Kabar tak sedap akibat dampak pemanasan global kembali mengguncang kawasan Asia Timur.
Negara Korea Selatan (Korsel) secara resmi mencatatkan rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah sejak sistem pencatatan cuaca dimulai lebih dari seabad yang lalu.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, otoritas setempat menerbitkan peringatan darurat dan mendesak masyarakat untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan demi keselamatan jiwa.
Gelombang panas yang membakar wilayah Korsel ini mencapai puncaknya di Kota Yangsan yang terletak di bagian tenggara negara tersebut.
Menurut data resmi Badan Meteorologi Korea di situs web resminya, suhu udara di Kota Yangsan meroket hingga menyentuh angka fantastis 42,5 derajat Celsius pada Minggu (3/8/2026) siang.
Kota ini tercatat menjadi pusat sengatan cuaca panas ekstrem setelah mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut.
Peringatan Darurat Gelombang Panas dan Serbuan Tempat Ber-AC
Tidak hanya Kota Yangsan, fenomena udara membakar ini turut menjangkau berbagai wilayah urban lainnya di Korsel. Kota-kota besar seperti Daegu dan Busan ikut merasakan kenaikan suhu yang melonjak drastis di atas 30 derajat Celsius.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini memaksa warga lokal memutar otak dan berbondong-bondong memadati pusat perbelanjaan, bioskop, hingga kafe yang dilengkapi fasilitas pendingin udara (AC) demi melarikan diri dari terik matahari.
Sengatan panas ekstrem ini berdampak langsung pada pola aktivitas harian para penduduk kota. Salah seorang pekerja kantoran muda asal Korsel, Ju Dong-yeol (27), mengungkapkan bagaimana dirinya berjuang bertahan di tengah cuaca mendidih tersebut.
Kategori Peringatan Baru dan Imbauan Ketat Otoritas Cuaca
Guna mengantisipasi dampak buruk lonjakan suhu global ini, pemerintah Korsel telah menempatkan lebih dari 20 wilayah di bawah status peringatan gelombang panas darurat.
Kategori peringatan darurat ini merupakan skema baru yang diterbitkan tahun ini untuk mengoptimalkan penanganan dampak kenaikan suhu ekstrem.
Status darurat ini otomatis diaktifkan saat suatu daerah diperkirakan bakal diterpa suhu menyengat antara 38 hingga 39 derajat Celsius sepanjang hari.
Melalui penerbitan status peringatan panas ini, Badan Meteorologi Korea secara tegas mengimbau publik untuk mengambil tindakan pencegahan mandiri.
Dampak Nyata Perubahan Iklim Global dan Fenomena El Nino
Sederet ilmuwan dan pakar iklim dunia memperingatkan bahwa frekuensi terjadinya peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas ini makin sering terjadi dan memiliki intensitas yang kian ganas akibat perubahan iklim buatan manusia.
Kondisi ini kian diperparah oleh kembalinya fenomena alami El Nino tahun ini, yang menaikkan suhu permukaan air Samudra Pasifik dan memicu lonjakan suhu udara secara global.
Krisis iklim ini rupanya tak hanya melanda kawasan Asia, melainkan juga merambah kawasan benua Eropa yang mengalami musim panas terik berkepanjangan dengan suhu menembus 40 derajat Celsius di wilayah selatan.
Fenomena rekor suhu di Korea Selatan ini menjadi pengingat nyata bagi seluruh masyarakat dunia akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi menekan laju pemanasan global.
3 Poin Penting:
-
Rekor Suhu Tertinggi: Korea Selatan mencatat rekor suhu panas tertinggi sepanjang sejarah seabad terakhir, di mana Kota Yangsan menyentuh angka 42,5 derajat Celsius pada Minggu (3/8/2026).
-
Peringatan Darurat Otoritas: Pemerintah Korsel mengaktifkan peringatan gelombang panas darurat di lebih dari 20 wilayah serta mendesak warga menghentikan aktivitas luar ruangan.
-
Pemicu Perubahan Iklim & El Nino: Para ilmuwan menegaskan fenomena ekstrem ini dipicu oleh perubahan iklim global akibat aktivitas manusia serta diperparah oleh fenomena El Nino.



