Bulan suci yang paling dinanti, Ramadan 1447 Hijriah, sudah di depan mata nih, Sobat! Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) baru saja memberikan bocoran lewat Kalender Hijriah Indonesia 2026 bahwa awal puasa diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski prediksi ini sudah tercatat rapi, pemerintah tetap mengingatkan warga untuk bersabar menunggu hasil final lewat Sidang Isbat yang bakal digelar menjelang akhir bulan Syaban nanti.
Nggak cuma pemerintah, organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) juga punya estimasi yang senada. Merujuk pada Kalender Amanak NU, warga Nahdliyin diperkirakan bakal mulai salat tarawih pertama pada Rabu malam dan berpuasa di hari Kamis.
Namun, secara tradisi organisasi, NU tetap teguh memegang prinsip rukyatul hilal atau melihat bulan secara langsung sebelum benar-benar menetapkan awal bulan Ramadan secara resmi.
Data BMKG Ungkap Hilal Masih Malu-Malu di Bawah Horizon
Kepastian jadwal ini didukung kuat oleh data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Sabtu, 14 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan teknis, pada tanggal 17 Februari, posisi bulan di seluruh Indonesia ternyata masih “ngumpet” di bawah horizon.
Ketinggiannya terpantau masih sangat rendah, mulai dari -2,41 derajat di Jayapura sampai -0,93 derajat di wilayah Sumatera Barat, yang artinya mustahil banget buat dilihat.
Baru pada petang tanggal 18 Februari, posisi hilal melonjak drastis dan tampil lebih percaya diri. Data BMKG menunjukkan ketinggian hilal sudah berada di rentang 7,62 hingga 10,03 derajat dengan elongasi yang cukup lebar.
Angka ini sudah jauh melampaui kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat. Itulah mengapa mayoritas lembaga di Indonesia memprediksi awal Ramadan jatuh pada tanggal 19 Februari.
Analisis BRIN Soal Perdebatan Hilal Lokal Versus Global
Namun, ada catatan menarik nih dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) soal potensi perbedaan tanggal mulai puasa.
Prof Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari BRIN, menyebutkan kalau sumber perbedaannya bukan lagi soal tinggi hilal di Indonesia, melainkan soal perbedaan perspektif antara “hilal lokal” dan “hilal global”.
Hal ini menjadi edukasi penting bagi masyarakat agar tetap saling menghargai jika ada perbedaan hari.
Kemenag dan mayoritas ormas Islam di tanah air lebih sreg menggunakan kriteria hilal lokal yang fokus pada apa yang terlihat di langit Indonesia.
Karena hilal baru memenuhi syarat pada petang tanggal 18 Februari, maka tanggal 19 Februari jadi pilihan yang paling logis. Perspektif ini mengutamakan kedaulatan wilayah dan visibilitas lokal sebagai standar sah dimulainya ibadah puasa secara nasional.
Muhammadiyah Berpotensi Mulai Lebih Awal Karena Standar Global
Di sisi lain, Muhammadiyah diprediksi bakal mulai start puasa lebih awal, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan ini muncul karena Muhammadiyah menggunakan metode hilal global.
Artinya, asalkan hilal sudah memenuhi kriteria visibilitas di belahan bumi mana pun—seperti di Alaska—dan terjadi konjungsi sebelum fajar di Selandia Baru, maka hari berikutnya sudah dianggap masuk tanggal 1 bulan baru.
Prof Thomas menjelaskan bahwa faktor teknis di wilayah global inilah yang membuat sebagian kelompok masyarakat mungkin akan merayakan Ramadan lebih dulu.
Meski ada potensi perbedaan, umat Islam diimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan menunggu pengumuman resmi dari Sidang Isbat pemerintah sebagai rujukan utama. Yuk, mulai siapkan fisik dan mental biar ibadah puasa tahun ini makin maksimal dan berkah!
Statement:
Prof Thomas Djamaluddin, Koordinator Kelompok Riset Astronomi Pusat Riset Antariksa BRIN
“Akan ada perbedaan penentuan awal Ramadan 1447. Sumber perbedaan bukan seperti sebelumnya yang terkait posisi hilal, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan ‘hilal lokal’ dan ‘hilal global’. Muhammadiyah menggunakan ‘hilal global’, yaitu asalkan hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun, maka besoknya masuk awal bulan.”
3 Poin Penting:
-
Estimasi Pemerintah & NU: Awal puasa Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sesuai dengan Kalender Hijriah Kemenag dan Amanak NU.
-
Data Teknis BMKG: Hilal di Indonesia baru memenuhi kriteria MABIMS (di atas 3 derajat) pada petang 18 Februari 2026, sehingga puasa dimulai keesokan harinya.
-
Potensi Perbedaan: Muhammadiyah berpotensi mulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, karena menggunakan kriteria hilal global yang merujuk pada visibilitas bulan di wilayah luar negeri.
![Makan Bergizi Gratis-MBG [dok. unicef]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/MBG-Wilander-300x200.webp)
![presiden prabowo subianto hadiri rapat DPR RI [dok. merahputih]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/f9e6a763ec0a4da79c85d33ea6e01b7b-300x200.jpeg)
![LPG 3kg harga 16rb [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/FotoJet-2-3623259443.jpg-300x166.webp)
![mobil kepresidenan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/vxNlw0XDDG.jpeg-300x169.webp)