Dunia musik alternatif dan rock Tanah Air kembali diselimuti duka yang sangat mendalam.
Musisi legendaris sekaligus bassist dari grup musik kenamaan Pas Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, telah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung, pada Minggu (2/8/2026).
Isak tangis haru menyelimuti momen pelepasan almarhum yang dihadiri oleh jajaran keluarga, kerabat, hingga rekan-rekan musisi.
Iring-iringan jenazah almarhum Trisno tiba di lokasi pemakaman TPU Cikutra sekitar pukul 10.10 WIB dengan diantar menggunakan mobil ambulans resmi dari Viking Persib Club (VPC).
Setibanya di lokasi, peti jenazah langsung dibopong bersama oleh beberapa rekan dan sanak keluarga menuju liang lahat yang telah disiapkan.
Momen kepulangan musisi yang dikenal berjiwa hangat ini diiringi panjatan doa serta Isak tangis yang pecah saat prosesi penurunan jenazah berlangsung.
Ungkapan Doa Keluarga dan Sosok Almarhum yang Supel
Usai seluruh prosesi pemakaman usai dilaksanakan, gitaris Pas Band yang juga merupakan kakak kandung almarhum, Bengbeng, memberikan permohonan maaf serta mewakili keluarga besar yang ditinggalkan.
Bengbeng memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat dan para pencinta musik agar segala dosa almarhum dapat diampuni serta diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Mengenai karakter dan kenangan bersama sang adik semasa hidupnya, Bengbeng menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam di hadapan publik. Kehadiran Rekan Musisi dan Warisan Musik Progresif
Sejumlah insan musik ternama Indonesia turut memadati TPU Cikutra demi mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sederet musisi lintas genre tampak hadir memberi penghormatan terakhir, mulai dari Andi /rif, Ramdan Burgerkill, hingga seluruh personel Pas Band lengkap seperti sang vokalis Yuki serta drummer Sandy.
Suasana penuh kekeluargaan sangat terasa saat para sahabat memanjatkan doa bersama di atas pusara.
Peran almarhum Trisno di industri musik nasional, khususnya perjalanan karier Pas Band, diakui sangat vital oleh rekan-rekan sejawatnya.
Salah seorang kawan dekatnya mengenang bahwa almarhum merupakan sosok genius yang banyak menciptakan eksplorasi nada-nada bass yang kompleks dan unik.
Karya racikan almarhum sukses melahirkan deretan lagu hits bernuansa rock progresif yang melegenda di Tanah Air.
Sosok Humoristis dan Dedikasi Abadi untuk Blaster Pas
Selain keterampilannya mengolah intonasi instrumen bass yang rumit, kepribadian almarhum semasa hidup dikenal sangat cair dan penuh humor.
Kepergian almarhum Trisno Pas Band meninggalkan kenangan manis dan warisan musik yang bakal terus dihidupkan oleh para penggemar setia, Passer.
Dedikasi serta konsistensinya di panggung musik Indonesia akan selalu menginspirasi perkembangan generasi muda musik cadas Tanah Air. Selamat jalan Trisno Pas Band, karyamu abadi!
Statement:
Bengbeng, Gitaris Pas Band
“Saya memohon maaf kalau ada adik saya salah, mohon dimaafkan. Dan doakan juga semoga adik saya dilapangkan dan diterangkan di alam kuburnya dan ditempatkan di surga Allah. Adik saya itu orangnya supel, banyak temennya. Dia gampang gaul sama berbagai kalangan, dia lebih supel dan Alhamdulillah banyak yang bisa nemenin almarhum.”
3 Poin Penting:
-
Prosesi Pemakaman: Bassist Pas Band, Bambang Sutrisno (Trisno), resmi dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, pada Minggu (2/8/2026) pukul 10.10 WIB menggunakan ambulans Viking Persib Club.
-
Penghormatan Rekan Musisi: Prosesi pemakaman dihadiri jajaran musisi Tanah Air seperti Andi /rif, Ramdan Burgerkill, serta seluruh personel Pas Band (Yuki dan Sandy).
-
Pesan Keluarga & Peran Musik: Kakak almarhum, Bengbeng, memohon maaf atas kesalahan adiknya serta mengenang Trisno sebagai sosok yang supel, humoris, dan peracik nada bass progresif yang hits.



