Search

Astronom Temukan Eksoplanet Berbatu dengan Atmosfer di Zona Layak Huni

Senin, 20 Juli 2026

Ilustrasi planet LHS 1140 b (ist)

Kabar super heboh datang dari jagat astronomi internasional yang baru saja mencatat sejarah monumental baru.

Para ilmuwan berhasil mendeteksi keberadaan atmosfer nyata di sekitar sebuah planet berbatu misterius yang berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi.

Planet luar tata surya yang diberi nama LHS 1140 b ini langsung memicu pembicaraan hangat karena posisinya yang sangat strategis.

Planet ini diketahui mengorbit tepat di zona layak huni bintang induknya, sebuah wilayah kosmik yang suhunya dinilai pas untuk menopang kehidupan.

Penemuan masif ini menjadi sangat viral lantaran LHS 1140 b tercatat sebagai planet berbatu pertama di zona layak huni yang atmosfernya berhasil dideteksi dan dikonfirmasi secara langsung oleh teknologi manusia.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, atmosfer yang menyelimuti planet ini terbukti memiliki kandungan helium yang signifikan.

Karakteristik langka tersebut menjadikan LHS 1140 b sebagai kandidat terkuat dalam daftar pencarian planet alternatif yang mampu memenuhi kriteria tempat tinggal makhluk hidup dibanding objek langit lain yang pernah ditemukan.

Terjebak di Zona Goldilocks dan Karakteristik Mirip Bumi

Eksoplanet unik ini sebenarnya bukan barang baru, sebab pertama kali ditemukan pada tahun 2017 oleh tim astronom yang dipimpin oleh Jason Dittmann.

Namun, keterbatasan teknologi kala itu membuat para ilmuwan harus menunggu hampir sepuluh tahun lamanya untuk bisa mengonfirmasi lapisan udara di sana.

LHS 1140 b diketahui mengorbit sebuah bintang katai merah yang berukuran lebih kecil serta bersuhu jauh lebih dingin daripada Matahari kita.

Meski begitu, karena jarak orbitnya yang sangat dekat, planet ini sukses mempertahankan suhunya di zona Goldilocks, wilayah di mana air berwujud cair berpotensi besar menggenang di permukaannya.

Meskipun bukan merupakan kembaran yang identik 100 persen dengan Bumi, LHS 1140 b memiliki dua kesamaan fundamental yang membuatnya layak disebut mirip planet kita.

Pertama, komposisi strukturnya didominasi oleh material berbatu dengan indikasi kuat memiliki inti besi yang masif serta diselimuti oleh lapisan atmosfer.

Kedua, tingkat temperaturnya berada di batas yang ideal untuk mempertahankan keberadaan air cair, yang merupakan elemen paling esensial dan mutlak bagi perkembangan awal mula kehidupan biologis.

Tantangan Bintang Katai Merah dan Ketahanan Atmosfer Miliaran Tahun

Keberhasilan mendeteksi atmosfer di planet ini dinilai sebagai keajaiban sains karena prosesnya yang sangat rumit dan penuh tantangan bagi para peneliti antariksa.

Selama lebih dari 30 tahun sejak eksoplanet pertama dikonfirmasi, ilmuwan telah memetakan lebih dari 6.000 planet luar tata surya, namun baru kali ini mereka menemukan atmosfer utuh di planet berbatu pada zona layak huni.

Tantangan terbesarnya terletak pada karakter bintang katai merah yang diorbit oleh LHS 1140 b, yang terkenal sangat aktif dan hobi melepaskan radiasi ekstrem.

Bintang jenis ini umumnya rutin memuntahkan jilatan api matahari (solar flare) serta lontaran massa korona yang sangat dahsyat.

Radiasi mematikan tersebut biasanya akan langsung menyapu bersih dan mengikis habis lapisan atmosfer dari planet berbatu mana pun yang berada di dekatnya.

Oleh karena itu, fakta bahwa LHS 1140 b masih memiliki atmosfer tebal menjadi bukti bahwa planet ini memiliki sistem pertahanan magnetik atau kondisi geologis yang luar biasa tangguh.

Potensi Kehidupan Astrobiologi

Kendati kombinasi planet berbatu, kepemilikan atmosfer, dan zona layak huni ini otomatis memicu spekulasi tentang eksistensi alien atau kehidupan asing, para ilmuwan menegaskan bahwa saat ini mereka masih kekurangan data konkret untuk menarik kesimpulan sejauh itu.

Namun yang pasti, LHS 1140 b kini resmi menjadi laboratorium alam terbaik untuk mempelajari masa depan astrobiologi.

Statement:

Collin Cherubim, penulis utama penelitian

“Kami benar-benar mendeteksi langsung helium di atmosfer itu dan ini adalah deteksi langsung pertama untuk eksoplanet berbatu mana pun. Lalu ada bonus tambahan ia di zona layak huni, yang sangat menggembirakan bagi astrobiologi, studi kelayakan huni, dan pencarian kehidupan. Penemuan ini adalah hal besar karena menunjukkan bahwa setidaknya planet berbatu yang satu ini mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun.”

Jason Dittmann, penulis penelitian

“Planet ini ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu, dan baru sekarang kita bisa mengatakan, ‘oke, itu adalah sebuah atmosfer’.”

3 Poin Penting:

  • Deteksi Atmosfer Pertama: LHS 1140 b menjadi eksoplanet berbatu pertama di zona layak huni yang atmosfernya (mengandung helium) berhasil dideteksi langsung oleh astronom setelah 10 tahun sejak awal penemuannya.

  • Kemiripan Struktur dengan Bumi: Planet yang berjarak 48 tahun cahaya ini dinilai mirip Bumi karena memiliki komposisi berbatu, diperkirakan berinti besi, serta memiliki suhu ideal di zona Goldilocks yang memungkinkan air wujud cair eksis.

  • Ketahanan Radiasi Ekstrem: Penemuan ini membuktikan bahwa sebuah planet berbatu mampu mempertahankan lapisan atmosfernya selama miliaran tahun, meskipun terus-menerus dihantam radiasi ekstrem dan jilatan api dari bintang katai merah.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan