Harga Plastik Meroket, TPS di Surabaya Diserbu Pasukan Pemburu Cuan

Selasa, 14 April 2026

lonjakan jumlah pemulung {dok. web]
lonjakan jumlah pemulung {dok. web]

Pemandangan di berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Surabaya belakangan ini tampak lebih ramai dari biasanya.

Bukan karena ada festival, melainkan karena lonjakan jumlah pemulung yang turun langsung ke lapangan.

Fenomena ini dipicu oleh satu alasan yang sangat masuk akal bagi para pejuang ekonomi mikro: harga sampah plastik yang sedang naik daun secara signifikan di pasaran.

Para pencari barang bekas ini seolah mendapatkan angin segar untuk menambah pundi-pundi rupiah dari tumpukan limbah domestik.

Dengan harga plastik yang menggiurkan, aktivitas memilah sampah menjadi pekerjaan sampingan yang sangat menjanjikan bagi banyak warga.

Namun, keramaian di titik-titik pembuangan sampah ini mulai menjadi perhatian serius bagi otoritas lingkungan di Kota Pahlawan karena dampaknya yang mulai terasa.

Cuan Plastik Bikin Pemulung Betah Nongkrong di TPS

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, mengungkapkan bahwa meskipun harga plastik melambung, volume sampah yang masuk ke TPS sebenarnya tidak mengalami penurunan drastis.

Faktor ekonomi inilah yang akhirnya membuat para pemulung lebih gencar melakukan pemilahan langsung di lokasi.

Mereka memburu botol, kemasan, dan berbagai jenis plastik bernilai ekonomis lainnya untuk segera dijual ke pengepul.

Menurut pengamatan tim DLH, keberadaan sampah plastik di TPS saat ini memang menjadi magnet yang sangat kuat.

Hal ini wajar mengingat nilai tukar limbah plastik sedang berada di titik yang cukup tinggi.

Sayangnya, antusiasme para pemulung dalam memilah sampah di area TPS justru membawa konsekuensi logis terhadap manajemen sampah di tingkat wilayah yang mulai kedodoran.

Masalah Baru Ruang Terbatas Akibat Aktivitas Pemilahan

Aktivitas memilah yang dilakukan secara masif di dalam area TPS ternyata memakan ruang yang tidak sedikit.

Luas area yang seharusnya digunakan untuk menampung sampah yang baru datang justru dipenuhi oleh tumpukan hasil pilahan para pemulung.

Kondisi ini membuat ruang gerak petugas menjadi terbatas dan menghambat proses pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Lebih parahnya lagi, karena ruang di dalam TPS sudah penuh sesak oleh aktivitas pemilahan, sampah yang terus datang dari pemukiman warga tidak lagi tertampung.

Dampaknya, tumpukan sampah seringkali meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta keindahan estetika kota.

Hal inilah yang mendasari keputusan Pemerintah Kota Surabaya untuk mulai melakukan langkah tegas.

Penertiban Demi Kelancaran Mobilitas Sampah Kota

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup akhirnya melakukan tindakan penertiban terhadap para pemulung di area TPS.

Langkah ini diambil bukan untuk memutus rejeki masyarakat, melainkan untuk mengembalikan fungsi utama TPS sebagai tempat transit sampah sementara yang efisien.

Mobilitas kendaraan pengangkut sampah harus tetap lancar tanpa terhalang oleh aktivitas pemilahan yang memakan tempat.

Upaya sterilisasi ini diharapkan mampu mengurai penumpukan sampah yang sempat meluber ke jalan-jalan protokol.

Kota Surabaya tetap berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah berjalan sesuai prosedur.

Dengan penertiban ini, diharapkan kapasitas TPS kembali normal dan proses distribusi sampah dari lingkungan rumah tangga ke tempat pemrosesan akhir tetap berjalan tepat waktu.

Statement:

M Fikser (Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya)

“Justru banyak pemulung memilah sampah plastik yang banyak saat ini. Itu yang kemudian kita tertibkan di TPS karena mengganggu TPS dari aktivitas pengambilan sampah. Banyaknya pemilah sampah di TPS ini juga berakibat pada ruang atau luasan TPS menjadi berkurang. Akibatnya seluruh sampah itu keluar, meluber dari dalam TPS keluar sampai ke jalan-jalan.”

3 Poin Penting:

  • Faktor Ekonomi: Peningkatan harga plastik secara signifikan memicu lonjakan jumlah pemulung yang beraktivitas di TPS Surabaya.

  • Hambatan Operasional: Aktivitas memilah sampah di lokasi TPS menyebabkan luasan penampungan berkurang sehingga sampah meluber hingga ke jalan raya.

  • Langkah Pemerintah: Pemkot Surabaya melakukan penertiban di area TPS untuk memastikan proses pengangkutan sampah berjalan lancar dan tidak terganggu.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir