Search

Siap-Siap Mewek! Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Siap Menguras Air Mata

Kamis, 21 Mei 2026

Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" [dok. web]
Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan" [dok. web]

Industri perfilman tanah air tampaknya tidak pernah kehabisan amunisi untuk mengaduk-aduk emosi para pencinta sinema, khususnya lewat genre drama keluarga yang menyentuh hati.

Rumah produksi Rapi Films bekerja sama dengan produser legendaris Gope T. Samtani bersiap meluncurkan mahakarya terbaru mereka yang berjudul “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan“.

Film ini diprediksi bakal menjadi magnet baru di bioskop karena mengangkat isu yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Di bawah arahan sutradara bertangan dingin Kuntz Agus dan naskah genius yang ditulis oleh Alim Sudio, film drama ini menawarkan premis yang sangat mendalam mengenai arti sebuah kehadiran.

Kisahnya berfokus pada hubungan emosional yang magis antara seorang anak perempuan dengan ibunya yang perlahan mulai terkikis oleh waktu dan kondisi medis.

Bagi generasi muda, sinema ini bukan sekadar tontonan hiburan akhir pekan biasa, melainkan sebuah tamparan keras untuk lebih menghargai setiap momen berharga bersama orang tua sebelum terlambat.

Ketika Kehangatan Rumah Berubah Drastis Akibat Kabut Memori

Alur cerita film emosional ini menyoroti kehidupan Kesha (diperankan oleh Yasmin Napper), seorang mahasiswi tingkat akhir di sebuah sekolah film yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akademisnya.

Kesha memiliki seorang ibu yang luar biasa bernama Yuke Yolanda (diperankan oleh Lulu Tobing), yang dikenal sebagai guru favorit di tempatnya mengajar.

Yuke juga merupakan sosok istri dan ibu yang sangat dicintai oleh suaminya (diperankan oleh Ibnu Jamil) serta ketiga anaknya, yaitu Kesha, Kenya (diperankan oleh Sofia Shireen), dan Karlo (diperankan oleh Jourdan Omar).

Namun, badai besar mendadak menghantam keharmonisan keluarga tersebut ketika Yuke mulai menunjukkan gejala demensia atau sering lupa secara tidak wajar.

Mulai dari lupa tanggal penting seperti ulang tahun pernikahan, tersesat di jalan menuju sekolah, hingga melupakan hal-hal krusial tentang ketiga buah hatinya.

Rumah yang awalnya selalu hangat dan penuh tawa kebahagiaan, perlahan tapi pasti berubah drastis menjadi penuh ketegangan, kesedihan, dan keputusasaan yang semakin parah dari hari ke hari.

Dilema Anak Rantau Antara Kejar Impian atau Pulang Demi Ibu

Kondisi kesehatan sang ibu yang semakin menurun secara otomatis menempatkan Kesha ke dalam posisi pelarian yang sangat sulit dan dilematis.

Di satu sisi, sebagai mahasiswi semester tua yang tinggal di rumah kos, ia harus tetap fokus mengejar impian besar dan masa depannya di dunia perfilman.

Namun di sisi lain, batinnya terus bergejolak dan berteriak untuk segera pulang ke rumah demi menemani sang ibu menghabiskan waktu berharganya.

Kesha berpacu dengan waktu yang kejam sebelum seluruh sosok dirinya benar-benar terhapus secara permanen dari memori dan ingatan sang ibu tercinta.

Konflik batin inilah yang menjadi motor penggerak utama cerita, menggambarkan bahwa ada hal-hal tertentu yang memang boleh hilang dalam dinamika hidup manusia.

Kita mungkin bisa merelakan hilangnya kesempatan, nilai akademis, atau bahkan sebuah mimpi besar, tetapi jangan sampai kita membiarkan diri kita hilang dari hati seorang ibu.

Akting Berkelas Lintas Generasi yang Dijamin Bikin Hati Ambyar

Kekuatan utama dari film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” ini terletak pada jajaran departemen aktingnya yang diisi oleh kombinasi aktor lintas generasi dengan reputasi mentereng.

Penampilan Lulu Tobing sebagai seorang ibu yang kehilangan memorinya dipastikan bakal menguras air mata penonton lewat ekspresi wajahnya yang penuh kepedihan.

Kembalinya aktris senior ini beradu peran dengan Ibnu Jamil sebagai sosok suami suportif menciptakan dinamika akting yang luar biasa matang dan natural.

Sementara itu, Yasmin Napper juga berhasil menunjukkan lompatan kualitas akting yang sangat signifikan lewat perannya sebagai anak rantau yang mengalami depresi batin.

Kehadiran Jourdan Omar dan Sofia Shireen sebagai anak-anak yang ikut merasakan dampak psikologis di dalam rumah melengkapi ansambel akting film ini menjadi sangat solid.

Kombinasi penyutradaraan yang rapi dan totalitas para pemeran membuat film ini wajib masuk ke dalam daftar tontonan wajib tahun ini.

Statement:

Kuntz Agus (Sutradara Film)

“Film ini adalah sebuah surat cinta universal untuk seluruh anak dan ibu di luar sana. Kami ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa di tengah ambisi masa muda yang menggebu-gebu, ada memori orang tua yang berjalan mundur, dan tugas kitalah untuk hadir menemani mereka kembali ke titik awal.”

3 Poin Penting:

  • Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” merupakan drama keluarga terbaru produksi Rapi Films yang disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio.

  • Jalan cerita berpusat pada perjuangan Kesha (Yasmin Napper) sebagai mahasiswi tingkat akhir yang menghadapi dilema besar ketika ibunya, Yuke (Lulu Tobing), mulai kehilangan ingatan secara parah.

  • Sinema ini membawa pesan moral yang mendalam mengenai prioritas kehidupan, menegaskan bahwa mengejar mimpi tidak boleh mengorbankan kehadiran fisik di samping orang tua yang membutuhkan.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan