Search

Kisah Unik Dibalik Kejayaan BCA! Kolaborasi Liem Sioe Liong dan Mochtar Riady yang Diawali Petunjuk Mistik Gunung Kawi

Senin, 3 Agustus 2026

Kuil Gunung Kawi (ist)

Siapa sangka, perjalanan sejarah bank swasta terbesar di Indonesia ternyata menyimpan kisah unik yang sangat menarik untuk diulas.

Pada tahun 1975, sebuah pertemuan tak terduga di atas awan dalam penerbangan menuju Hong Kong menjadi titik balik besar bagi industri perbankan nasional.

Dalam penerbangan tersebut, konglomerat Sudono Salim alias Liem Sioe Liong bertemu dengan bankir ulung Mochtar Riady dan saling bertukar pikiran mengenai rencana bisnis masa depan.

Dalam percakapan santai di dalam pesawat, Mochtar Riady mengutarakan impian besarnya untuk membangun sebuah bank baru yang solid.

Di saat yang sama, Liem Sioe Liong justru sedang kebingungan mencari sosok profesional yang tepat untuk mengelola tiga bank miliknya, yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA).

Melihat rekam jejak serta kapasitas mumpuni dari sosok Riady, Salim tanpa ragu langsung mengajaknya berkolaborasi untuk membesarkan BCA.

Strategi Bisnis Brilian dan Mitos Petunjuk Mistik Gunung Kawi

Di bawah kepemimpinan dingin Mochtar Riady, BCA bertransformasi pesat hingga berhasil mentas menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an.

Namun, di balik keputusan bisnis yang tampak sangat logis tersebut, ternyata ada cerita spiritual unik yang menjadi pertimbangan utama Om Liem.

Keputusan menunjuk Riady bukan sekadar didasarkan pada perhitungan rasional ekonomi belaka, melainkan juga dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal di Gunung Kawi.

Kawasan Gunung Kawi yang berlokasi di Jawa Timur memang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat bertapa dan mencari petunjuk spiritual.

Berdasarkan catatan sejarah, Liem Sioe Liong terbilang sangat rutin menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun.

Di sebuah kuil Tionghoa di sana, ia sering berdiam diri dan meminta petunjuk ramalan sebelum mengeksekusi proyek bisnis berskala raksasa.

Ritual Lidi Bambu dan Kepercayaan Feng Shui yang Membawa Cuan

Proses pengambilan keputusan spiritual yang dijalankan Om Liem dilakukan melalui ritual tradisional menggunakan tabung bambu berisi lidi khusus (ciau chim). Lidi yang jatuh kemudian dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal tepercaya.

Tidak hanya soal memilih mitra bisnis, kepercayaan terhadap unsur mistik dan ilmu feng shui juga diterapkan Salim saat menentukan lokasi kantor usahanya pada tahun 1968.

Bersama konglomerat “Gang of Four” (Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad), Salim bersikeras memilih ruangan sempit tanpa AC dengan satu meja dan dua kursi.

Tempat yang terkesan sangat sederhana tersebut diyakini memiliki feng shui keberuntungan yang sangat kuat.

Fondasi Kerajaan Bisnis Salim Group di Panggung Ekonomi Nasional

Keyakinan unik yang dipegang teguh oleh Om Liem tersebut perlahan namun pasti seolah terbukti dalam realita bisnis sehari-hari.

Perusahaan yang didirikan dari kantor sempit tersebut berkembang sangat masif dan menjadi cikal bakal berdirinya imperium raksasa Salim Group.

Sinergi antara keahlian manajerial Mochtar Riady dan intuisi bisnis Salim terbukti sukses mencetak sejarah besar dalam dunia perbankan Indonesia.

Kombinasi antara rasionalitas perhitungan bisnis, jaringan kerja yang luas, serta kepercayaan pada nilai-nilai tradisi menjadi keunikan tersendiri dari sosok konglomerat legendaris Indonesia ini.

Kisah ini mengajarkan bahwa di balik kesuksesan finansial bernilai triliunan rupiah, ada proses panjang yang penuh dengan intuisi, kerja keras, dan keyakinan mendalam yang melandasi setiap keputusan besar.

Kutipan:

Liem Sioe Liong (seperti dikutip dari buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) karya Richard Borsuk dan Nancy Chng.)

“Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan dia berkata kalau ‘aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mochtar.”

3 Poin Penting:

  • Awal Kolaborasi BCA: Pertemuan tak sengaja di pesawat menuju Hong Kong pada 1975 menjadi awal mula kerja sama Liem Sioe Liong dan Mochtar Riady dalam membesarkan BCA.

  • Pengaruh Petunjuk Spiritual: Keputusan Liem Sioe Liong memilih Mochtar Riady dan menentukan arah bisnis dipengaruhi oleh petunjuk peramal di Gunung Kawi melalui ritual lidi bambu.

  • Penerapan Feng Shui: Penggunaan ruangan sempit tanpa AC oleh Gang of Four pada 1968 dipercaya memiliki feng shui baik yang terbukti membawa kejayaan bagi Salim Group.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan