Sosok Veda Ega Pratama, pembalap berbakat asal Gunungkidul, Yogyakarta, yang membela bendera Honda Team Asia ini sukses mencuri perhatian publik internasional sepanjang paruh pertama musim.
Performa konsisten serta gaya balapnya yang berani terbukti sanggup merepotkan para pembalap papan atas dunia di kelas Moto3.
Kiprah impresif Veda langsung melesat sejak seri pembuka di GP Thailand. Start dari posisi keempat, ia tampil sangat tenang hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan kelima.
\Dalam balapan debutnya tersebut, Veda secara sengit terlibat duel sengit memperebutkan podium melawan jajaran nama besar, seperti Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3, Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo, hingga pembalap senior Adrian Fernandez dari Leopard Racing.
Cetak Sejarah di GP Brasil dan Kebangkitan Manis di Lintasan Eropa
Sejarah baru bagi dunia balap Indonesia akhirnya resmi tercipta pada ajang GP Brasil. Hanya dalam penampilan keduanya di kejuaraan Moto3, Veda mengukir tinta emas sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menaiki podium Grand Prix usai menyegel finis ketiga.
Meski sempat mengalami nasib sial akibat kecelakaan highside di Austin pada seri berikutnya, Veda langsung bangkit secara spektakuler di Sirkuit Jerez dengan menembus lima besar usai merangkak naik dari posisi start ke-17.
Kecepatan luar biasa Veda makin tak terbendung setelah ia membukukan rekor Top Speed mencapai 222,2 km/jam di GP Spanyol. Tren positif tersebut terus berlanjut saat berlaga di Sirkuit Le Mans, Prancis.
Bertarung di bawah guyuran hujan deras, kejelian Veda menaklukkan trek basah membuah hasil manis. Ia kembali sukses mengamankan podium ketiga, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap muda yang sangat disegani di grid Moto3.
Perjuangan Pantang Menyerah dari Mugello Hingga Catatan Terbaik di Brno
Perjalanan Veda di lintasan balap Eropa terus diuji melalui berbagai tantangan berat dan strategi comeback yang memukau.
Pada GP Catalunya, Veda yang mengawali balapan dari grid ke-20 berhasil merangsek naik secara fantastis hingga mengamankan finis ketujuh.
Hasil solid juga terus diraih saat mengaspal di Mugello dengan finis kedelapan, meski sempat tertahan di posisi ke-16 pada GP Balaton Park akibat ganjaran Long Lap Penalty.
Puncak penampilan terbaik Veda pada paruh pertama musim ini tersaji di GP Brno, Ceko. Pembalap bernomor motor 9 tersebut terus memimpin di barisan terdepan untuk memperebutkan kemenangan utama.
Bahkan, Veda sukses membubuhkan rekor putaran balap tercepat (Best Race Lap) dengan rekor waktu 2 menit 04,524 detik pada lap keempat sebelum akhirnya menyegel posisi kelima di akhir lomba.
Konsistensi Poin dan Harapan Besar Mengarungi Paruh Kedua Musim
Meskipun sempat menelan pil pahit akibat crash di Tikungan 4 Sirkuit Assen saat sedang memimpin balapan, Veda mampu menutup paruh pertama musim dengan kepala tegak.
Raihan finis kedelapan pada GP Sachsenring di Jerman sukses menambah tabungan poinnya menjadi 90 poin.
Catatan impresif ini melontarkan posisi Veda ke peringkat keenam klasemen sementara pembalap Moto3, sekaligus menjadikannya satu-satunya penunggang motor Honda yang bertengger di jajaran sepuluh besar.
Dengan tersisa 11 balapan krusial di paruh kedua musim 2026, peluang Veda untuk terus mencetak rekor baru dan menambah pundi-pundi poin masih terbuka sangat lebar.
Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi sang rider muda untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di tangga podium internasional pada seri-seri mendatang.
Kutipan:
Laporan Resmi MotoGP™/Honda Team Asia
“Veda Ega Pratama tampil sangat impresif sepanjang paruh pertama musim ini. Keberhasilannya mengumpulkan 90 poin dan menjadi satu-satunya pembalap Honda di jajaran sepuluh besar klasemen sementara membuktikan potensi besarnya untuk terus bersaing di barisan depan Kejuaraan Dunia Moto3.”
3 Poin Penting:
-
Sejarah Podium Indonesia: Veda Ega Pratama mengukir sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix usai finis ketiga di GP Brasil dan GP Le Mans.
-
Pembalap Honda Terbaik: Veda berhasil mengumpulkan total 90 poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara Moto3, menjadi satu-satunya wakil pembalap Honda di posisi sepuluh besar.
-
Peluang di Paruh Kedua: Dengan 11 seri tersisa di paruh kedua musim 2026, Veda memiliki peluang besar untuk terus mendulang poin dan merebut podium tambahan.



