Momen buka puasa sering kali menjadi ajang “balas dendam” dengan menyantap segala macam hidangan yang ada di meja makan.
Namun, kebiasaan ini sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi kesehatan, terutama bagi kondisi lambung yang sedang sangat sensitif setelah berpuasa belasan jam.
Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, mengingatkan betapa pentingnya bagi kita untuk tetap bijak dalam memilih menu buka puasa agar sistem pencernaan tidak mengalami gangguan mendadak.
Menurut Toto, tubuh yang tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama membutuhkan proses adaptasi saat kembali diisi.
Jika kita sembarangan mengonsumsi makanan yang berat atau ekstrem, perut bisa mengalami masalah serius yang justru mengganggu kelancaran ibadah malam seperti salat Tarawih.
Oleh karena itu, memahami jenis makanan apa saja yang ramah bagi pencernaan adalah kunci utama untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh selama bulan suci Ramadan tahun 2026 ini.
Bahaya Makanan Bergas dan Pedas yang Bisa Bikin Lambung Iritasi
Salah satu jenis makanan yang wajib kamu waspadai saat berbuka adalah hidangan yang mengandung gas berlebih serta rasa pedas yang tajam.
Mengonsumsi sayuran seperti kembang kol, brokoli, kubis, atau buah nangka saat perut kosong dapat memicu produksi gas yang menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Begitu pula dengan makanan pedas; meski sangat menggugah selera, rasa pedas yang berlebihan dapat mengiritasi dinding lambung dan memberikan efek “kaget” pada usus yang berujung pada sensasi terbakar.
Selain itu, makanan dengan rasa asam yang tajam seperti jeruk asam, mangga muda, atau yogurt juga sebaiknya dihindari sebagai menu pembuka.
Tingkat keasaman yang tinggi dapat memicu lonjakan asam lambung secara mendadak, sehingga risiko iritasi lambung menjadi lebih tinggi.
Alih-alih memilih makanan yang ekstrem, kamu disarankan untuk mengawali buka puasa dengan hidangan yang lebih lembut agar lambung bisa beraklimatisasi dengan lebih baik tanpa menimbulkan rasa nyeri atau perih.
Waspada Gorengan dan Minuman Berkafein yang Mengganggu Metabolisme
Siapa yang tidak tergoda dengan gorengan hangat saat azan magrib berkumandang? Sayangnya, makanan berminyak dan tinggi lemak membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.
Hal ini memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras secara mendadak saat kondisinya belum sepenuhnya siap.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, cobalah beralih ke makanan berkuah seperti sup bening yang jauh lebih ringan dan mendukung metabolisme tubuh kembali normal setelah seharian beristirahat.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat juga masuk dalam daftar yang perlu dibatasi saat waktu berbuka tiba. Kopi, terutama jika dicampur dengan susu, cenderung menekan nafsu makan padahal tubuh sangat membutuhkan asupan nutrisi lengkap untuk memulihkan energi.
Sementara itu, teh memiliki sifat diuretik yang memicu keinginan buang air kecil lebih sering, sehingga berisiko menghambat proses rehidrasi atau pengembalian cairan tubuh yang hilang.
Air putih suhu ruang atau hangat tetap menjadi pilihan juara untuk menghidrasi tubuh secara optimal.
Hindari Lonjakan Gula Darah Drastis dari Camilan Terlalu Manis
Banyak orang beranggapan bahwa berbuka harus dengan yang manis, namun jangan sampai berlebihan. Makanan yang mengandung kadar gula sangat tinggi, seperti kue tart atau camilan dengan pemanis buatan yang pekat, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Efek sampingnya, tubuh justru akan merasa lemas dan mengantuk sesaat setelah makan karena terjadinya penurunan energi secara mendadak. Selain itu, rasa manis yang berlebihan sering kali membuat selera makan untuk menu utama yang bergizi menjadi hilang.
Dengan mengatur pola makan yang benar, kamu tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga memastikan kualitas ibadah tetap terjaga dengan maksimal.
Pilihlah takjil yang alami seperti kurma dan air putih untuk mengembalikan energi secara perlahan namun pasti.
Ingat, kesehatan pencernaan di bulan Ramadan adalah investasi agar kamu bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh semangat tanpa drama sakit perut yang tidak diinginkan.
3 Poin Penting:
-
Hindari makanan yang mengandung gas, pedas, dan asam tajam sebagai menu pembuka untuk mencegah iritasi lambung dan perut kembung.
-
Batasi konsumsi gorengan serta minuman berkafein (kopi/teh) karena dapat memperberat kerja pencernaan dan menghambat rehidrasi tubuh.
-
Air putih suhu ruang dan makanan berkuah bening merupakan pilihan terbaik untuk mengembalikan metabolisme serta menghidrasi tubuh tanpa memicu gangguan pencernaan.



