Langkah kontroversial pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali memicu gelombang sorotan tajam dari publik dan netizen Indonesia.
Setelah secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mendampingi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai kuasa hukum, sang pengacara justru harus menghadapi imbas pahit di dunia maya.
Akun Instagram pribadinya dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengikut (followers) secara drastis hanya dalam hitungan hari pasca-pengumuman tersebut.
Aksi lepas ikatan (unfollow) berjemaah ini menjadi bentuk protes terbuka dari sebagian masyarakat yang kecewa atas keputusan hukum yang diambil oleh sang pengacara senior.
Berbagai reaksi pro dan kontra bermunculan di lini masa media sosial. Unggahan statistik mengenai grafik penurunan pengikut Hotman pun mendadak viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan anak muda pencinta kabar hangat dunia hiburan dan hukum.
Penurunan Nyaris 50 Ribu Followers Hanya dalam Waktu Dua Hari
Berdasarkan data pantauan statistik dari platform Social Blade yang dibagikan oleh akun X @seduhtehnya, grafik pengikut Instagram Hotman Paris mulai menunjukkan tren penurunan tajam sejak Sabtu.
Pada hari tersebut, tercatat ada sebanyak 29.466 akun yang memutuskan berhenti mengikuti akun pengacara ternama ini. Tren negatif tersebut terus berlanjut pada hari Minggu, di mana sebanyak 15.898 akun lainnya kembali melakukan unfollow secara berturut-turut.
Padahal, jika merujuk pada histori data sepekan sebelum insiden penunjukan ini terjadi, performa akun Instagram Hotman Paris masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan tambahan sekitar 2.000 pengikut baru setiap harinya.
Namun, keputusan membela Febrie Adriansyah dalam pusaran kasus korupsi langsung mengubah dinamika tersebut secara drastis.
Kolom komentar pada unggahan terbarunya kini dipenuhi oleh deklarasi netizen yang mengaku sudah kapok dan memilih untuk tidak lagi mengikuti akunnya.
Sentilan Menohok Sang Putra Terkait Citra Bantuan Hukum
Langkah Hotman Paris rupanya tidak hanya memancing emosi publik luas, tetapi juga memicu konflik internal di dalam keluarganya sendiri.
Putranya, Frank Alexander Hutapea, secara mengejutkan melayangkan kritik pedas dan terbuka terhadap manuver sang ayah melalui kolom komentar media sosial.
Frank secara terang-terangan menyindir klaim ayahnya yang mengaku menangani kasus tersebut tanpa memungut bayaran sama sekali.
Kritikan bernada tajam dari sang putra kandung ini sontak menjadi bahan perbincangan panas di kalangan publik. P
ernyataan Frank seolah membongkar dinamika internal keluarga sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan pandangan yang sangat mendalam antara ayah dan anak terkait motivasi di balik penanganan kasus-kasus hukum berprofil tinggi yang kerap ditangani oleh Hotman.
Pendampingan Kasus Kejaksaan Agung dan Babak Baru Dinamika Media Sosial
Hotman Paris diketahui resmi ditunjuk menjadi tim kuasa hukum Febrie Adriansyah pada pertengahan bulan ini dan langsung mendampingi kliennya menjalani tahapan pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Langkah hukum ini menjadi pusat perhatian nasional mengingat posisi Febrie Adriansyah yang memegang peranan penting dalam jajaran penegak hukum serta status perkaranya yang sedang dikawal ketat oleh publik.
Fenomena merosotnya jumlah pengikut Instagram sang pengacara menjadi bukti nyata betapa besarnya pengaruh opini publik digital terhadap persepsi tokoh publik saat ini.
Di era media sosial, keputusan profesi tidak lagi sekadar berdampak pada ruang sidang, tetapi juga berimbas langsung pada reputasi dan rekam jejak digital seseorang.
Hotman Paris kini harus berhadapan dengan konsekuensi ganda, baik di dalam ranah hukum formal maupun di arena opini publik digital.
Statement:
Frank Alexander Hutapea, putra Hotman Paris Hutapea
“Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention.”
3 Poin Penting:
-
Penurunan Drastis Followers: Akun Instagram Hotman Paris kehilangan puluhan ribu pengikut hanya dalam waktu dua hari setelah resmi mengumumkan dirinya sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
-
Kritik Pedas Anak Kandung: Frank Alexander Hutapea menyentil keputusan sang ayah di media sosial dan menyebut program bantuan hukum yang selama ini digembor-gemborkan hanya dijadikan alat pemasaran.
-
Dampak Keputusan Hukum: Langkah membela pejabat yang terjerat kasus hukum membuktikan besarnya imbas reaksi publik digital terhadap reputasi tokoh terkenal di platform media sosial.



