Pernah bayangkan nggak, lagi santai menunggu pesawat take off, tiba-tiba suasana kabin berubah jadi mencekam? Hal inilah yang dialami penumpang Citilink rute Jakarta–Bengkulu baru-baru ini.
Seorang dokter spesialis anak bernama dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A, atau yang akrab dipanggil dr. Ika, mendadak jadi pahlawan setelah melakukan aksi penyelamatan darurat terhadap seorang balita yang mengalami kejang demam hebat di atas pesawat.
Kejadian ini bermula saat burung besi tersebut masih berada di landasan pacu dan sedang bersiap untuk lepas landas. Ketenangan penumpang seketika pecah saat terdengar teriakan histeris seorang ibu yang meminta pertolongan karena anaknya mendadak kaku dan hilang kesadaran.
Tanpa pikir panjang, dr. Ika yang kebetulan berada di penerbangan yang sama langsung bangkit dari kursinya untuk memberikan pertolongan pertama sebelum kondisi sang balita semakin kritis.
Pertolongan Pertama di Landasan Pacu Sebelum Lepas Landas
Kondisi kejang demam pada balita memang sering kali bikin siapa pun yang melihatnya jadi panik luar biasa. Dr. Ika dengan tenang namun cekatan langsung memeriksa kondisi vital sang anak di tengah keterbatasan alat medis di dalam kabin.
Suasana makin tegang karena pilot harus menunda prosedur take off demi memastikan keselamatan nyawa penumpang kecil tersebut, sementara kru kabin lainnya sigap membantu menyediakan perlengkapan darurat yang tersedia.
Beruntung, berkat penanganan medis yang tepat dari dr. Ika, kondisi balita tersebut perlahan mulai stabil. Sang dokter memastikan jalan napas balita tetap terbuka dan suhu tubuhnya segera dikontrol agar kejang tidak berulang.
Aksi respons cepat ini membuktikan bahwa dedikasi seorang tenaga medis tidak mengenal waktu dan tempat, bahkan di saat mereka sedang dalam perjalanan pribadi sekalipun.
Prosedur Darurat Maskapai dan Apresiasi dari Penumpang
Melihat situasi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan lengkap, pihak Citilink akhirnya memutuskan untuk mengembalikan pesawat ke area parkir (return to apron).
Keselamatan penumpang memang menjadi prioritas utama maskapai dalam situasi medical emergency seperti ini. Penumpang lain yang menyaksikan kejadian tersebut tidak merasa terganggu dengan keterlambatan jadwal, melainkan justru memberikan apresiasi atas aksi sigap sang dokter dan kru kabin.
Setelah pesawat kembali ke terminal, balita beserta ibunya segera dievakuasi oleh tim medis bandara untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang betapa krusialnya pengetahuan pertolongan pertama pada anak.
Dr. Ika pun mendapatkan banyak pujian di media sosial setelah kisah heroiknya ini dibagikan oleh penumpang lain yang merasa terharu melihat aksi penyelamatan tersebut.
Edukasi Kejang Demam bagi Orang Tua Saat Traveling
Dr. Ika menjelaskan bahwa kejang demam atau febrile convulsion adalah kondisi yang rawan terjadi pada anak usia dini saat suhu tubuh meningkat drastis.
Bagi orang tua yang hendak melakukan perjalanan udara, sangat disarankan untuk selalu membawa termometer dan obat penurun panas di dalam tas kabin.
Kesiapsiagaan orang tua dan ketenangan saat menghadapi situasi darurat bisa menjadi faktor penentu keselamatan buah hati sebelum bantuan medis profesional tiba.
Kisah dr. Ika ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya untuk selalu siap siaga dalam kondisi apa pun.
Selain itu, kolaborasi yang baik antara penumpang dan awak kabin dalam menghadapi situasi darurat medis sangat diperlukan agar prosedur evakuasi berjalan lancar.
Meski sempat mengalami penundaan, penerbangan Jakarta–Bengkulu tersebut akhirnya dilanjutkan kembali dengan perasaan lega dari seluruh penumpang yang telah menyaksikan sebuah nyawa terselamatkan.
Statement:
dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A.
“Saat itu kondisi kabin sedang bersiap untuk take off, namun ada panggilan darurat medis. Sebagai dokter anak, secara insting saya langsung menghampiri pasien. Balita tersebut mengalami kejang karena demam tinggi. Fokus utama saya adalah memastikan jalan napasnya aman dan memberikan penanganan stabilisasi awal sampai bantuan medis bandara tiba.”
3 Poin Penting:
-
Seorang dokter spesialis anak, dr. Ika, berhasil menyelamatkan balita yang mengalami kejang demam dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu saat masih di landasan pacu.
-
Pesawat terpaksa melakukan prosedur return to apron (kembali ke terminal) demi mengevakuasi balita tersebut agar mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
-
Kejadian ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan medis bagi tenaga profesional dan edukasi penanganan darurat bagi orang tua saat melakukan perjalanan dengan anak.


![kebakaran binus [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Kebakaran-di-universitas-binus.jpg-300x169.webp)
![beasiswa ocha LCC [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/e1u207RAJBeV5gQ9Xj7nQJc84WgBb4V1H6u9wich-300x169.webp)