Search

Ilmuwan Temukan Inti Planet Sempat Berhenti Berputar dan Mulai Balik Arah

Kamis, 16 Juli 2026

Ilustrasi bumi dan matahari (shutterstock)

Jagak raya sains kembali dibuat geger oleh sebuah fenomena alam luar biasa yang terjadi tepat di bawah kaki kita.

Laporan terbaru dari para ilmuwan mengungkapkan bahwa inti dalam Bumi dilaporkan sempat berhenti berputar dan diduga kuat mulai bergerak ke arah yang berlawanan.

Kabar ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan akademisi karena perubahan ekstrem pada organ internal planet ini disinyalir dapat memengaruhi ritme kehidupan manusia di permukaan.

Temuan mencengangkan tersebut resmi dipublikasikan melalui jurnal ilmiah bereputasi, Nature Geoscience.

Dalam studi komprehensif itu, tim peneliti dari Universitas Peking, China, berhasil mengungkap adanya anomali besar pada bagian inti Bumi yang mengindikasikan terjadinya perubahan pola rotasi secara berkala dalam skala puluhan tahun atau dekade.

Data ini membuka cakrawala baru mengenai dinamika bawah tanah yang selama ini masih menjadi misteri besar bagi peradaban modern.

Rahasia Gelombang Seismik dan Perlambatan Gerak Inti Bumi

Untuk memahami isi perut planet kita, penting untuk diketahui bahwa struktur inti Bumi terbagi menjadi dua lapisan utama, yaitu lapisan luar yang bersifat cair dan lapisan dalam yang berwujud padat.

Bagian terdalam yang padat ini terbuat dari material besi murni dan terus berputar secara aktif secara mandiri. Pergerakan dinamis inilah yang menjadi motor penggerak utama bagi berbagai sistem geofisika yang melindungi serta menopang kestabilan Bumi.

Dua seismolog terkemuka di balik penelitian ini, Yi Yang dan Xiaodong Song, mengamati fenomena ini secara detail dengan cara menganalisis riwayat gelombang seismik Bumi.

Mereka membedah perbedaan bentuk gelombang serta waktu tempuh saat terjadi gempa Bumi yang melewati jalur yang sama sejak periode tahun 1960-an.

Secara spesifik, rangkaian data gempa Bumi yang diselidiki secara intensif oleh tim peneliti ini terjadi mulai rentang tahun 1995 hingga tahun 2021.

Siklus Pembalikan Rotasi Tiap Tujuh Dekade yang Misterius

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, ditemukan fakta menarik bahwa sebelum tahun 2009, rotasi pada inti padat Bumi ternyata berputar sedikit lebih cepat daripada permukaan dan bagian mantel planet.

Namun, kecepatan putaran tersebut secara konstan terus melambat hingga akhirnya benar-benar sempat berhenti total sekitar tahun 2009. Perubahan mendadak ini memicu efek domino terhadap karakteristik perputaran Bumi secara makro.

Tim peneliti meyakini bahwa hasil pengamatan seismik tersebut berkaitan erat dengan siklus pembalikan arah rotasi inti yang terjadi secara periodik setiap tujuh dekade.

Fenomena pembalikan serupa dilaporkan pernah terjadi sebelumnya pada awal era tahun 1970-an silam. Pergeseran periodik ini membuktikan bahwa perut Bumi memiliki ritme mekanis tersendiri yang bekerja dalam siklus jangka panjang.

Efek Domino pada Panjang Hari dan Interaksi Antarlapisan

Lebih lanjut, tim ilmuwan menjelaskan bahwa variasi volatilitas pada rotasi inti padat ini berhubungan langsung dengan perubahan kecil pada pengamatan geofisika di permukaan luar.

Pengaruh nyata dari perubahan rotasi ini berdampak pada variasi jumlah waktu yang dihabiskan oleh Bumi saat berputar pada sumbu utamanya.

Dampak konkretnya, manusia yang hidup di permukaan planet akan merasakan waktu panjang hari yang sedikit berubah-ubah alias fluktuatif dari biasanya.

Para penulis studi akhirnya menyimpulkan bahwa fluktuasi rotasi inti yang berjalan selaras dengan sejumlah perubahan periodik ini menunjukkan adanya interaksi yang sangat kuat antarlapisan Bumi yang berbeda satu sama lain.

Penemuan ini menjadi jembatan krusial untuk membantu para ahli memahami lebih dalam tentang apa yang terjadi di bagian bawah Bumi dan bagaimana hal itu akhirnya memengaruhi stabilitas di permukaan tempat tinggal manusia.

Statement:

Yi Yang dan Xiaodong Song, Tim Peneliti Seismolog Universitas Peking, China

“Temuan kami menunjukkan adanya anomali pada inti Bumi yang mengindikasikan perubahan pola rotasi dalam skala puluhan tahun (dekade). Kami juga menambahkan temuan ini dapat membantu memahami apa yang terjadi di bagian bawah Bumi dan akhirnya memengaruhi permukaan. Fluktuasi rotasi inti sejalan dengan sejumlah perubahan periodik menunjukkan interaksi antara lapisan pada Bumi yang berbeda satu sama lain.”

3 Poin Penting:

  • Fenomena Rotasi Inti Bumi: Inti dalam Bumi yang padat dan terbuat dari besi sempat melambat lalu berhenti berputar sekitar tahun 2009, dan kini diduga mulai berotasi ke arah sebaliknya.

  • Siklus Periodik Tujuh Dekade: Perubahan arah gerak ini diyakini merupakan bagian dari siklus geofisika rutin tujuh puluh tahunan yang sebelumnya juga pernah terdeteksi pada awal era 1970-an.

  • Dampak pada Panjang Hari: Perubahan kecepatan dan arah rotasi inti Bumi ini memengaruhi waktu putaran planet pada porosnya, yang berakibat pada fluktuasi atau perubahan kecil panjang hari bagi manusia.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan