Search

Nyesel Pilih Jurusan Kuliah? Intip Daftar Program Studi yang Paling Bikin Galau Setelah Lulus

Jumat, 20 Februari 2026

Gelar kuliah (ist)

Fenomena salah pilih jurusan kuliah ternyata bukan sekadar mitos di kalangan mahasiswa Indonesia maupun global. Banyak lulusan baru yang akhirnya merasa terjebak dalam dilema antara idealisme bidang ilmu yang dicintai dengan realitas dunia kerja yang keras.

Berdasarkan survei terbaru, kecenderungan untuk menyesali pilihan studi ini muncul ketika para sarjana mulai menghadapi tagihan bulanan dan ekspektasi gaji yang sering kali tidak sebanding dengan tingkat kesulitan selama masa perkuliahan.

Mimpi memiliki karier cemerlang sesuai gelar yang disandang terkadang harus berbenturan dengan minimnya ketersediaan lapangan kerja atau standar upah yang rendah.

Kondisi ini membuat banyak alumni universitas mulai berpikir ulang apakah investasi waktu dan biaya yang mereka keluarkan selama empat tahun sepadan dengan hasil yang didapatkan. P

erasaan nyesel ini biasanya memuncak saat proses pencarian kerja yang tak kunjung membuahkan hasil memuaskan di sektor yang relevan.

Realitas Gaji di Luar Ekspektasi Jadi Pemicu Utama Penyesalan

Survei yang dilakukan oleh ZipRecruiter terhadap ribuan lulusan universitas mengungkap fakta mengejutkan mengenai tingkat kepuasan alumni terhadap jurusan mereka.

Meskipun pada awalnya para mahasiswa merasa sangat tertarik dan antusias dengan mata kuliah yang diambil, perspektif mereka berubah drastis setelah memegang ijazah.

Faktor ekonomi menjadi variabel paling kuat yang mengubah rasa bangga menjadi rasa sesal, terutama bagi mereka yang bekerja di industri dengan pertumbuhan gaji yang stagnan.

Ketika seseorang kesulitan membayar kebutuhan dasar, nilai intrinsik dari sebuah ilmu pengetahuan sering kali tergeser oleh kebutuhan finansial yang mendesak.

Hal ini menjadi peringatan bagi calon mahasiswa baru agar lebih kritis dalam meriset prospek kerja sebelum menentukan pilihan di formulir pendaftaran kampus.

Memilih jurusan hanya berdasarkan hobi tanpa melihat data pasar tenaga kerja bisa menjadi langkah awal menuju penyesalan panjang setelah wisuda nanti.

Jurnalisme dan Ilmu Sosial Menempati Urutan Teratas Daftar Penyesalan

Data menunjukkan bahwa jurusan Jurnalisme menduduki peringkat pertama sebagai program studi yang paling disesali dengan persentase mencapai 87%.

Disusul oleh Sosiologi dan Seni yang masing-masing mencatatkan angka 72%, angka ini mencerminkan betapa besarnya ketimpangan antara jumlah lulusan dengan serapan industri kreatif dan sosial.

Jurusan populer lain seperti Komunikasi dan Pendidikan juga tidak luput dari daftar ini, menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut sedang mengalami tekanan besar.

Selain bidang humaniora, beberapa jurusan sains seperti Biologi juga masuk dalam daftar dengan tingkat penyesalan sebesar 52%.

Hal ini membuktikan bahwa tantangan dunia kerja tidak hanya dialami oleh anak mading atau anak teater saja, tetapi juga mereka yang berkutat di laboratorium.

Kurangnya jenjang karier yang jelas dan kompetisi yang sangat ketat di bidang penelitian menjadi alasan kuat mengapa para lulusan sains ini merasa salah langkah.

Pertimbangan Matang Sebelum Terjun ke Dunia Kampus

Daftar lengkap jurusan yang memicu penyesalan ini mencakup Manajemen Pemasaran, Pendamping Medis, hingga Ilmu Politik dan Pemerintahan.

Meskipun setiap bidang ilmu memiliki nilai penting bagi peradaban, realitas industri tetap menjadi hakim utama dalam menentukan kesejahteraan pelakunya.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar generasi muda mulai melakukan diversifikasi kemampuan atau upskilling di luar kurikulum formal untuk tetap relevan di era digital yang serba cepat ini.

Jangan sampai gelar sarjana hanya menjadi pajangan di dinding tanpa memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup. Memilih jurusan yang sesuai dengan minat tetap penting, namun menyandingkannya dengan kebutuhan pasar adalah langkah yang jauh lebih bijak.

Dengan memahami risiko dan peluang sejak dini, diharapkan angka penyesalan lulusan universitas di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin melalui perencanaan karier yang lebih matang dan realistis.

Statement:

Sinem Buber, Ekonom ZipRecruiter

“Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting.”

3 Poin Penting:

  • Faktor Ekonomi Mendominasi: Alasan utama lulusan menyesali jurusan mereka adalah gaji yang tidak sesuai ekspektasi dan kesulitan membayar tagihan setelah lulus.

  • Jurnalisme Paling Berisiko: Jurusan Jurnalisme menjadi bidang yang paling banyak disesali (87%), diikuti oleh Sosiologi dan Seni.

  • Pentingnya Riset Pasar: Calon mahasiswa disarankan tidak hanya mengikuti minat, tetapi juga melihat prospek kerja dan realitas industri sebelum memilih jurusan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan