Search

Waspada Musim Kemarau! BMKG Peringatkan Bahaya Heatstroke dan Pentingnya Pertolongan Pertama

Senin, 3 Agustus 2026

Ilustrasi Heatstroke (ist)

Dinamika iklim serta musim kemarau yang melanda saat ini tercatat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Sejak beberapa bulan lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus gencar berkoordinasi lintas sektor guna mendorong langkah antisipasi serta mitigasi kekeringan secara masif.

Imbauan ini diberikan agar dampak buruk penurunan curah hujan tidak mengganggu stabilitas pangan, ketersediaan air bersih, hingga kesehatan publik.

Guna menekan dampak buruk dari perubahan iklim ini, BMKG memberikan rekomendasi khusus pada sektor pertanian, sumber daya air (SDA), hingga energi.

Para pelaku usaha tani diminta untuk segera menyesuaikan jadwal awal musim tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan kering.

Di sisi lain, pengelola SDA dan sektor energi juga diwajibkan mengalkulasi ketersediaan air baku serta mengantisipasi dinamika produksi listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Ancaman Penurunan Kualitas Udara dan Bahaya Sengatan Panas Ekstrem

Selain memicu kekeringan di berbagai daerah, kondisi minimnya curah hujan selama musim kemarau juga berdampak langsung pada penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan penyakit ISPA.

Tidak hanya itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena lonjakan suhu udara yang dapat memicu heatstroke.

Heatstroke sendiri merupakan kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh melebihi 40 derajat Celcius serta adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

Melalui keterangan resminya, pihak BMKG menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi puncak musim kemarau ini.

Mengenali Gejala Awal dan Langkah Pertolongan Pertama

Serangan heatstroke dapat memberikan dampak fatal bagi organ tubuh apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Beberapa gejala umum yang patut diwaspadai meliputi demam tinggi di atas 40 derajat Celcius, berkeringat deras, pusing, kulit memerah, lonjakan denyut nadi mendadak, hingga penurunan tingkat kesadaran atau pingsan.

Jika melihat seseorang mengalami gejala tersebut, pertolongan pertama harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan saraf hingga gagal ginjal.

Langkah awal pertolongan pertama yang sangat krusial adalah memindahkan penderita ke tempat yang lebih teduh dan sejuk untuk memotong paparan sinar matahari langsung.

Selanjutnya, berikan kompres dingin menggunakan handuk basah pada area pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan.

Apabila penderita dalam kondisi sadar penuh, berikan minum air putih secara bertahap untuk mengatasi dehidrasi akut, serta hindari pemberian obat penurun panas karena berisiko memperburuk kerusakan organ internal.

Tips Efektif Mencegah Heatstroke Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Supaya tetap aman dan nyaman beraktivitas di tengah terik matahari, ada beberapa tips pencegahan sederhana yang bisa kamu terapkan setiap hari.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan rajin meminum air sekitar 250 ml setiap satu jam sekali secara berkala tanpa menunggu rasa haus datang.

Mengonsumsi minuman isotonic juga dapat dijadikan opsi menarik untuk menggantikan cairan dan mineral tubuh yang hilang bersama keluarnya keringat.

Selain menjaga asupan cairan tubuh, gunakanlah pelindung fisik seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta pakaian longgar berbahan ringan dan berwarna terang.

Jangan lupa untuk selalu mengoleskan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 pada kulit dua jam sekali guna menghindari luka bakar sinar matahari.

Jika mulai merasa lemas atau pusing saat beraktivitas, segera luapkan waktu untuk beristirahat di ruangan ber-AC atau tempat yang teduh.

Kutipan:

Siaran Pers BMKG

“Minimnya curah hujan selama musim kemarau juga berdampak langsung pada penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan penyakit ISPA. Seluruh pihak diminta mewaspadai ancaman ini, sekaligus menyiapkan mekanisme respons cepat terhadap dinamika sebaran penyakit DBD, malaria, hingga bahaya heatstroke akibat cuaca panas ekstrem.”

“Di sektor kehutanan dan kebencanaan, kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wajib ditingkatkan.”

3 Poin Penting:

  • Peringatan Dampak Kemarau BMKG: BMKG mengimbau mitigasi kekeringan di sektor pertanian, SDA, dan energi, serta peringatan meningkatnya risiko penyakit ISPA dan heatstroke akibat cuaca panas ekstrem.

  • Definisi & Pertolongan Pertama Heatstroke: Heatstroke adalah kondisi darurat suhu tubuh di atas 40°C yang dapat diatasi dengan memindahkan penderita ke tempat teduh, mengompres area leher/ketiak, serta memberikan air minum bertahap jika penderita sadar.

  • Langkah Mencegah Sengatan Panas: Mencegah heatstroke dapat dilakukan dengan menjaga hidrasi tubuh (minum 250 ml/jam), memakai pakaian longgar berwarna terang, menggunakan sunscreen SPF 30, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan