Search

Dominasi Ducati di Sepang Bikin Mental Lawan Kena Mental

Jumat, 20 Februari 2026

Sirkuit Sepang, malaysia (Driver61)

Uji coba pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang baru saja tuntas dengan plot twist yang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, atmosfer di garasi para pabrikan terlihat santai dan penuh optimisme, kecuali Yamaha yang masih berjibaku dengan isu reliabilitas.

Namun, situasi berubah total pada hari Kamis saat pasukan Ducati mulai “gaspol” dan menunjukkan level kecepatan yang di luar nalar, hingga membuat tim lain merasa lebih baik fokus ke musim 2027 saja.

Padahal, sang juara bertahan Marc Marquez memilih untuk bermain aman demi menjaga kondisi bahu kanannya yang belum pulih seratus persen.

Meski sang raja tampil hemat tenaga, ancaman justru datang dari sang adik, Alex Marquez, dan Francesco Bagnaia. Keduanya melakukan simulasi sprint yang sangat mengerikan hingga membuat para pesaingnya tampak seperti sedang balapan di kelas yang berbeda.

Aprilia dan KTM Mulai Ketar-ketir Lihat Pecco

Bos Aprilia, Massimo Rivola, bahkan sampai mengeluarkan komentar sarkastis yang menunjukkan betapa frustrasinya melihat dominasi motor asal Borgo Panigale tersebut.

Menurutnya, jika melihat referensi kecepatan yang dipasang oleh Pecco Bagnaia, pembalap lain mungkin sudah bisa berkemas pulang.

Aprilia sendiri saat ini sangat bergantung pada Marco Bezzecchi, mengingat Jorge Martin masih harus menepi akibat cedera tulang selangka dan pergelangan tangan.

Persaingan di papan tengah pun makin sengit antara Aprilia dan KTM. Meski Bezzecchi berhasil mengamankan posisi kedua secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa Pedro Acosta dari kubu KTM memiliki ritme balap yang jauh lebih kompetitif dan konsisten.

Kondisi ini membuat Aprilia harus memutar otak agar tidak hanya mengandalkan satu pembalap di tengah ketidakpastian kondisi fisik Martin menjelang seri pembuka di Thailand.

Honda Mulai Realistis Meski Ada Progres Tipis

Pabrikan raksasa asal Jepang, Honda, juga dipaksa menelan kenyataan pahit setelah sempat merasa optimis di awal pekan.

Walaupun Joan Mir berhasil menempati posisi kedelapan, HRC menyadari bahwa RC213V masih memiliki masalah klasik terkait kurangnya daya cengkeram atau grip.

Progres memang terlihat dibandingkan musim 2025, namun langkah kecil tersebut dirasa belum cukup untuk menantang dominasi Ducati yang terus berkembang pesat.

Joan Mir menegaskan bahwa mengejar Ducati saat ini adalah sebuah kesalahan logika karena jarak yang masih terlalu lebar.

Fokus utama Honda sekarang adalah memperbaiki masalah teknis pada mesin dan meningkatkan performa motor agar lebih stabil saat melibas tikungan.

Apalagi rekan setimnya, Luca Marini, sempat mengalami kendala mesin yang membuatnya harus berjalan kaki kembali ke pit, sebuah sinyal bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi tim berlogo sayap emas ini.

Yamaha Terjebak Drama Mesin V4 dan Cedera

Nasib paling apes dialami oleh Yamaha yang terpaksa menghentikan aktivitas di lintasan karena masalah keandalan pada mesin V4 terbaru mereka. Kabar buruk makin bertambah setelah Fabio Quartararo harus absen akibat kecelakaan yang menyebabkan jarinya patah.

Praktis, beban pengembangan hanya bertumpu pada Alex Rins dan dua pembalap tim satelit Pramac, termasuk juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, yang masih kesulitan beradaptasi dengan motor prototipe MotoGP.

Toprak sendiri mengaku frustrasi karena posisinya terpuruk di peringkat bawah, hampir dua detik lebih lambat dari catatan waktu tercepat.

Transisi dari motor produksi massal ke MotoGP ternyata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan, ditambah lagi dengan instruksi dari Yamaha untuk berkendara secara hati-hati demi menjaga keutuhan mesin.

Dengan kondisi yang serba terbatas ini, Yamaha berangkat ke Thailand dengan segudang keraguan dan tanda tanya besar.

Statement:

Massimo Rivola (CEO Aprilia)

“Jika kami mengambil Pecco sebagai referensi, yang lain bisa pulang dan mulai fokus pada 2027.”

Francesco Bagnaia (Ducati Team)

“Saya rasa perubahan yang dilakukan pada motor tahun ini telah membantu semua pembalap merek ini.”

Alex Marquez (Gresini Racing)

“Saya senang, saya rasa kami sedikit lebih cepat dari tahun lalu.”

Joan Mir (Honda HRC)

“Menargetkan Ducati akan menjadi kesalahan karena kami masih jauh, dan karena mereka terus meningkat.”

Toprak Razgatlioglu (Pramac Racing)

“Tidak mudah melihat diri saya berada di posisi terbawah.”

3 Poin Penting:

  1. Dominasi Mutlak Ducati: Alex Marquez dan Pecco Bagnaia menunjukkan kecepatan simulasi balap yang sangat superior dibanding pabrikan lain.

  2. Krisis Reliabilitas Yamaha: Masalah pada mesin V4 baru dan cedera Fabio Quartararo menghambat program uji coba tim garpu tala secara signifikan.

  3. Realitas Pesaing: Aprilia, KTM, dan Honda mulai menyesuaikan ekspektasi dan menyadari bahwa gap dengan Ducati masih sangat lebar menjelang seri Thailand.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan