Search

Harga Mentimun Anjlok Parah, Petani Jember Gelar Aksi Bagi-Bagi Panen Gratis

Kamis, 11 Juni 2026

Petani timun (ist)

Aksi unik nan menyayat hati baru saja terjadi di pusat Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejumlah petani setempat kompak menggelar demonstrasi yang tidak biasa dengan membagikan ribuan buah mentimun secara gratis kepada masyarakat luas.

Aksi solidaritas yang diikuti oleh massa petani hortikultura ini dipusatkan di kawasan Lapangan Jember, tepatnya di area depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember pada Rabu, 10 Juni 2026.

Langkah ekstrem ini terpaksa diambil sebagai bentuk protes keras para petani terhadap anjloknya harga mentimun di pasaran secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena penurunan harga ini dinilai sudah sangat tidak masuk akal dan mencekik kelangsungan hidup para pekerja bumi.

Bukannya untung, para petani justru harus menelan pil pahit karena hasil keringat mereka dihargai dengan nominal yang sangat merendahkan nilai jerih payah manusia.

Menjerit karena Harga Mentimun Setara Recehan di Tingkat Petani

Kondisi riil di lapangan memang terpantau sangat memprihatinkan bagi para pelaku sektor pertanian lokal.

Dalam beberapa minggu belakangan ini, harga mentimun di tingkat petani merosot tajam hingga hanya menyentuh angka berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 saja per kilogramnya.

Nominal yang sangat minim tersebut jelas tidak mampu menutup modal awal yang dikeluarkan petani untuk menanam hingga merawat buah timun sampai masa panen tiba.

Aksi membagikan hasil panen secara cuma-cuma ini sengaja dilakukan untuk menarik perhatian publik sekaligus menyentil hati nurani para pemangku kebijakan di pemerintahan.

Para petani hortikultura ingin memperlihatkan secara nyata penderitaan yang mereka hadapi saat ini. Mereka dipaksa bertahan di tengah himpitan biaya produksi yang melambung tinggi, namun di sisi lain harus rela melepas hasil bumi mereka dengan nilai yang sangat murah.

Nestapa Pupuk Non-Subsidi dan Lonjakan Harga Obat Pertanian

Sengkarut masalah yang dihadapi para petani di Jember ini nyatanya berlapis-lapis dan makin diperparah oleh kebijakan tata kelola sektor pertanian.

Para petani hortikultura selama ini tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah, sehingga mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi di pasar bebas.

Ironisnya, harga pupuk komersial tersebut terus merangkak naik secara liar dari waktu ke waktu tanpa ada kontrol yang ketat.

Sebagai gambaran konkret, harga pupuk nonsubsidi yang sebelumnya hanya berkisar antara Rp350.000 hingga Rp400.000 per karung, kini posisinya sudah melonjak drastis hingga melebihi Rp1 juta per karung.

Beban operasional ini makin berat lantaran harga obat-obatan pertanian seperti pestisida juga ikut mengalami kenaikan yang sangat signifikan di pasaran. Kondisi dompet petani pun otomatis makin terkuras habis sebelum masa panen dimulai.

Menanti Solusi Pemerintah dan Angka Ideal demi Senyum Petani

Melihat ketimpangan yang begitu nyata antara modal kerja dan harga jual, para petani mendesak adanya intervensi langsung dari pemerintah daerah maupun pusat.

Dengan kalkulasi biaya produksi yang serbamahal saat ini, harga jual mentimun yang ideal dan rasional di tingkat petani seharusnya berada di angka antara Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Nilai tersebut dinilai menjadi batas aman agar para petani masih bisa menghasilkan keuntungan yang layak demi menyambung hidup.

Melalui aksi bagi-bagi mentimun gratis di depan kantor Pemkab Jember ini, kaum pencangkul tanah ini berharap ada regulasi baru yang berpihak pada nasib mereka.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya solusi konkret terkait stabilitas harga dan ketersediaan pupuk murah, maka sektor pertanian hortikultura di Jember terancam kolaps.

Petani lokal kini hanya bisa berharap agar suara dari jalanan ini didengar dan segera ditindaklanjuti dengan kebijakan yang nyata.

3 Poin Penting:

  • Aksi Protes Unik Jember: Sejumlah petani hortikultura menggelar demonstrasi membagikan mentimun gratis di depan Kantor Pemkab Jember sebagai bentuk protes atas anjloknya harga jual pasca-panen.

  • Harga Jual Hancur Lebur: Harga komoditas mentimun di tingkat produsen dalam beberapa minggu terakhir merosot tajam hingga hanya dihargai Rp500 sampai Rp1.000 per kilogram.

  • Beban Biaya Produksi Melejit: Petani menjerit karena tidak mendapat pupuk subsidi, ditambah harga pupuk nonsubsidi melonjak dari kisaran Rp350 ribu menjadi di atas Rp1 juta per karung, dibarengi kenaikan harga pestisida.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan