Search

Film Tanah Runtuh Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Kisah Anak Down Syndrome Jadi Sentral Cerita

Senin, 29 Juni 2026

Film Tanah Runtuh (ist)

Industri perfilman Indonesia kembali membuktikan taringnya dengan menghadirkan sebuah karya sinematik yang tidak biasa dan menawarkan perspektif yang sangat mendalam.

Film terbaru bertajuk Tanah Runtuh garapan sutradara legendaris Rudi Soedjarwo sukses mencuri perhatian pencinta film nasional, khususnya generasi muda yang haus akan narasi segar.

Langkah berani diambil dalam proyek ini dengan menempatkan seorang anak penyandang Down Syndrome sebagai salah satu tokoh sentral, sebuah fenomena yang masih sangat jarang ditemui di layar lebar tanah air.

Melalui karakter utama bernama Ringgo yang diperankan langsung oleh aktor berbakat Ridho Khaliq, film ini berhasil mendobrak stigma dan batas konvensional.

Tanah Runtuh tidak sekadar menghadirkan representasi tempelan di layar kaca, melainkan benar-benar menjadikan sosok Ringgo sebagai jantung dan penggerak dari keseluruhan alur cerita.

Penampilan Ridho Khaliq dinilai luar biasa karena mampu menghadirkan emosi yang jujur sekaligus memberikan ruang inklusivitas yang selama ini nyaris tidak terlihat dalam sejarah perfilman Indonesia.

Jantung Emosi di Tengah Konflik Poso dan Pertemuan Tak Terduga dengan Vino G. Bastian

Mengambil latar belakang situasi konflik yang mencekam di wilayah Poso, film produksi Denny Siregar Production ini mengisahkan perjalanan pelarian yang sangat emosional.

Ringgo bersama adiknya, Kai, terpaksa harus terpisah dari sang ibu tercinta di tengah kekacauan dan situasi yang tidak menentu.

Di tengah pelarian dan pencarian yang penuh risiko tersebut, kedua bersaudara ini kemudian dipertemukan dengan sosok Idham, karakter tangguh yang diperankan dengan sangat apik oleh aktor papan atas Vino G. Bastian.

Pertemuan tidak terduga di antara mereka lambat laun berkembang menjadi sebuah kisah yang sangat menyentuh tentang kepedulian, arti keluarga, dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Ketika orang-orang dewasa di sekitarnya terjebak dalam pusaran ketakutan, amarah yang membara, dan prasangka buruk antarkelompok, Ringgo justru hadir dengan cara pandang yang sangat sederhana.

Ia memandang dunia yang sedang retak tersebut dengan ketulusan, kepolosan, dan cinta kasih yang mampu melunahkan hati yang beku.

Refleksi Ketulusan Hidup dan Misi Besar Inklusivitas Perfilman Nasional

Bagi Vino G. Bastian sendiri, beradu akting dalam proyek ini memberikan pengalaman batin yang sangat membekas dan berbeda dari film-film sebelumnya.

Karakter Ringgo diakuinya menjadi pusat emosi terbesar di sepanjang jalannya produksi yang menguras energi tersebut.

Kehadiran sosok Ringgo seolah menjadi alarm pengingat bagi banyak orang tentang betapa pentingnya menjaga rasa tulus dan kepedulian sosial di tengah realitas kehidupan modern yang semakin kompleks dan individualistis.

Tanah Runtuh sendiri sudah resmi menyambangi layar lebar dan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Kehadiran film ini tidak hanya diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang menguras air mata dan emosional bagi para penonton muda urban.

Lebih dari itu, karya ini membawa misi besar untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas di ruang publik mengenai pentingnya inklusivitas serta kesetaraan hak bagi para penyandang disabilitas di industri kreatif nasional.

Statement:

Vino G. Bastian

“Karakter Ringgo menjadi pusat emosi dalam film ini. Sosok tersebut mengingatkan banyak orang tentang pentingnya ketulusan dan kepedulian di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Penampilan Ridho Khaliq mampu menghadirkan emosi yang jujur sekaligus memberikan ruang representasi yang selama ini nyaris tak terlihat dalam perfilman Indonesia.”

3 Poin Penting:

  • Representasi Inklusif yang Nyata: Film Tanah Runtuh mendobrak tradisi sinema lokal dengan menampilkan Ridho Khaliq, seorang penyandang Down Syndrome, sebagai tokoh sentral cerita bernama Ringgo.

  • Plot Emosional Berlatar Konflik: Cerita berfokus pada petualangan Ringgo dan Kai di tengah konflik Poso yang kemudian bertemu dengan Idham (Vino G. Bastian), membangun narasi kuat tentang kemanusiaan.

  • Misi Sosial Rudi Soedjarwo: Tayang sejak 25 Juni 2026, film garapan Rudi Soedjarwo ini bertujuan menjadi pemantik diskusi hangat mengenai ruang inklusivitas bagi penyandang disabilitas di industri perfilman tanah air.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan