Kejadian kurang mengenakkan baru saja menimpa seorang warga Palembang bernama Apriyanti (36).
Alih-alih merasa lega karena kewajibannya membayar pajak kendaraan tuntas, ia justru harus kehilangan motor kesayangannya tepat di area parkir Kantor Samsat IV Palembang, Jalan MP Mangkunegara, Rabu (6/4/2026).
Kejadian yang berlangsung di tengah keramaian kantor pelayanan publik ini sontak membuat korban syok dan menangis histeris karena tidak menyangka keamanan di lokasi tersebut bisa bobol.
Insiden ini bermula saat Apriyanti tiba di lokasi sekitar pukul 08.20 WIB setelah mengantar anaknya sekolah.
Ia masuk ke area parkir secara resmi dan menerima karcis dari petugas keamanan yang berjaga di gerbang.
Namun, saat ia kembali ke parkiran sekitar pukul 10.00 WIB usai menyelesaikan urusan administrasi, motor Honda Beat dengan nomor polisi BG 3842 AEW miliknya sudah raib dari tempat semula.
Karcis Parkir Masih di Tangan tapi Motor Melayang
Keanehan dalam kasus ini adalah fakta bahwa Apriyanti masih memegang karcis parkir resmi, kunci motor, hingga STNK yang baru saja ia perpanjang.
Secara logika, kendaraan tidak seharusnya bisa keluar dari area parkir tanpa menunjukkan karcis kepada petugas keamanan di pintu keluar.
Hal inilah yang membuat korban merasa sangat terpukul dan bingung bagaimana maling tersebut bisa meloloskan motornya dari pengawasan ketat pihak Samsat.
Saat mencoba mencari kejelasan, Apriyanti justru mendapatkan respons yang kurang memuaskan dari pihak keamanan setempat.
Petugas sekuriti yang berjaga mengaku tidak tahu-menahu soal keberadaan motor tersebut.
Kepanikan semakin memuncak ketika korban mencoba memeriksa rekaman kamera pengawas, namun ia mendapat informasi bahwa sebagian besar CCTV di area kantor pelayanan tersebut ternyata dalam kondisi rusak atau tidak berfungsi.
Mengadu ke Polisi dengan Berurai Air Mata
Dalam kondisi kalut dan terus menangis, Apriyanti akhirnya masuk kembali ke dalam kantor Samsat untuk mencari perlindungan dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi yang bertugas di sana.
Ia merasa sangat tidak berdaya karena merasa telah mematuhi semua prosedur parkir yang ada, namun tetap kehilangan aset berharganya di tempat yang seharusnya memiliki standar keamanan tinggi bagi para wajib pajak.
Warga Kecamatan Kalidoni ini hanya bisa berharap ada keajaiban agar motornya bisa ditemukan kembali.
Kasus ini pun langsung menjadi sorotan publik, terutama bagi para pengguna jasa Samsat yang kini merasa was-was dengan keamanan kendaraan mereka saat sedang mengurus surat-surat kendaraan.
Kurangnya fungsi CCTV di area vital seperti kantor Samsat juga memicu kritik tajam mengenai pemeliharaan fasilitas umum di Kota Palembang.
Urgensi Evaluasi Sistem Keamanan Kantor Pelayanan Publik
Hilangnya motor Apriyanti menjadi tamparan keras bagi pengelola Kantor Samsat IV Palembang.
Publik menuntut adanya evaluasi total terhadap sistem keamanan, terutama kinerja petugas parkir dan fungsi kamera pengawas yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah tindak kriminal.
Jika di area kepolisian dan pelayanan pajak saja kendaraan bisa hilang dengan mudah, tentu kepercayaan masyarakat terhadap aspek keamanan publik akan menurun drastis.
Kini, kasus pencurian motor ini sedang dalam penanganan pihak berwajib untuk diselidiki lebih lanjut.
Apriyanti sangat berharap pihak pengelola bertanggung jawab atau setidaknya membantu proses pelacakan hingga tuntas.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan memberikan pengamanan ganda pada kendaraan, bahkan saat berada di area parkir resmi sekalipun.
Statement:
Apriyanti (Korban Maling Motor)
“Dari satpam tidak tahu. Jadi saya masuk ke dalam lagi nangis dan mengadu sama polisi, saya tahunya mengadu sama polisi. Bilang motor saya hilang, kunci, STNK, dan karcis juga ada. Habis mengantar anak sekolah, saya ke ATM lalu ke Samsat, tiba sekitar pukul 08.20 WIB. Saya masuk pakai karcis dikasih sama sekuriti, sampai sekarang karcisnya ada.”
3 Poin Penting:
-
Motor Honda Beat milik Apriyanti hilang di parkiran resmi Kantor Samsat IV Palembang saat ia sedang membayar pajak.
-
Korban masih memegang karcis parkir, kunci, dan STNK, namun motor tetap raib dan sebagian CCTV di lokasi dilaporkan rusak.
-
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sistem keamanan di kantor pelayanan publik yang seharusnya ketat.
[gas/man]



