Penyanyi dan aktris papan atas Aura Kasih belakangan ini memang tampak makin selektif menerima pekerjaan di panggung hiburan tanah air.
Di balik kesibukan utamanya mengasuh sang buah hati, pelantun lagu hits Mari Bercinta ini rupanya sedang asyik menggeluti dunia baru yang tak biasa bagi kalangan selebriti.
Siapa sangka, wanita bertalenta ini telah memfokuskan energinya untuk membangun bisnis peternakan ayam serta sektor pertanian yang stabil selama empat tahun terakhir.
Keputusan besar untuk banting setir menjadi juragan ayam dan pemilik lahan pertanian ini diakuinya bukan sekadar ikut-ikutan tren sesaat.
Berawal dari latar belakangnya yang tumbuh besar di pedesaan, Aura Kasih mengaku tergerak untuk belajar mengelola usaha konvensional secara mandiri.
Meskipun sudah berjalan lumayan lama, ia memilih untuk tetap rendah hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengekspansi skala usahanya demi menjaga kualitas pengelolaan.
Fokus Ketahanan Pangan Mandiri Berbekal Pengalaman Pandemi
Langkah berani wanita asal Tasikmalaya ini masuk ke sektor riil ternyata dipicu oleh pengalaman berharga saat menghadapi masa pandemi beberapa tahun lalu.
Kesadaran akan pentingnya memiliki pasokan pangan sendiri membuat Aura Kasih berinisiatif mengalokasikan tabungannya untuk membeli aset produktif seperti area persawahan, kebun, hingga kandang peternakan ayam pedaging yang hasilnya kini sudah terasa stabil.
Pilihan untuk memproduksi daging ayam diakui sang penyanyi sebagai langkah strategis yang sangat masuk akal bagi pasar Indonesia.
Pasalnya, daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau serta paling tinggi tingkat konsumsinya oleh seluruh lapisan masyarakat harian.
Rangkul Warga Lokal dan Nikmati Hasil Panen Sendiri
Tidak cuma sekadar berinvestasi modal lepas tangan, Aura Kasih terjun langsung menjalin kolaborasi erat bersama warga setempat di area pertaniannya.
Ia menerapkan sistem bagi hasil dan pemberdayaan masyarakat lokal untuk menggarap lahan persawahan. Sebagian dari hasil panen kebunnya pun rutin ia nikmati sendiri dan diboyong ke Jakarta sebagai konsumsi keluarga.
Sejauh ini, berbagai jenis komoditas kebun seperti cabai hingga bermacam sayuran segar sudah berulang kali dipanen dari lahan miliknya.
Hubungan kerja sama yang harmonis dengan para petani lokal terbukti membuat bisnis pertanian yang dikelolanya berjalan stabil serta memberi dampak ekonomi positif bagi lingkungan sekitar.
Tak Ambisius Mengejar Cuan dan Tak Takut Kotor
Menjalani peran baru di area berlumpur dan kandang hewan sama sekali tidak membuat Aura Kasih merasa canggung atau risih. Baginya, bergelut dengan tanah dan suasana pedesaan sudah menjadi hal yang biasa sejak masa kecilnya di Tasikmalaya.
Prinsip usahanya pun tergolong sangat realistis, di mana ia lebih mengutamakan konsistensi serta stabilitas jangka panjang ketimbang memburu keuntungan instan yang berisiko tinggi.
Selain mengurus usaha, ia juga mulai menanamkan kecintaan pada alam kepada anak kesayangannya sejak usia dini melalui aktivitas bercocok tanam sederhana di rumah.
Transformasi Aura Kasih dari bintang panggung menjadi pengusaha peternakan ini membuktikan bahwa keberlanjutan bisnis ketahanan pangan dapat diraih oleh siapa saja yang mau belajar konsisten.
Statement:
Aura Kasih
“Aku dari 4 tahun yang lalu. Karena aku basic-nya dari kampung. Jadi memang penginnya coba bisnis di situ, belajar.”
“Aku masa ke bisnis lifestyle, itu nggak begitu suka. Aku tuh termasuk yang konvensional. Karena buat aku ya ketahanan pangan. At least ketahanan pangan mandiri dulu deh. Kalau ada duit beli sawah gitu.”
“Sebenarnya aku sama orang setempat saja. Kayak aku misalnya beli sawah tuh sharing juga sama warga setempat. Nanti beberapa kukasih ke warga, terus beberapa aku nyobain hasil tanah sendiri, dibawa ke Jakarta.”
“Aku tuh nggak suka ngejar duit yang gede-gede banget. Yang penting stabil. Jalannya lama pun nggak apa-apa, yang penting stabil saja.”
“Halah, aku basic-nya orang kampung. Dulu aku di kampung, di Tasik. Jadi sudah bergelut main di sawah, sudah biasa banget, jadi nggak apa-apa.”
3 Poin Penting:
-
Fokus Bisnis Konvensional: Aura Kasih telah 4 tahun menekuni bisnis peternakan ayam pedaging dan pertanian demi membangun ketahanan pangan mandiri.
-
Pemberdayaan Warga Lokal: Pengelolaan lahan sawah dilakukan lewat sistem berbagi hasil (sharing) dengan mengandalkan potensi dan keterlibatan warga setempat.
-
Prinsip Bisnis Stabil: Mengutamakan stabilitas usaha jangka panjang ketimbang keuntungan sesaat, serta tidak canggung bergelut di lingkungan sawah karena latar belakangnya.



