Dunia perbankan dan ekonomi nasional mendadak dihebohkan oleh peta persaingan pimpinan tertinggi bank sentral Republik Indonesia.
Dua nama ekonom senior kenamaan tanah air, Muhamad Chatib Basri dan Muliaman Darmansyah Hadad, kini santer dikabarkan masuk dalam radar calon kuat Gubernur Bank Indonesia (BI).
Bursa calon pengganti ini mengemuka setelah Perry Warjiyo secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (25/7/2026).
Untuk mengisi kekosongan nakhoda di bank sentral saat ini, posisi Gubernur Bank Indonesia diisi oleh Destry Damayanti yang bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS).
Transisi kepemimpinan ini menjadi fokus perhatian para pelaku pasar dan investor, mengingat peran vital Gubernur BI dalam menjaga kestabilan moneter nasional.
Kehadiran figur kuat dengan rekam jejak mumpuni dinilai sangat krusial demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.
Rekam Jejak Mentereng Chatib Basri dari Menteri Hingga Dewan Ekonomi Nasional

Nama Muhamad Chatib Basri tentu sudah tak asing lagi dalam jagat perekonomian Indonesia maupun kancah internasional.
Pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia yang berhasil meraih gelar Master dan Ph.D. dari Australian National University (ANU).
Saat ini, Chatib aktif bertugas sebagai Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Republik Indonesia yang berfokus memberikan masukan strategis terkait stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal.
Pengalaman karier pakar ekonomi ini terbilang sangat komplit, baik di lingkungan pemerintahan, akademisi, maupun lembaga keuangan global.
Chatib pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012 sebelum akhirnya dipercaya menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013–2014.
Pengalamannya sebagai Co-Chair Pandemic Fund di Bank Dunia makin memperkuat kapasitasnya dalam mengawal arah kebijakan ekonomi nasional yang inklusif.
Pengalaman Tiga Dekade Muliaman Hadad di Sektor Keuangan dan Diplomasi

Tak kalah mentereng, Muliaman Darmansyah Hadad juga menjadi kandidat kuat yang memperlihatkan jam terbang luar biasa di sektor finansial.
Tokoh kelahiran Bekasi, 3 April 1960 ini menuntaskan pendidikan doktor bidang Business and Economics di Monash University, Australia, serta menyabet gelar Master dari Harvard University.
Sosoknya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Bank Indonesia karena telah mengawali kariernya di bank sentral tersebut sejak tahun 1986.
Karier Muliaman melesat hingga menjabat sebagai Deputi Gubernur BI selama dua periode pada 2006–2012, meski dirinya belum pernah menduduki posisi Gubernur BI secara definitif.
Sepak terjangnya berlanjut saat dipercaya menjadi Ketua Dewan Komisioner pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012–2017, Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein (2018–2023), hingga kini ditunjuk memimpin Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan Akhir di Tangan Pemerintah Demi Stabilitas Ekonomi Nasional
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang pengawasan perbankan, kebijakan moneter, serta diplomasi investasi, Muliaman Hadad dan Chatib Basri dinilai sama-sama memiliki kualifikasi impian untuk memimpin Bank Indonesia.
Keduanya dipandang mampu membawa pembaruan strategi yang transparan, profesional, dan sanggup merespons tantangan pasar finansial modern.
Rekam jejak kepemimpinan mereka memberikan garansi kepercayaan tinggi bagi para pelaku industri keuangan tanah air.
Meski rumor dan spekulasi mengenai kedua figur papan atas ini kian berembus kencang di ruang publik, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah secara penuh.
Publik kini menantikan pengumuman resmi terkait nama calon definitif pengganti Perry Warjiyo yang akan diajukan.
Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap kokoh bertumbuh.
Statement:
Muhamad Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional & Mantan Menteri Keuangan RI
“Dalam posisi di Dewan Ekonomi Nasional, fokus kami adalah memberikan masukan strategis terkait stabilitas makroekonomi, kebijakan fiskal, dan iklim investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.”
Muliaman Darmansyah Hadad, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara & Mantan Deputi Gubernur BI
“Pengalaman panjang di Bank Indonesia, OJK, dan diplomasi menjadi modal penting. Kami memiliki komitmen penuh untuk membangun lembaga investasi yang profesional, transparan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.”
3 Poin Penting:
-
Bursa Calon Gubernur BI: Nama Chatib Basri dan Muliaman Hadad mencuat sebagai calon kuat Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri, dengan Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS).
-
Profil Mentereng Chatib Basri: Mantan Menteri Keuangan dan Kepala BKPM yang kini menjabat Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dengan kepakaran kuat di bidang makroekonomi dan investasi internasional.
-
Kiprah Panjang Muliaman Hadad: Tokoh senior dengan pengalaman 3 dekade di sektor keuangan, mantan Deputi Gubernur BI, Ketua DK OJK pertama, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara.



