Search

Chery Lirik Pabrik Jaguar Land Rover di Inggris, Sinyal Ekspansi Global Makin Kencang

Jumat, 30 Januari 2026

Chery Tigo 8 (chery)

Raksasa otomotif asal China, Chery, dikabarkan sedang melakukan manuver serius di Benua Biru. Tidak tanggung-tanggung, produsen mobil yang tengah naik daun ini dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan untuk menggunakan fasilitas produksi milik Jaguar Land Rover (JLR) di Inggris.

Kabar yang dilansir dari media Inggris ini menyebutkan bahwa pemerintah Inggris secara terbuka sangat berminat menarik Chery agar mau memproduksi kendaraannya di dalam negeri guna mendongkrak industri otomotif lokal.

Langkah ini dianggap sebagai solusi cerdas bagi kedua belah pihak. Pemerintah Inggris melihat adanya kapasitas pabrik JLR yang saat ini belum termanfaatkan secara maksimal, sehingga kolaborasi ini bisa menjadi jalur potensial untuk mengoptimalkan operasional fasilitas tersebut.

Meski pembicaraan terus mengalir, sumber internal dari China menekankan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan formal yang diketok palu, alias masih dalam tahap penjajakan yang sangat awal.

Target Produksi Inggris dan Ambisi Merek Omoda-Jaecoo

Dari kacamata pemerintah Inggris, kerja sama dengan produsen mobil luar negeri seperti Chery adalah kunci untuk mencapai target ambisius produksi 1,3 juta kendaraan per tahun pada 2035.

Saat ini, produksi kendaraan di Inggris masih berada di angka 738.000 unit, yang artinya masih ada celah besar yang harus ditutup.

Masuknya Chery, terutama melalui lini merek Omoda dan Jaecoo yang berkembang pesat, diharapkan bisa menjadi katalisator pertumbuhan tersebut.

Namun, jalan menuju manufaktur lokal di Inggris tidak sepenuhnya mulus bagi Chery. Pihak internal Chery sempat menyoroti tingginya biaya energi dan upah tenaga kerja di Inggris sebagai tantangan yang cukup berat.

Meskipun begitu, tekanan tarif Uni Eropa terhadap kendaraan listrik buatan China membuat Inggris tetap menjadi pasar yang sangat seksi untuk dijadikan basis produksi demi menjaga harga tetap kompetitif di pasar internasional.

Jejak Manufaktur Global dan Kolaborasi Strategis Tata Motors

Chery sendiri sebenarnya sudah punya pengalaman matang dalam mengambil alih fasilitas pabrik di luar negeri.

Sebelumnya, mereka sukses mengoperasikan pabrik di Barcelona yang diakuisisi dari Nissan, serta baru-baru ini menyepakati akuisisi pabrik Nissan di Afrika Selatan.

Pola ekspansi ini menunjukkan bahwa Chery sangat agresif dalam memperluas jangkauan produksinya ke berbagai belahan dunia guna mengamankan rantai pasok global.

Hubungan antara Chery dan Jaguar Land Rover pun sebenarnya bukan barang baru. JLR, yang kini dikendalikan oleh Tata Motors asal India, sudah memiliki usaha patungan (joint venture) yang cukup erat dengan Chery.

Bahkan pada 2024 lalu, JLR sempat memberikan lisensi merek Freelander kepada Chery untuk pengembangan model listrik terbaru.

Kedekatan inilah yang memperkuat spekulasi bahwa pabrik JLR masih sangat mungkin menampung satu atau dua model tambahan dari Chery.

Tantangan Industri dan Masa Depan Mobil Listrik Inggris

Meski masa depan terlihat cerah, industri otomotif Inggris sempat diguncang kabar kurang sedap saat Jaguar Land Rover mengalami serangan siber pada akhir tahun 2025. Insiden tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar, mencapai angka 196 juta poundsterling.

Namun, hal ini tidak menyurutkan minat akademisi dan pakar industri untuk melihat potensi besar jika Chery benar-benar mulai merakit kendaraannya di fasilitas JLR dalam waktu dekat.

Hingga kini, publik masih menanti kepastian jadwal resmi atau kontrak yang akan diumumkan oleh kedua raksasa tersebut. Jika kolaborasi ini terwujud, maka Inggris akan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kendaraan listrik di Eropa.

Bagi konsumen, tentu saja ini berita bagus karena persaingan merek Tiongkok di Inggris akan semakin seru dan variatif, terutama dalam hal inovasi teknologi baterai dan harga yang lebih ramah di kantong.

3 Poin Penting:

  • Chery sedang bernegosiasi untuk menggunakan kapasitas pabrik Jaguar Land Rover yang kurang terpakai di Inggris sebagai basis produksi lokal.

  • Pemerintah Inggris mendukung kolaborasi ini guna mencapai target produksi nasional sebesar 1,3 juta kendaraan pada tahun 2035.

  • Tantangan utama bagi Chery di Inggris mencakup tingginya biaya energi dan tenaga kerja, namun tarif Uni Eropa mendorong mereka untuk tetap mempertimbangkan manufaktur lokal.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan