Pesona pariwisata Indonesia ternyata makin tidak ada habisnya buat memikat hati para pelancong internasional.
Menariknya, para turis asing kini punya cara baru yang dianggap lebih estetik dan seru untuk mengeksplorasi keindahan alam Nusantara, yakni dengan menggunakan transportasi kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan adanya lonjakan signifikan pada jumlah wisatawan mancanegara yang memilih moda transportasi rel ini sepanjang Semester I 2026.
Berdasarkan data resmi dari perusahaan pelat merah tersebut, tercatat sebanyak 308.874 turis asing telah memanfaatkan layanan KA Jarak Jauh untuk berpindah antar-destinasi.
Angka performa ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,54 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mentok di angka 301.219 penumpang.
Tren ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan transportasi publik dalam negeri sudah semakin diakui oleh komunitas global.
Daftar Stasiun Favorit Bule, Gambir dan Yogyakarta Kejar-Kejaran
Dari total ratusan ribu pelancong dunia tersebut, mayoritas di antaranya memilih untuk memulai petualangan mereka dari beberapa stasiun utama di Pulau Jawa.
Data internal KAI memaparkan bahwa ada 10 stasiun dengan tingkat keberangkatan turis asing paling padat di Indonesia.
Hebatnya, gabungan dari sepuluh titik keberangkatan tersebut sukses menyumbang sebanyak 201.915 pelanggan, atau menguasai sekitar 65,37% dari total pangsa pasar wisata kereta.
Stasiun Gambir di Jakarta berada di posisi puncak dengan melayani 50.067 wisman, ditempel ketat oleh Stasiun Yogyakarta yang mencatatkan 49.202 penumpang.
Di peringkat berikutnya, Stasiun Bandung mengamankan posisi ketiga dengan raihan 28.078 pelanggan.
Menariknya, Stasiun Malang dan Stasiun Probolinggo juga sukses menembus daftar sepuluh besar berkat lokasinya yang menjadi gerbang utama menuju destinasi wisata Gunung Bromo yang sudah tersohor ke penjuru dunia.
Bukan Sekadar Alat Transportasi, Kereta Jadi Bagian Cerita Liburan
Meningkatnya minat para turis asing ini tidak lepas dari pergeseran cara pandang mereka terhadap esensi sebuah perjalanan liburan. Kereta api kini tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai sekadar alat transportasi pemindah badan dari satu kota ke kota lain.
Bagi para petualang internasional, durasi waktu yang dihabiskan di dalam gerbong justru menjadi bagian dari pengalaman petualangan visual yang sangat berkesan dan wajib diabadikan.
Melalui balik jendela kaca gerbong eksekutif yang nyaman, para pelancong disuguhkan bentangan panorama alam Indonesia yang sangat memesona secara langsung.
Mulai dari hamparan hijau persawahan subur, kemegahan barisan pegunungan, aliran sungai yang jernih, hingga dinamika kawasan perkotaan modern tersaji secara bergantian.
Bahkan, lintasan yang melewati bangunan-bangunan bersejarah (heritage) memberikan nilai edukasi tersendiri bagi para penumpang luar negeri tersebut.
Pertumbuhan Masif Sejak Pandemi dan Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal
Jika ditarik garis linier dalam beberapa tahun ke belakang, grafik pertumbuhan jumlah penumpang wisman ini memang tergolong sangat masif.
KAI mencatat pada tahun 2022 jumlahnya hanya berada di angka 300.708 pelanggan, lalu meroket tajam menjadi 580.995 pada 2023.
Tren positif tersebut terus berlanjut hingga menyentuh angka 694.123 pelanggan sepanjang tahun 2025, yang artinya mengalami lonjakan pertumbuhan luar biasa sebesar 130,83 persen dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Dampak domino dari kehadiran para turis yang hobi naik kereta ini ternyata membawa angin segar bagi ekosistem perekonomian di sekitar stasiun.
Aktivitas belanja dan mobilitas para pelancong ini secara langsung ikut menggerakkan geliat bisnis perhotelan, sentra kuliner lokal, penyedia jasa pemandu wisata, hingga pelaku UMKM setempat.
Dengan integrasi aplikasi modern seperti Access by KAI, proses pemesanan tiket pun kini menjadi jauh lebih mudah dan inklusif bagi siapa saja.
Statement:
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI
“Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan, hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan agar semakin banyak turis asing memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya.”
3 Poin Penting:
-
Lonjakan Penumpang Asing: Sebanyak 308.874 turis asing menggunakan layanan KA Jarak Jauh selama Semester I 2026, meningkat 2,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
-
Stasiun Hub Terfavorit: Stasiun Gambir dan Stasiun Yogyakarta menjadi dua titik keberangkatan paling favorit bagi wisatawan mancanegara dengan total kontribusi dominan.
-
Dampak Ekonomi Domino: Tren wisata menggunakan kereta api ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM di sekitar sirkuit destinasi wisata.



