Dunia sepak bola internasional mendadak gempar dan siap-siap dibuat terpana! Bersamaan dengan peresmian Roberto Mancini sebagai allenatore baru timnas Italia, nama besar Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai entraineur anyar tim nasional Prancis.
Zizou menggantikan posisi Didier Deschamps dan langsung dihadapkan pada ujian berat nan emosional menghadapi skuad Azzurri yang kini diracik oleh Mancini.
Pertemuan perdana dua raksasa Eropa ini bakal tersaji dalam ajang sengit Grup 1 League A UEFA Nations League 2026-2027 di Stade de France, Saint-Denis, pada 2 Oktober mendatang.
Bagi Zidane—yang namanya melambung tinggi saat membela klub raksasa Serie A, Juventus (1996–2001)—pertandingan ini jelas memicu antusiasme tinggi yang sulit disembunyikan.
Buka Suara Soal Hubungan Spesial dengan Negeri Pisa
Daya tarik laga ini makin terasa berkat ikatan emosional Zidane dengan Italia. Selain pernah merajai Liga Italia, pertemuan ini juga membangkitkan nostalgia publik pada insiden ikonik final Piala Dunia 2006 silam antara dirinya dan bek tengah Italia, Marco Materazzi.
Kendati demikian, juru taktik berkepala plontos tersebut menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memberikan racikan strategi terbaik untuk Les Bleus.
Dalam sesi perkenalan resminya ke publik, mantan pelatih Real Madrid itu tidak sungkan membagikan rasa gembiranya.
Ia merasa laga kontra Italia selalu menyimpan tempat tersendiri di hatinya karena ikatan masa lalu dan penguasaan bahasa Italia yang masih melekat erat.
Bekal Panjang Lima Tahun dan Evaluasi Skuad Les Bleus
Rasa optimistis Zidane menunggangi kursi kepelatihan timnas Prancis tidak datang begitu saja.
Pelatih yang sukses menyumbangkan deretan trofi bergengsi bersama El Real ini mengaku sudah mengumpulkan modal berharga sepanjang lima tahun terakhir dengan rajin memantau perkembangan anak-anak Les Bleus dari dekat.
Menariknya, sosok yang juga ayah dari kiper timnas Aljazair di Piala Dunia 2026, Luca Zidane, ini menyebut intensitasnya menonton laga Prancis jauh lebih tinggi dibanding saat ia masih duduk di kursi pelatih Real Madrid.
Pengamatan mendalam ini membuatnya makin paham akan peta kekuatan serta potensi besar yang dimiliki skuad saat ini.
Potensi Besar Skuad Prancis dan Tantangan Puncak di Nations League
Berbekal analisis tajam serta pemahaman mendalam atas kekuatan para pemainnya, Zidane meyakini bahwa generasi Les Bleus saat ini memiliki modal materi pemain yang sangat kompetitif.
Racikan taktik anyar yang akan ia usung diprediksi bakal membuat permainan Prancis jauh lebih ofensif dan menarik untuk disaksikan.
Pertandingan melawan Italia asuhan Roberto Mancini di UEFA Nations League pun bakal menjadi panggung pembuktian perdana yang sangat krusial bagi kepemimpinan Zidane.
Para penggemar sepak bola dunia kini tidak sabar menantikan adu taktik dua legenda besar tersebut dalam memperebutkan takhta tertinggi di Eropa.
Statement:
Zinedine Zidane, Pelatih Timnas Prancis
“Laga melawan Italia memang spesial. Sebab, aku pernah main di sana. Aku juga mengenal banyak orang Italia. Lagi pula, aku juga bicara dengan bahasa Italia. Tetapi aku memang sudah mempersiapkan diri untuk empat laga pertamaku, termasuk lawan Italia.”
“Aku lebih banyak menonton laga Prancis dibandingkan saat aku jadi pelatih Real. Aku telah mengikuti timnas dengan seksama dan aku bisa mengatakan bahwa skuad saat ini punya potensi besar.”
3 Poin Penting:
-
Penunjukan Zidane dan Duel Kontra Italia: Zinedine Zidane resmi menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis dan siap melakoni laga emosional melawan Italia yang kini dilatih Roberto Mancini di UEFA Nations League 2026-2027.
-
Koneksi Emosional dengan Italia: Zidane memiliki ikatan batin yang kuat dengan Italia karena pernah membela Juventus, fasih berbahasa Italia, serta memiliki rekam jejak bersejarah di final Piala Dunia 2006.
-
Persiapan Matang Lima Tahun: Zidane mengaku telah mengamati perkembangan skuad Prancis secara intensif selama lima tahun terakhir dan sangat optimistis dengan potensi besar yang dimiliki Les Bleus saat ini.



