Search

Token Listrik Disebut Lebih Boros? PLN Bongkar Fakta Sebenarnya yang Perlu Diketahui Pelanggan

Senin, 15 Juni 2026

Ilustrasi token listrik (istimewa)

Perdebatan soal listrik prabayar atau token listrik yang dianggap lebih boros dibandingkan listrik pascabayar kembali menjadi perbincangan di masyarakat.

Banyak pelanggan menilai token listrik lebih cepat habis sehingga dianggap membuat pengeluaran rumah tangga menjadi lebih besar. Namun, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta teknis di lapangan.

Listrik rumah tangga di Indonesia saat ini terbagi menjadi dua sistem, yakni prabayar dan pascabayar.

Pada sistem prabayar, pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sebelum digunakan, sedangkan sistem pascabayar memungkinkan pelanggan menggunakan listrik lebih dulu dan membayar tagihan sesuai pemakaian pada akhir bulan.

Meski berbeda dalam metode pembayaran, keduanya menggunakan mekanisme pengukuran konsumsi listrik yang sama.

PLN Tegaskan Tidak Ada Perbedaan Konsumsi

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa sistem pembayaran tidak memengaruhi jumlah energi listrik yang digunakan pelanggan.

Baik pelanggan prabayar maupun pascabayar tetap dihitung berdasarkan satuan kilowatt hour (kWh) yang menjadi standar pengukuran konsumsi listrik.

Menurut Dana, tarif listrik juga ditentukan berdasarkan golongan tarif dan daya pelanggan yang telah diatur oleh pemerintah melalui ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dengan demikian, besar kecilnya biaya listrik tidak dipengaruhi oleh pilihan sistem pembayaran, melainkan oleh jumlah energi yang digunakan setiap bulan.

Mengapa Token Listrik Terasa Cepat Habis?

PLN menilai persepsi token listrik lebih boros biasanya muncul karena pelanggan dapat melihat sisa kWh secara langsung pada meteran.

Akibatnya, penggunaan listrik menjadi lebih terasa dibandingkan sistem pascabayar yang baru menampilkan total konsumsi melalui tagihan bulanan.

Faktor utama yang membuat token cepat berkurang adalah pola konsumsi listrik di rumah. Perangkat elektronik berdaya tinggi seperti AC, kulkas, pompa air, dispenser, rice cooker, mesin cuci, hingga setrika dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan.

Semakin banyak perangkat yang digunakan secara bersamaan, semakin cepat pula kWh yang tersedia akan berkurang.

Cara Mudah Cek Perangkat yang Paling Boros Listrik

Untuk membantu pelanggan memantau konsumsi energi, PLN menyediakan fitur pengecekan daya sesaat melalui kode khusus pada meteran listrik prabayar.

Pelanggan cukup menekan kode 09 lalu tombol Enter untuk melihat total daya listrik yang sedang digunakan secara real-time dalam satuan Watt.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa fitur tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perangkat elektronik yang paling banyak mengonsumsi listrik.

Pelanggan cukup menyalakan satu perangkat elektronik dan mematikan perangkat lainnya sebelum melakukan pengecekan. Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih mudah mengelola konsumsi listrik dan menghindari pemborosan energi di rumah.

Statement:

Dana Puspita Sari, Manajer Komunikasi, TJSL PLN UID Jawa Timur

“Terkait anggapan bahwa listrik prabayar atau token lebih boros dibandingkan listrik pascabayar, perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak benar.”

“Apabila pelanggan merasa token listrik lebih cepat habis, umumnya hal tersebut berkaitan dengan pola konsumsi listrik, bukan karena sistem prabayar lebih boros.”

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero)

“Nilai yang muncul menunjukkan total daya listrik yang sedang digunakan pelanggan pada saat itu secara real-time.”

Rangkuman 3 Poin Penting

  • PLN menegaskan token listrik tidak lebih boros dibandingkan listrik pascabayar karena keduanya menggunakan penghitungan kWh yang sama.
  • Cepat habisnya token listrik umumnya disebabkan oleh tingginya penggunaan perangkat elektronik berdaya besar di rumah.
  • Pelanggan dapat menggunakan kode 09 pada meteran listrik prabayar untuk memantau konsumsi daya secara real-time dan mengetahui perangkat yang paling boros listrik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan