Search

Cetak Rekor Baru! Salmokji Sah Jadi Film Horor Korea Paling Laris Sepanjang Masa

Rabu, 20 Mei 2026

Adegan film Salmokji (ist)

Skena sinema horor Korea Selatan baru saja mencatatkan sejarah baru yang luar biasa gemilang di industri perfilman global.

Film horor terbaru bertajuk “Salmokji: Whispering Water” atau yang lebih akrab disapa “Salmokji” resmi dinobatkan sebagai film horor Korea yang paling banyak ditonton sepanjang masa.

Berdasarkan rilis data terbaru dari Dewan Film Korea, karya sinematik yang penuh ketegangan ini sukses mengumpulkan lebih dari 3,17 juta penonton hingga hari Minggu (17/5/2026).

Pencapaian angka yang sangat fantastis tersebut secara otomatis langsung merebut takhta tertinggi box office horor klasik yang sudah bertahan selama puluhan tahun.

Gelar legendaris yang sebelumnya dipegang erat oleh film ikonis “A Tale of Two Sisters” (2003) dengan torehan 3,14 juta penonton, kini resmi berpindah tangan ke film Salmokji.

Antusiasme penonton yang luar biasa masif di bioskop membuktikan bahwa formula horor psikologis yang segar sangat adaptif dengan selera pencinta adrenalin generasi muda saat ini.

Teror Waduk Terpencil Yesan dan Misteri Distorsi Kamera Jalanan

Sejak tayang perdana di Korea Selatan pada tanggal 8 April lalu, plot cerita unik yang ditawarkan oleh sutradara Salmokji memang langsung memantik rasa penasaran publik.

Garis besar ceritanya berfokus pada sekelompok kru film ambisius yang dipimpin oleh karakter tangguh bernama Soo-in (diperankan dengan sangat apik oleh aktris Kim Hye-yoon).

Mereka nekat melakukan perjalanan menegangkan ke sebuah lokasi terisolasi demi menyelesaikan proses pengambilan gambar ulang yang sempat tertunda.

Petaka horor tersebut bermula ketika tim kru perekam pemandangan jalan (street view) mendapati rekaman video mereka sebelumnya rusak total akibat distorsi visual misterius yang tidak bisa dijelaskan secara nalar sains.

Keputusan mereka untuk kembali ke waduk terpencil di Kabupaten Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan, justru menjadi awal dari malapetaka.

Bukannya mendapat gambar yang bagus, mereka malah terjebak di dalam teror mistis seperti rawa hidup yang mengisap keselamatan mereka secara perlahan saat waktu terus menipis.

Rumor Paranormal Lokal yang Mewujud Nyata Menjadi Kutukan Sinematik

Kekuatan magis dari film Salmokji ini tidak hanya terletak pada naskahnya yang solid, melainkan juga pemilihan lokasi syuting yang sangat autentik.

Waduk di Kabupaten Yesan yang menjadi latar utama film tersebut rupanya memang sudah lama dirumorkan oleh penduduk setempat sebagai episentrum aktivitas paranormal dan sejarah penampakan hantu yang pekat.

Aura mistis nyata dari lokasi tersebut berhasil ditransfer dengan sempurna ke dalam layar lebar, sehingga menciptakan atmosfer mencekam yang membuat bulu kuduk penonton berdiri.

Hingga saat ini, film yang mengombinasikan elemen kutukan lokal dan teknologi modern tersebut dilaporkan masih diputar secara reguler di bioskop-bioskop seluruh negeri.

Perhatian para pengamat industri film kini tengah tertuju secara penuh pada prediksi seberapa jauh rekor jumlah akumulasi penonton ini akan terus meroket naik sebelum masa tayangnya habis.

Kesuksesan komersial ini sekaligus menaikkan standar baru bagi produksi film horor thriller di Asia pada masa mendatang.

Tangguh Hadapi Serbuan Sinema Hollywood di Tangga Box Office Akhir Pekan

Meskipun saat ini posisi Salmokji sudah bergeser dan tidak lagi bertengger di puncak nomor satu mingguan, daya saing film lokal ini terbukti masih sangat tangguh.

Salmokji terpantau masih mampu memberikan perlawanan sengit di tengah gempuran film-film asing besutan Hollywood yang sedang mendominasi pasar box office akhir pekan.

Karakteristik penonton domestik yang loyal membuat film ini tidak langsung tenggelam oleh judul-judul blockbuster internasional terbaru.

Dalam bagan kompetisi ketat akhir pekan tersebut, film “Michael” memimpin daftar dengan perolehan 470.375 penonton, yang kemudian ditempel ketat oleh “The Super Mario Galaxy Movie” dengan 123.558 penonton.

Peringkat ketiga diduduki oleh sekuel drama mode “The Devil Wears Prada 2” dengan torehan 120.545 penonton, sementara Salmokji dengan bangga mengamankan posisi keempat.

Konsistensi bertahan di posisi empat besar ini menjadi bukti sahih bahwa daya pikat “Whispering Water” masih sangat kuat mengikat hati masyarakat.

Statement Narasumber: “Angka 3,17 juta penonton ini merupakan sebuah kejutan sekaligus berkah yang luar biasa bagi seluruh kru dan pemain.

Mengalahkan rekor legendaris yang sudah bertahan sejak tahun 2003 adalah pembuktian bahwa industri kreatif horor Korea memiliki ruang berkembang yang tanpa batas.

Terima kasih kepada penonton yang telah berani masuk ke dalam teror waduk Yesan bersama kami,” ungkap perwakilan manajemen distributor Dewan Film Koreadalam siaran persnya.

3 Poin Penting:

  • Film “Salmokji: Whispering Water” resmi memecahkan rekor sebagai film horor Korea terlaris sepanjang masa dengan mengumpulkan 3,17 juta penonton, menggeser film “A Tale of Two Sisters” (2003).

  • Mengangkat kisah fiksi menegangkan tentang kru kamera street view dipimpin tokoh Soo-in (Kim Hye-yoon) yang diteror makhluk halus saat syuting di waduk terpencil Kabupaten Yesan.

  • Walau digempur oleh jajaran film Hollywood sekelas “Michael” dan “The Super Mario Galaxy Movie”, Salmokji tetap eksis mempertahankan posisinya di peringkat empat besar box office.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan