BLACKPINK akhirnya resmi melakukan comeback yang sudah sangat dinantikan oleh BLINK di seluruh dunia dengan merilis mini album bertajuk DEADLINE pada 27 Februari 2026.
Namun, euforia kembalinya grup asuhan YG Entertainment ini mendadak berubah menjadi gelombang protes di jagat maya.
Hal ini terjadi setelah netizen menyadari adanya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang sangat dominan dalam produksi video musik untuk lagu utama mereka yang berjudul ‘GO’.
Awalnya, video musik tersebut disambut dengan antusiasme yang luar biasa tinggi karena visualnya yang tampak sangat futuristik.
Namun, suasana berubah drastis ketika penggemar menemukan rincian kredit video yang mencantumkan belasan nama di bawah kategori AI VFX dan AI Production.
Penemuan ini memicu reaksi negatif karena selama ini BLACKPINK dikenal sebagai grup yang selalu mengedepankan set praktis dan produksi fisik yang super megah tanpa banyak mengandalkan efek digital murahan.
Kekecewaan Penggemar Atas Hilangnya Kualitas Produksi Manual
Salah satu penggemar mengekspresikan kekecewaannya di platform X, menyatakan bahwa mereka sangat merindukan masa di mana BLACKPINK bangga karena tidak menggunakan green screen dan tetap setia pada set bangunan asli.
Penggunaan AI dalam video musik terbaru ini dianggap sebagai langkah mundur yang merusak nilai estetika profesional yang selama ini menjadi ciri khas grup tersebut.
Kritikan pedas bahkan menyebut visual yang dihasilkan AI tersebut tampak seperti “muntahan” digital yang tidak memiliki jiwa seni.
Kritik tidak hanya berhenti pada urusan visual, tetapi juga menyasar manajemen produksi yang dianggap malas karena beralih ke AI slop daripada mempertahankan standar tinggi.
Seorang pengguna media sosial bahkan menuliskan kalimat emosional yang menyebutkan bahwa masa kejayaan BLACKPINK seolah terancam berakhir karena penurunan kualitas produksi yang drastis ini.
Harapan besar fans terhadap karya yang autentik dan prestisius tampaknya belum terpenuhi dalam rilisan kali ini.
Isu Lingkungan dan Kontroversi Lirik dalam Album DEADLINE
Penggunaan AI dalam industri kreatif memang sedang menjadi tren, namun banyak seniman dan aktivis yang menentang hal ini karena dampak negatifnya terhadap lingkungan serta pertimbangan etis terkait hak cipta.
Mengingat penggemar K-Pop sangat kritis terhadap isu-isu sosial, langkah BLACKPINK menggunakan teknologi ini dianggap tidak selaras dengan nilai-nilai yang mereka harapkan.
Hal ini memicu perdebatan panjang mengenai masa depan kreativitas manusia di bawah bayang-bayang algoritma.
Selain urusan video musik, album DEADLINE juga menghadapi serangan kritik terkait lirik lagunya yang dianggap mengandung unsur misoginis.
Hal ini semakin memperkeruh suasana dan memperburuk citra album tersebut di mata sebagian pendengar yang berharap ada pesan pemberdayaan perempuan dalam karya mereka.
Perpaduan antara kontroversi teknis dan konten lagu membuat masa promosi comeback kali ini terasa sangat berat bagi para anggota.
Tantangan Berat BLACKPINK di Tengah Kabar Mengejutkan dari Lisa
Ketegangan di kalangan penggemar semakin memuncak setelah salah satu anggotanya, Lisa, mengungkapkan sebuah berita mengejutkan melalui siaran langsungnya belum lama ini.
Meskipun belum ada rincian lebih lanjut, pernyataan Lisa menambah spekulasi dan kegelisahan fans yang sudah kecewa dengan hasil produksi album terbaru.
Kondisi internal dan eksternal yang penuh tekanan ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas posisi BLACKPINK sebagai pemuncak tangga lagu global.
Dengan berbagai kontroversi yang menyelimuti perilisan album DEADLINE, BLACKPINK kini berada di persimpangan jalan dalam mempertahankan basis penggemar mereka yang masif.
Publik kini menunggu bagaimana langkah manajemen dan para anggota dalam merespons kritik pedas ini guna memulihkan kepercayaan para pendukungnya.
Apakah mereka mampu kembali ke jalur kesuksesan yang autentik atau justru semakin tenggelam dalam pusaran teknologi AI, hanya waktu yang bisa membuktikan.
3 Poin Penting:
-
Comeback BLACKPINK dengan album DEADLINE menuai kritik tajam karena penggunaan teknologi AI VFX yang sangat dominan dalam video musik lagu ‘GO’.
-
Penggemar merasa kecewa karena BLACKPINK meninggalkan tradisi set fisik yang megah dan beralih ke produksi digital yang dianggap kurang memiliki nilai seni.
-
Album ini juga tersandung isu lirik yang dianggap misoginis serta adanya tekanan dari berita mengejutkan yang disampaikan Lisa saat siaran langsung.
![Muse - Cryogen [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hq720-4-300x169.jpg)


![NCT WISH [dok. instagram]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/NCT-WISH-berhasil-mencetak-pencapaian-besar-melalui-perilisan-full-album-perdana-mereka-bertajuk-e1777001791783-300x164.jpg)