Search

Penghulu Keren Jaksel Viral: Fasih Bahasa Inggris Saat Nikahkan Cowok Jerman

Senin, 2 Februari 2026

Muhammad Zidni Ilmi, penghulu yang menikahkan dengan 3 bahasa (ist)

Jagat media sosial belakangan ini lagi heboh sama sosok penghulu “zaman now” yang penampilannya super berwibawa tapi kemampuannya luar biasa.

Adalah Muhammad Zidni Ilmi, seorang penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang mendadak viral setelah video akad nikahnya ditonton jutaan kali.

Bukan akad biasa, Zidni memimpin prosesi ijab kabul menggunakan bahasa Inggris yang fasih untuk pasangan beda kewarganegaraan.

Mempelai pria dalam video tersebut adalah Jan Frederico Reinermann, warga negara Jerman yang memeluk Islam untuk meminang pujaan hatinya, Anggita Pradipta.

Dalam durasi video dua menit itu, Zidni terlihat sangat santai namun khidmat menjelaskan tata cara ijab kabul agar sang mualaf asal Jerman tersebut paham sepenuhnya.

Aksi ini pun langsung menuai pujian selangit dari netizen karena dianggap memberikan citra modern dan inklusif pada instansi KUA.

Kemampuan Bahasa Asing Jadi Kebutuhan Utama di Era Global

Bagi Muhammad Zidni Ilmi, penguasaan bahasa asing bukan lagi sekadar gaya-gayaan atau nilai tambah, melainkan kebutuhan darurat di ibu kota.

Sebagai penghulu di Jakarta Selatan yang sering menangani pernikahan internasional, ia merasa bertanggung jawab agar prosesi sakral tersebut dipahami oleh semua pihak.

Pria berusia 32 tahun ini ternyata memang sudah memiliki bekal bahasa yang kuat sejak menempuh pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa.

Nggak cuma mengandalkan ilmu dari pesantren, Zidni juga rajin meng-upgrade kemampuannya lewat pelatihan yang difasilitasi oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Ia secara khusus mempelajari istilah-istilah pernikahan dalam Islam versi bahasa Inggris agar penjelasan hukum syariat bisa tersampaikan dengan akurat.

Tujuannya cuma satu: memastikan tidak ada kesalahpahaman dalam momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup bagi pasangan tersebut.

Kejutan Bahasa Jerman dan Apresiasi dari Wakil Menteri Agama

Menariknya, testimoni dari mempelai wanita, Anggita Pradipta, mengungkap fakta seru lainnya. Selain fasih berbahasa Indonesia dan Inggris, Zidni ternyata sempat memberikan kejutan dengan menyelipkan ucapan dalam bahasa Jerman di sela-sela prosesi akad.

Hal ini bikin suasana pernikahan jadi makin emosional dan berkesan bagi keluarga mempelai pria yang jauh-jauh datang dari Eropa. “Kami sangat bersyukur bisa bertemu Bapak,” tulis Anggita di kolom komentar media sosialnya.

Aksi inspiratif ini nggak luput dari perhatian pejabat negara. Wakil Menteri Agama lewat akun media sosialnya ikut memberikan jempol dan menyebut Zidni sebagai inspirasi bagi seluruh penghulu di Indonesia.

Fenomena ini membuktikan bahwa dedikasi dalam memberikan pelayanan prima, ditambah kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman, bisa bikin profesi tradisional seperti penghulu jadi terlihat sangat keren di mata generasi muda.

Menjaga Kesakralan Akad di Tengah Tren Pernikahan Internasional

Meski viral dan banjir pujian, Zidni tetap rendah hati dan fokus pada esensi tugasnya. Baginya, tugas terberat seorang penghulu adalah memastikan makna dan konsekuensi dari ijab kabul tertanam kuat di hati kedua mempelai.

Kemampuan bahasa hanyalah alat bantu untuk menjembatani pesan sakral tersebut agar sampai ke telinga sang pengantin pria asing yang mungkin masih baru mengenal istilah-istilah dalam pernikahan Islam.

Tren pernikahan beda kewarganegaraan yang terus meningkat di Jakarta menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para petugas publik untuk terus berkembang.

Kisah Zidni Ilmi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa belajar hal baru, seperti bahasa asing, bisa membuka pintu keberkahan dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

Kini, KUA Setiabudi pun jadi rujukan bagi pasangan internasional yang mendambakan prosesi akad nikah yang lancar dan penuh makna.

Statement:

Muhammad Zidni Ilmi, LC

“Saya menyadari bahwa sebagai penghulu di ibu kota, di era global kami harus siap melayani berbagai kalangan, termasuk warga negara asing yang menikah dengan warga Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris bukan sekadar nilai tambah, tapi kebutuhan. Yang paling penting adalah memastikan kedua mempelai memahami sepenuhnya makna dan konsekuensi dari ijab kabul yang mereka ucapkan.”

3 Poin Penting:

  • Muhammad Zidni Ilmi, penghulu KUA Setiabudi, viral karena memimpin akad nikah dalam bahasa Inggris dan Jerman untuk pasangan Indonesia-Jerman.

  • Penguasaan bahasa asing bagi penghulu dianggap sebagai kebutuhan krusial di era global, terutama di wilayah Jakarta yang sering menangani pernikahan internasional.

  • Aksi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat dan Kementerian Agama karena dianggap menginspirasi petugas publik lainnya untuk meningkatkan kompetensi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan