Search

SpaceX Melejit di Bursa, Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Minggu, 14 Juni 2026

Elon Musk (ist)

Elon Musk kembali mencetak sejarah di dunia bisnis dan teknologi global. Pendiri SpaceX, Tesla, dan pemilik platform X itu resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah saham SpaceX melesat pada hari pertama perdagangan di bursa Nasdaq, Jumat (12/6/2026).

Lonjakan harga saham perusahaan antariksa tersebut membuat kekayaan Musk menembus angka fantastis lebih dari 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp18.000 triliun.

SpaceX memulai debutnya di pasar saham melalui Initial Public Offering (IPO) dengan harga 135 dolar AS per lembar.

Namun, antusiasme investor langsung mendorong saham berkode SPCX itu melesat hingga sempat menyentuh 176,45 dolar AS atau naik lebih dari 30% dari harga penawaran perdana.

Pada penutupan perdagangan, saham SpaceX masih bertahan di level 159 dolar AS, naik 17,8% dibanding harga IPO.

IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

Kesuksesan SpaceX di bursa tidak hanya mengangkat nilai perusahaan, tetapi juga mencetak rekor baru sebagai IPO terbesar dalam sejarah dunia.

Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.312 triliun, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco pada 2019.

Momen bersejarah tersebut semakin menarik karena Elon Musk tidak menghadiri seremoni pembukaan perdagangan di New York. Ia memilih membunyikan lonceng pembukaan dari Starbase, markas SpaceX di Texas Selatan.

Dalam pidatonya, Musk mengungkapkan rasa bangganya melihat perusahaan yang dahulu dimulai dari sebuah gudang kecil kini menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Kekayaan Musk Melonjak Fantastis

Lonjakan saham SpaceX membuat nilai kepemilikan Elon Musk bertambah sekitar 188 miliar dolar AS hanya dalam hitungan jam. Sebelum IPO, kekayaan Musk diperkirakan berada di kisaran 780 hingga 795 miliar dolar AS.

Setelah saham SpaceX melantai di bursa, total kekayaannya melonjak menjadi sekitar 1,1 triliun dolar AS.

Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikan 38% saham SpaceX yang kini bernilai sekitar 765 miliar dolar AS. Selain itu, ia juga masih menguasai sekitar 15% saham Tesla dengan nilai lebih dari 276 miliar dolar AS.

Kepemilikan di Neuralink, The Boring Company, dan sejumlah investasi lain turut memperkuat posisi Musk sebagai orang terkaya di planet ini.

Starlink Jadi Mesin Uang Baru

Analis menilai salah satu alasan utama saham SpaceX begitu diminati investor adalah kinerja Starlink yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat.

Layanan internet satelit tersebut menjadi divisi paling menguntungkan di bawah naungan SpaceX dengan laba operasional mencapai 1,19 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026.

Meski demikian, tantangan masih membayangi perusahaan. Divisi kecerdasan buatan xAI dan platform X masih mencatat kerugian besar akibat investasi agresif.

Namun, pasar tampaknya lebih fokus pada potensi jangka panjang SpaceX yang kini memiliki valuasi mencapai 2,1 triliun dolar AS dan masuk dalam jajaran tujuh perusahaan paling berharga di dunia.

Statement:

Elon Musk, Pendiri dan CEO SpaceX

“Sulit dipercaya bahwa sebuah perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini melantai dengan IPO terbesar yang pernah ada.”

3 Poin Penting:

  • Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah kekayaannya menembus 1,1 triliun dolar AS berkat lonjakan saham SpaceX.
  • IPO SpaceX menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan dana yang terkumpul mencapai 75 miliar dolar AS.
  • Starlink menjadi faktor utama yang mendorong optimisme investor terhadap prospek bisnis SpaceX di masa depan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan