Membaca dinamika balapan Formula 1 di Sirkuit Silverstone kemarin malam memang sukses bikin jantungan para penggemar balap.
Keputusan tim Ferrari menarik Lewis Hamilton ke area pit saat Safety Car mengudara di sisa lap akhir Grand Prix Inggris memicu perdebatan sengit.
Gara-gara strategi tersebut, pembalap kawakan asal Inggris ini harus rela kehilangan posisi kedua dan finis di podium ketiga tepat di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, serta George Russell dari Mercedes.
Momen krusial ini terjadi pada lap ke-47 setelah jet darat milik Max Verstappen dari tim Red Bull terperosok ke area pembatas gravel trap. Insiden tersebut memaksa pemandu lintasan mengerahkan Safety Car demi mengamankan sirkuit dari serpihan berbahaya.
Kedua pembalap Ferrari sebenarnya langsung masuk ke pit untuk mengganti ban baru, namun saat Leclerc sukses mempertahankan posisi terdepan, Hamilton justru keluar di belakang Russell yang memilih bertahan di lintasan.
Taruhan Strategi yang Berakhir Antiklimaks
Skuat Kuda Jingkrak awalnya sangat optimistis bahwa balapan akan kembali dimulai secara normal pasca-insiden sebelum putaran final usai.
Dalam skenario tersebut, Hamilton yang sudah dipersenjatai dengan kompon ban segar diharapkan mampu menyalip Russell dengan mudah dan bahkan menantang Leclerc untuk merebut kemenangan.
Sialnya, ekspektasi tim asal Maranello ini buyar total karena Grand Prix Inggris justru resmi berakhir dalam kondisi Safety Carhingga bendera finis dikibarkan.
Kontroversi Jump Start dan Penalti Keras
Jalan balapan bagi Hamilton sendiri sebenarnya dipenuhi drama meliuk-liuk sejak detik pertama lampu start padam. Pembalap legendaris ini sempat dijatuhi penalti waktu lima detik oleh pengawas balapan karena dinilai melakukan kesalahan saat start (jump start).
Kendati demikian, Hamilton tampil sangat solid dan tetap mampu mempertahankan posisi podiumnya meski sempat ada isu pelanggaran terkait bendera kuning di sisa balapan.
Mengenai masalah sanksi awal tersebut, Fred Vasseur menilai keputusan juri sirkuit terkesan agak berlebihan bagi timnya.
Menurutnya, penalti waktu lima detik tersebut dirasa cukup keras mengingat indikator elektronik pada mobil tidak menunjukkan adanya pelanggaran fatal.
Amankan Poin Krusial di Klasemen Dunia
Meskipun harus puas membawa pulang trofi peringkat ketiga di balapan kandangnya, Hamilton terbukti sukses mengamankan pundi-pundi poin yang sangat berharga.
Tambahan poin dari Silverstone ini membuat posisinya di peringkat ketiga klasemen kejuaraan pembalap dunia semakin kokoh. Keuntungan ini kian berlipat ganda karena sang rival utama di papan klasemen gagal mendulang poin sama sekali.
Kini, jarak poin antara Hamilton dengan pembalap muda Italia, Andrea Kimi Antonelli, terpangkas signifikan menjadi hanya selisih 32 poin saja.
Dengan sisa musim balap yang masih panjang, keputusan strategis Ferrari yang sempat dinilai merugikan ini justru menjadi modal krusial untuk terus menempel ketat perebutan takhta juara dunia F1 musim ini.
Statement:
Fred Vasseur, Team Principal Ferrari
“Anda bisa mendiskusikan tentang Lewis apakah keputusan untuk masuk pit itu tepat. Namun, jika kami tidak masuk pit, Russell yang akan masuk untuk mengganti ban Soft dan mengancam semua ban Hard di depannya.”
“Kami sedikit terkejut bahwa Safety Car bertahan begitu lama. Jika saya harus mengulang momen itu sekarang, saya akan tetap mengambil keputusan yang sama demi memanfaatkan peluang poin.”
“Dari sensor data internal, kami sama sekali tidak melihat mobil bergerak di petak grid, meski di tayangan video memang terlihat stiker pada ban sedikit bergeser.”
3 Poin Penting:
-
Keputusan Strategi Pit: Ferrari menegaskan tidak menyesal menarik Lewis Hamilton ke pit saat Safety Carkeluar, meskipun strategi ini gagal total karena balapan berakhir tanpa adanya restart.
-
Pembelaan Terhadap Penalti: Fred Vasseur menilai penalti lima detik yang diterima Hamilton akibat dugaan jump start terlalu keras karena sensor resmi tidak mendeteksi adanya pergerakan mobil di grid.
-
Dampak Klasemen Pembalap: Keberhasilan meraih podium ketiga di GP Inggris membuat Hamilton memangkas jarak menjadi 32 poin dari Andrea Kimi Antonelli yang gagal finis di zona poin.



![Red Bull Racing [dok. crash]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/9840e8ac95efe3ceed9a0f1978315369-300x181.png)