativitas manusia harus ditulis ulang.

Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tapi juga merupakan rumah bagi jenius-jenius pertama di muka bumi yang telah meninggalkan jejak digital berupa cap tangan abadi di dinding Liang Metanduno.

Statement:

Adhi Agus Oktaviana, Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN

“Gambar cadas menjadi bukti adanya manusia modern bermigrasi ke Nusantara. Hasil ini sekaligus menjadi seni cadas tertua yang pernah tertanggal, serta memberikan bukti langsung bahwa manusia telah sengaja menyeberangi laut sejak hampir 70.000 tahun lalu. Sangat mungkin bahwa pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia.”

3 Poin Penting:

  • Rekor Dunia Baru: Lukisan tangan di Gua Metanduno, Sulawesi Tenggara, berusia minimal 67.800 tahun, menjadikannya seni cadas tertua di dunia yang pernah ditemukan.

  • Teori Migrasi: Temuan ini membuktikan bahwa Homo sapiens sudah mendiami wilayah Nusantara dan memiliki kemampuan navigasi laut sejak 70.000 tahun lalu sebagai jalur menuju Australia.

  • Signifikansi Budaya: Modifikasi gambar tangan berbentuk cakar menunjukkan adanya lompatan imajinasi simbolis dan perencanaan budaya yang kompleks pada manusia modern awal di Indonesia.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan