Search

Bikin Elon Musk Ketar-ketir! China Kucurkan Rp17 Triliun demi Saingi Starlink

Kamis, 9 Juli 2026

Spacesail china (ist)

Persaingan teknologi ruang angkasa global dipastikan bakal semakin memanas dalam beberapa waktu ke depan.

Negeri Tirai Bambu, China, dilaporkan semakin ambisius dalam pencariannya untuk menggulingkan dominasi pasar satelit global yang selama ini dikuasai oleh perusahaan milik Elon Musk, Starlink.

Tidak main-main, demi menumbangkan hegemoni tersebut, pemerintah China dikabarkan bersedia menghabiskan dana fantastis hingga sekitar 6,7 miliar yuan atau setara dengan Rp17 triliun untuk mendanai mega proyek ini.

Suntikan dana jumbo dari pemerintah tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendukung perkembangan proyek konstelasi satelit yang bernama SpaceSail.

Proyek yang juga populer dengan nama Qianfan ini dikembangkan secara serius oleh Teknologi Satelit Shanghai Spacecom sejak tahun 2023 silam.

Dukungan masif dan investasi berskala besar ini menjadi bukti otentik bahwa China tidak ingin membiarkan barat melenggang sendirian menguasai jaringan internet satelit dunia.

Sokongan Dana Pemerintah Shanghai dan Akademi Sains Tingkat Tinggi

Lantas, apa yang membuat proyek alternatif penantang Starlink ini begitu percaya diri alias “PD” untuk bersaing dengan ribuan satelit milik Elon Musk di orbit Bumi?

Kuncinya terletak pada integrasi penuh antara birokrasi pemerintah dan lembaga riset terbaik.

Berdasarkan laporan terkini, pendanaan awal untuk proyek SpaceSail ini mengalir langsung dari kantong Pemerintah Kota Shanghai yang berkolaborasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Sinergi finansial dan keahlian ilmiah ini memberikan fondasi yang sangat kokoh bagi pengerjaan infrastruktur ruang angkasa mereka.

SpaceSail tidak sekadar menjadi proyek komersial biasa, melainkan sudah menjelma sebagai agenda strategis nasional China untuk mengamankan kedaulatan digital dan jaringan komunikasi masa depan.

Dengan modal yang melimpah, kecepatan produksi dan peluncuran satelit mereka diprediksi akan melonjak drastis.

Ambisi Kecepatan Produksi demi Merebut Orbit Rendah Bumi

Untuk bisa menandingi ribuan armada satelit Starlink yang sudah lebih dulu mengangkasa, proyek Qianfan mengandalkan efisiensi manufaktur yang menjadi keunggulan industri China.

Pengembangan komponen yang dilakukan oleh Teknologi Satelit Shanghai Spacecom dirancang untuk dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat.

Langkah taktis ini diambil agar mereka bisa segera mengisi slot orbit rendah Bumi (LEO) yang jumlahnya terbatas sebelum keduluan oleh kompetitor lain.

Selain urusan kuantitas, aspek teknologi konektivitas broadband yang diusung oleh SpaceSail diklaim sangat kompetitif dan mampu menawarkan kecepatan internet yang stabil untuk area-area terpencil.

Pendekatan ini sengaja dilakukan untuk menarik minat negara-negara berkembang yang membutuhkan akses digital terjangkau namun andal. Alhasil, konstelasi satelit ini berpotensi menjadi opsi alternatif yang sangat menggiurkan bagi pasar global.

Babak Baru Perang Dingin Teknologi Jaringan Internet Global

Kehadiran SpaceSail secara otomatis mengubah peta kompetisi bisnis antariksa internasional menjadi lanskap yang bipolar.

Pengamat menilai bahwa pertarungan ini bukan lagi sekadar urusan bisnis antara dua korporasi, melainkan adu gengsi teknologi tinggi antara blok barat dan blok timur.

Persaingan ketat dalam menyediakan layanan internet berbasis satelit ini dipastikan akan membawa dampak besar bagi perkembangan ekosistem digital di berbagai belahan dunia.

Bagi masyarakat global, rivalitas sengit ini tentu membawa angin segar karena monopoli pasar berpotensi runtuh dan melahirkan harga layanan yang lebih bersahabat.

Pengembang lokal di China pun terus dikejar target agar fase peluncuran konstelasi satelit komersial ini bisa berjalan sesuai lini masa yang ditetapkan.

Menarik untuk dinantikan apakah investasi triliunan rupiah ini mampu melengserkan posisi Starlink dari takhta tertinggi industri satelit dunia.

3 Poin Penting:

  • Investasi Jumbo China: Pemerintah China mengucurkan dana sebesar 6,7 miliar yuan atau sekitar Rp17 triliun untuk mendanai proyek konstelasi satelit SpaceSail (Qianfan) demi menantang dominasi global Starlink milik Elon Musk.

  • Sinergi Instansi Strategis: Proyek yang digarap oleh Teknologi Satelit Shanghai Spacecom sejak 2023 ini mendapatkan suntikan dana awal dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Shanghai serta Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

  • Persaingan Orbit Bumi: Investasi fantastis ini bertujuan untuk mempercepat produksi massal dan peluncuran satelit ke orbit rendah Bumi guna merebut pangsa pasar internet satelit internasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan