Perusahaan roda dua EMMO kembali menjadi sorotan publik setelah diketahui tengah membangun enam dealer baru di Papua.
Langkah ekspansi ini menarik perhatian karena dilakukan saat dealer utama mereka di kawasan Grogol, Jakarta Barat, belum sepenuhnya selesai dibangun dan belum beroperasi untuk melayani konsumen.
Berdasarkan informasi yang tertera di laman resmi perusahaan, dealer EMMO di Grogol masih berstatus “coming soon”. Saat dilakukan peninjauan, bangunan tersebut masih berada dalam tahap pembangunan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait kesiapan jaringan penjualan dan layanan purna jual perusahaan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Enam Dealer Baru Siap Hadir di Tanah Papua
Meski dealer di Jakarta belum aktif, EMMO justru mempercepat ekspansi ke wilayah timur Indonesia. Perusahaan diketahui sedang membangun enam dealer yang tersebar di Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Jayapura.
Langkah ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di berbagai daerah.
Tidak hanya di Papua, EMMO juga berencana membuka jaringan dealer di sejumlah kota besar di Pulau Jawa, seperti Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Strategi tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat kehadiran merek di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik nasional.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Nama EMMO semakin dikenal publik setelah menjadi bagian dari pengadaan motor listrik operasional untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut sebelumnya mendapat perhatian luas karena melibatkan pengadaan puluhan ribu unit kendaraan listrik yang akan digunakan untuk mendukung distribusi dan operasional program pemerintah.
Namun, proyek tersebut kini berada dalam sorotan aparat penegak hukum. Kejaksaan Agung tengah menyelidiki dugaan ketidaksesuaian dalam proses pengadaan motor listrik MBG.
Salah satu temuan yang diungkap adalah dugaan adanya markup nilai pengadaan yang disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk sekitar 21.801 unit kendaraan listrik.
Kejagung Soroti Persyaratan Vendor
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyebut kendaraan yang telah didistribusikan ke berbagai daerah tidak disita karena sudah digunakan untuk operasional di lapangan.
Meski demikian, proses penyidikan terhadap dugaan pelanggaran dalam pengadaan masih terus berlangsung.
Selain dugaan markup, Kejaksaan Agung juga menyoroti status vendor yang dinilai belum memenuhi sejumlah persyaratan saat memenangkan proyek.
Di tengah proses hukum tersebut, ekspansi dealer EMMO ke berbagai daerah, khususnya Papua, menjadi perhatian karena dinilai akan berpengaruh terhadap pengembangan jaringan layanan dan dukungan purna jual perusahaan ke depannya.
Statement:
Mochamad Jeffry, Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
“Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total Rp1,03 triliun telah dibayarkan kepada PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku vendor karena tidak memiliki dealer atau bengkel aktif dan terdapat markup.”
3 Poin Penting:
- EMMO sedang membangun enam dealer baru di Papua, meski dealer utama mereka di Grogol, Jakarta Barat, masih dalam tahap pembangunan dan belum beroperasi.
- Perusahaan menjadi sorotan setelah terlibat dalam pengadaan motor listrik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah diselidiki Kejaksaan Agung.
- Kejagung menduga adanya markup dalam proyek senilai Rp1,03 triliun serta menyoroti vendor yang disebut belum memenuhi persyaratan terkait dealer dan bengkel aktif.



