Search

Buku Seni Merayu Tuhan Resmi Jadi Film, Vibes-nya Siap Bikin Bioskop Penuh Kehangatan

Kamis, 2 Juli 2026

Adegan daklam film seni merayu tuhan (ist)

Kabar segar datang buat kamu pencinta sinema sekaligus penikmat literasi tanah air. Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia baru saja menjadi saksi bisu dari peluncuran adaptasi film terbaru bertajuk “Seni Merayu Tuhan”.

Menariknya, film yang diangkat dari buku populer karya pendakwah milenial Husein Ja’far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Ja’far ini merayakan momen perilisannya di tempat yang sangat tidak biasa untuk sebuah acara sinematik.

Momen peluncuran tersebut dinilai menjadi titik full circle alias lingkaran penuh yang sangat puitis bagi perjalanan karya tersebut. Bagaimana tidak?

Cerita yang awalnya bermula dari untaian kata dalam selembar kertas buku kini telah resmi bermutasi menjadi visual layar lebar yang megah.

Istimewanya, proses konferensi pers dan pengenalan film ini justru dibawa kembali pulang ke rumah asalnya, yaitu tempat yang sangat lekat dengan dunia literasi dan budaya membaca.

Sinergi Epik Rumah Peradaban dan Karya Kreatif

Pihak otoritas perpustakaan memberikan apresiasi yang luar biasa atas kolaborasi apik yang terjalin dengan tim produksi film “Seni Merayu Tuhan”.

Kolaborasi kreatif ini melibatkan rumah produksi Wahana Kreator, PK Films, serta beberapa mitra strategis lainnya.

Gedung Perpusnas yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, menegaskan posisinya yang tidak kaku dan selalu terbuka untuk berbagai kegiatan modern.

Sebagai tempat yang dijuluki Rumah Peradaban, Perpusnas berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ruang inkubasi yang ramah bagi karya-karya kreatif anak bangsa.

Dalam acara yang sama, Habib Ja’far juga menyerahkan secara simbolis 10 eksemplar buku “Seni Merayu Tuhan” untuk melengkapi koleksi di sana.

Aksi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan literasi nasional yang sedang digalakkan.

Pesan Romantis Habib Ja’far Mengenai Hubungan dengan Sang Pencipta

Habib Ja’far yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang santai namun menancap di hati, memberikan wejangan spiritual yang sangat mendalam mengenai esensi utama dari bukunya.

Beliau menekankan bahwa hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan semestinya tidak dibangun di atas rasa takut yang kaku, melainkan harus dijalin lewat untaian keindahan serta ketulusan cinta yang romantis.

Pesan menyentuh ini yang nantinya akan divisualisasikan ke dalam layar lebar oleh sutradara berbakat, Cesa David Luckmansyah. Untuk urusan departemen akting, film ini tidak main-main karena menggandeng sederet aktor lintas generasi yang punya nama besar.

Mulai dari idola anak muda Ari Irham, aktris berbakat Lutesha, Teuku Ryzki Muhammad, Onadio Leonardo, hingga aktris senior Rieke Diah Pitaloka.

Dongkrak Minat Baca Lewat Karya Audio Visual

Sinergi peluncuran film di lingkungan perpusnas ini diharapkan mampu memicu efek domino yang positif bagi generasi muda.

Selain sebagai ajang promosi film komersial yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026, agenda ini mengemban misi besar untuk mendongkrak minat baca masyarakat urban yang mulai luntur tergerus arus digital.

Langkah ini dirasa sangat relevan mengingat Perpusnas RI saat ini telah bertransformasi menjadi perpustakaan modern yang super komplet.

Tempat ini menyimpan lebih dari 3,6 juta koleksi buku fisik serta sembilan juta koleksi buku elektronik (e-book) yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat luas.

Kolaborasi antara dunia perfilman dan literasi ini diharapkan bisa menjadi pemicu utama dalam penguatan peradaban bangsa yang cerdas.

Statement:

Suharyanto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas

“Momen hari ini menjadi ‘full circle’ karena film yang berangkat dari buku dan sekarang sudah menjadi film, ‘presscon’-nya kembali ke sebuah tempat yang dekat dengan dunia literasi dan budaya membaca, yaitu di Perpusnas.”

Habib Ja’far

“Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, maka dekati Dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab amal kita bukanlah alat tukar untuk surga, melainkan hanya rahmat-Nya yang membawa kita ke surga.”

3 Poin Penting:

  • Momen Lingkaran Penuh: Film “Seni Merayu Tuhan” yang diadaptasi dari buku karya Habib Ja’far menggelar peluncurannya di Perpusnas sebagai simbol kembalinya karya film ke akar literasi.

  • Pesan Filosofis Film: Cerita ini membawa pesan spiritual yang mendalam bahwa hubungan manusia dengan Tuhan harus didekati secara romantis, tulus, dan penuh keindahan.

  • Misi Edukasi dan Hiburan: Proyek film garapan sutradara Cesa David Luckmansyah yang dibintangi Ari Irham ini bertujuan mempromosikan sinema berkualitas sekaligus meningkatkan minat baca digital maupun fisik masyarakat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan