Industri makanan dan minuman di Indonesia saat ini memang sedang ramai dengan kehadiran berbagai merek kekinian yang viral di media sosial.
Mulai dari kopi susu literan hingga camilan estetik, semuanya berlomba-lomba menarik perhatian anak muda agar mau mencoba.
Namun, di tengah gempuran produk modern yang datang dan pergi tersebut, ternyata ada deretan produk kuliner lokal legendaris yang tetap kokoh berdiri dan tidak tergerus oleh zaman.
Merek-merek legendaris ini bahkan ada yang usianya sudah menembus lebih dari satu abad alias 110 tahun lamanya.
Jenis produknya pun sangat beragam, mulai dari minuman sarsaparila yang menyegarkan, jamu tradisional berkhasiat, roti jadul yang autentik, kecap manis pelengkap hidangan, permen penghangat tenggorokan, hingga sirup buah yang manis.
Mereka tidak hanya mempertahankan cita rasa khas, tetapi juga konsisten menggunakan resep rahasia turun-temurun sejak pertama kali didirikan.
Rahasia Kesegaran Sarsaparila dan Jamu Warisan Leluhur
Berbicara soal minuman ringan legendaris, nama Cap Badak tentu menempati posisi yang sangat terhormat di hati para pencinta kuliner Nusantara.
Minuman berkarbonasi rasa sarsaparila asal Pematangsiantar, Sumatera Utara ini diproduksi oleh PT Pabrik Es Siantar yang dirintis sejak tahun 1916 oleh ahli kimia asal Swiss, Heinrich Surbeck.
Meskipun persaingan pasar minuman modern saat ini sangat ketat, kesegaran klasik Cap Badak tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat sebagai minuman ikonik.
Selain minuman penyegar, lini jamu tradisional juga punya jawara yang tidak kalah tangguh dalam menjaga eksistensinya, yaitu Jamu Jago.
Didirikan pada tahun 1918 oleh T.K. Suprana di Wonogiri, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu produsen jamu tertua di Indonesia yang masih bertahan hingga kini.
Saat ini, dengan pusat operasional di Semarang, Jamu Jago sukses memproduksi lebih dari 138 jenis jamu sesuai standar modern dan bahkan berhasil menembus pasar internasional seperti Singapura dan Kanada.
Kelezatan Roti Jadul dan Manisnya Kecap Ikonik Nusantara
Kuliner legendaris berikutnya yang sukses membuat penikmatnya bernostalgia adalah Roti Tan Ek Tjoan yang lahir di Bogor pada tahun 1920.
Didirikan oleh pasangan Tan Ek Tjoan dan Phia Lin Nio, toko roti ini awalnya menjadi favorit warga Eropa masa kolonial berkat tekstur roti gambang dan roti tawarnya yang khas.
Tanpa menggunakan bahan pengawet kimia, keaslian rasa roti legendaris ini tetap dipertahankan hingga kini dan kerap dijajakan menggunakan gerobak keliling yang sangat ikonik.
Tidak lengkap rasanya membahas masakan Indonesia tanpa kehadiran Kecap Bango yang sangat populer di kalangan masyarakat luas.
Merek kecap manis ini pertama kali dirintis dari sebuah garasi rumah di Benteng, Tangerang pada tahun 1928 oleh pasangan Tjoa Pit Boen dan Tjoa Eng Nio.
Nama “Bango” sengaja dipilih dengan filosofi mendalam agar produk mereka dapat berkembang luas layaknya burung yang terbang tinggi, sebuah impian yang kini terbukti nyata setelah diakuisisi oleh Unilever.
Sensasi Hangat Permen Jahe dan Sirup Klasik Cirebon
Untuk urusan permen tradisional, perpaduan rasa manis dan hangat dari permen Ting Ting Jahe dipastikan belum ada tandingannya di pasar modern.
Permen yang diproduksi pertama kali oleh Njoo Tjhay Kwee di Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 1935 ini masih terus diproduksi oleh pabrik kembang gula Sin A hingga sekarang.
Kesetiaan pihak produsen dalam menjaga formula asli membuat permen jahe ini tetap diburu oleh generasi tua maupun anak muda yang mendambakan kehangatan alami.
Menutup daftar produk kuliner tertua, ada Siroop Tjap Buah Tjampolay asal Cirebon yang dirintis oleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936 dengan memanfaatkan buah campolay sebagai inspirasi.
Keberhasilan keenam merek ini dalam bertahan melintasi berbagai generasi membuktikan bahwa kualitas rasa yang autentik akan selalu menemukan penikmatnya sendiri.
Inovasi tanpa menghilangkan identitas asli dan konsistensi mutu menjadi kunci utama mengapa produk-produk lokal ini tetap dicintai dari masa ke masa.
3 Poin Penting:
-
Indonesia memiliki deretan produk kuliner tertua yang sukses bertahan hingga lebih dari satu abad, di antaranya Cap Badak (1916), Jamu Jago (1918), dan Roti Tan Ek Tjoan (1920).
-
Merek populer seperti Kecap Bango (1928), Ting Ting Jahe (1935), dan Siroop Tjap Buah Tjampolay (1936) menjadi bukti ketangguhan produk lokal di tengah persaingan pasar modern.
-
Kunci utama eksistensi produk-produk legendaris ini terletak pada konsistensi mereka dalam menjaga resep asli turun-temurun dan mempertahankan kualitas bahan baku yang autentik.



