Search

Jurus Jitu Gubernur Pramono Pangkas Banjir Jakarta Hingga 40% Lewat Normalisasi

Jumat, 30 Januari 2026

Normalisasi sungai ciliwung (pikiran rakyat)

Pemerintah Provinsi Jakarta sedang berupaya keras memberikan solusi nyata untuk mengatasi bencana banjir yang kembali meluas hingga akhir Januari 2026 ini.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memberikan angin segar dengan menyebut bahwa ancaman banjir di ibu kota bisa dipangkas secara drastis hingga 40%. Kuncinya cuma satu, yaitu melakukan normalisasi Sungai Ciliwung secara konsisten tanpa tapi dan nanti.

Sungai Ciliwung dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem drainase Jakarta, sehingga penanganannya menjadi prioritas utama.

Pramono menekankan bahwa normalisasi ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar warga tidak lagi dihantui genangan air setiap kali hujan deras mengguyur.

Sebelumnya, proyek krusial ini memang sempat terhenti cukup lama, namun kini Pemprov Jakarta bersama pemerintah pusat sepakat untuk tancap gas kembali.

Peran Dominan Ciliwung dalam Sistem Pengendalian Banjir

Pernyataan Gubernur Pramono bukan sekadar klaim sepihak, karena Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Ika Agustin Ningrum, turut memberikan dukungan data. Ika menjelaskan bahwa Sungai Ciliwung adalah satu dari 13 aliran sungai utama yang membelah Jakarta.

Meski ada banyak sungai, kontribusi Ciliwung diketahui paling dominan terhadap kondisi banjir di wilayah setempat, sehingga pengendalian di kawasan ini akan membawa dampak signifikan bagi wilayah lain.

Jika aliran Ciliwung berhasil dijinakkan melalui normalisasi, beban sistem drainase di wilayah sekitarnya otomatis bakal berkurang banyak. Hal ini membuktikan bahwa strategi pemerintah kali ini memang fokus pada akar masalah.

Dengan memprioritaskan Ciliwung, pemerintah berharap risiko banjir yang meluas di berbagai titik ibu kota dapat ditekan semaksimal mungkin sebelum memasuki puncak musim penghujan berikutnya.

Detail Segmen Pengerjaan dan Sinergi Pusat Daerah

Dalam paparannya saat meninjau kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Pramono merinci bahwa normalisasi Ciliwung terbagi menjadi dua segmen utama.

Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono sepanjang 7 kilometer. Sementara itu, segmen kedua berlanjut dari MT Haryono hingga kawasan TB Simatupang dengan panjang mencapai 12,89 kilometer.

Secara keseluruhan, panjang normalisasi di ruas Ciliwung ditargetkan mencapai 33,69 kilometer. Hingga saat ini, realisasi penurapan atau pemasangan dinding penahan air telah mencapai 17,14 kilometer.

Angka ini menunjukkan bahwa proyek pengerjaan fisik terus berjalan di lapangan meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan padatnya pemukiman warga di pinggiran sungai.

Kolaborasi Pembebasan Lahan dan Pembangunan Tanggul

Proyek raksasa ini merupakan hasil sinergi yang apik antara Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembagian tugasnya cukup jelas agar eksekusi di lapangan lebih efisien: Pemprov Jakarta bertanggung jawab penuh atas proses pembebasan lahan, sedangkan pembangunan tanggul serta pengerukan sungai menjadi wewenang pusat.

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan menjadi kunci sukses rampungnya megaproyek tersebut.

Harapan besar kini tertumpu pada kelancaran proses pembebasan lahan agar pembangunan fisik bisa segera diselesaikan tanpa kendala hukum atau sosial.

Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek normalisasi ini diprediksi akan memberikan dampak nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat.

Jakarta pun selangkah lebih maju dalam mewujudkan visi kota yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Statement:

Pramono Anung, Gubernur Jakarta

“Banjir di Jakarta bisa dipangkas hingga 40% dengan melakukan normalisasi terhadap Sungai Ciliwung. Normalisasi ini harus dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan. Penanganan Ciliwung menjadi prioritas karena perannya yang sangat strategis dalam sistem drainase Jakarta.”

3 Poin Penting:

  • Normalisasi Sungai Ciliwung diprediksi mampu mengurangi risiko banjir Jakarta hingga 40% jika dilakukan secara menyeluruh.

  • Proyek dibagi menjadi dua segmen besar mencakup ruas Manggarai hingga TB Simatupang dengan total target sepanjang 33,69 kilometer.

  • Sinergi dilakukan antara Pemprov Jakarta (pembebasan lahan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (pembangunan fisik tanggul).

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan