Search

Potret Menakjubkan dari ISS! Astronaut NASA Tangkap Momen Topan Raksasa Pakai iPhone

Selasa, 11 Agustus 2026

Foto topan dari angkasa (dok. IG @astro_anil)

Pemandangan mengejutkan dari luar angkasa kembali bikin takjub warganet di seluruh dunia.

Astronaut NASA, Anil Menon, sukses mengabadikan potret fenomena alam berupa topan raksasa yang berputar kencang di atas Samudra Pasifik dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Menariknya, foto dramatis dari ketinggian sekitar 400 kilometer di atas permukaan Bumi tersebut tidak diambil memakai kamera profesional berukuran besar, melainkan hanya mengandalkan smartphone iPhone.

Momen spektakuler ini dibagikan Menon melalui akun media sosial pribadinya pada 2 Agustus 2026.

Ia memotret pusaran badai dahsyat tersebut langsung dari modul observasi Cupola, yakni kubah jendela kaca di ISS yang menyajikan sudut pandang panorama Bumi secara luas.

Pemandangan sistem badai tropis di bawahnya terlihat sangat jelas dan memukau, hingga langsung viral mengundang decak kagum masyarakat luas.

Kemunculan Topan Dolphin dan Perkembangan Smartphone di ISS

Meskipun Menon tidak menyebutkan nama badai tersebut secara rinci, para ahli menduga kuat fenomena yang tertangkap kamera adalah Topan Dolphin.

Badai tropis ini sempat mencapai kekuatan Kategori 5 sebagai super typhoon pada akhir Juli dengan kecepatan angin menembus 270 kilometer per jam.

Sebelum melintas menuju daratan di pesisir timur China, badai mematikan ini bergerak melintasi wilayah antara barat daya Jepang dan Taiwan.

Di luar keindahan fotonya, penggunaan iPhone oleh Menon turut mencuri perhatian karena perangkat smartphonetergolong barang baru yang diizinkan beroperasi di ISS.

Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah pertama bagi NASA yang memperbolehkan para kru membawa dan menggunakan ponsel pintar pribadi mereka di orbit bumi.

Kebijakan anyar ini diambil untuk mempermudah komunikasi keluarga sekaligus menguji ketahanan perangkat keras modern di luar angkasa.

Foto topan dari angkasa (dok. IG @astro_anil)

Pengaruh Fenomena El Nino Terhadap Musim Badai Pasifik 2026

Aktivitas Topan Dolphin yang begitu masif juga menjadi sinyal kuat hadirnya dinamika cuaca yang tidak biasa di sepanjang tahun 2026.

Para ahli meteorologi memproyeksikan bahwa berkembangnya fenomena El Nino kategori kuat akan mengubah pola musim badai di wilayah Samudra Pasifik.

Walaupun jumlah pembentukan siklon secara keseluruhan cenderung menurun, badai yang berhasil terbentuk justru berpotensi besar berkembang menjadi super typhoon yang sangat destruktif.

Sebaliknya, fenomena El Nino membawa dampak yang sangat berbeda bagi kawasan Samudra Atlantik. Peningkatan suhu permukaan laut akibat El Nino justru meredam jumlah serta intensitas badai tropis di Atlantik.

Peneliti dari Colorado State University mencatat bahwa potensi badai besar yang menghantam daratan Amerika Serikat dan Karibia berada jauh di bawah rata-rata tahunan, meski warga pesisir tetap diminta untuk tidak lengah.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Global Hingga 2027

Rendahnya frekuensi badai di wilayah Atlantik tentu menjadi kabar baik bagi warga pesisir timur Amerika Serikat.

Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa fenomena El Nino tetap membawa dampak cuaca ekstrem lainnya bagi berbagai belahan dunia hingga akhir tahun 2026 dan memasuki 2027.

Perubahan iklim global menuntut kesiapsiagaan tinggi dari setiap negara dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Hasil jepretan Menon dari jendela ISS menjadi bukti nyata betapa megah sekaligus berbahaya kekuatan alam di Bumi. Integrasi teknologi konsumen seperti smartphone di ruang angkasa membuktikan bahwa batas eksplorasi makin terbuka lebar.

Foto pemandangan Topan Dolphin dari ketinggian 400 kilometer ini tidak hanya menjadi karya visual yang indah, tetapi juga dokumen penting bagi pengamatan iklim global di masa depan.

Statement:

Anil Menon & Jared Isaacman, Astronaut & Administrator NASA

“The Pacific Ocean this morning from the cupola with an iPhone. Para astronaut NASA akan segera terbang dengan smartphone terbaru, dimulai dari Crew-12 dan Artemis II. Penggunaan smartphone memungkinkan para astronaut mengabadikan momen-momen spesial untuk keluarga sekaligus membagikan foto dan video yang menginspirasi kepada masyarakat di seluruh dunia. Ini merupakan langkah kecil ke arah yang benar.”

3 Poin Penting:

  • Foto Topan Raksasa Pakai iPhone: Astronaut NASA Anil Menon sukses memotret Topan Dolphin di Samudra Pasifik dari jendela ISS berketinggian 400 km menggunakan iPhone.

  • Penggunaan Smartphone Resmi di ISS: Tahun 2026 menjadi tahun pertama NASA mengizinkan astronaut membawa dan memakai ponsel pintar pribadi di stasiun luar angkasa.

  • Dampak El Nino Kuat: Fenomena El Nino memicu potensi lahirnya super typhoon yang lebih kuat di Pasifik, namun meredam aktivitas badai di wilayah Atlantik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan