Search

Karhutla Bromo Makin Meluas Hingga 921 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Api

Jumat, 14 Agustus 2026

Karhutla bromo (dok. Arsip Balai Besar TNBTS)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus meluas dan menyita perhatian publik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat bahwa total area yang terdampak amukan si jago merah kini telah menembus angka 921,42 hektare.

Angka luasan lahan yang terbakar ini diperkirakan masih berpotensi terus bertambah seiring proses pendataan serta penyisiran yang intensif dilakukan oleh petugas di lapangan.

Meski luasan area yang terdampak karhutla terbilang sangat masif, pihak BPBD Jawa Timur mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Kebakaran hebat ini membumihanguskan berbagai vegetasi khas kawasan pegunungan Bromo, mulai dari cemara gunung, mentigen, akasia, hingga hamparan semak belukar.

Amukan api yang belum sepenuhnya padam membuat seluruh jajaran tim gabungan tetap bersiaga penuh di lokasi kejadian.

Prioritas Pemadaman Jalur Darat dari Bukit Cinta Menuju Seruni Point

Dalam upaya mengendalikan sebaran api, tim gabungan pemadam jalur darat saat ini memfokuskan aksi pemadaman pada titik-titik konsentrasi api yang paling krusial.

Pemadaman diprioritaskan memotong pergerakan api mulai dari kawasan Bukit Cinta hingga terus mengarah ke Seruni Point dan wilayah Dingklik.

Pembagian zona ini dilakukan demi mencegah si jago merah merambat makin jauh ke area pemukiman warga maupun spot wisata utama.

Namun, perjuangan para petugas di lapangan untuk menjinakkan si jago merah tidaklah mudah dan dipenuhi tantangan berat.

Medan geografis pegunungan yang terjal dan curam menyulitkan pergerakan tim pemadam manual untuk mengjangkau titik pusat api secara langsung.

Ditambah lagi, tiupan angin kencang di atas puncak gunung membuat kobaran api dengan cepat melompat dan meluas ke area sekitarnya.

Operasi Water Bombing Udara Terkendala Kabut Tebal dan Asap Pekat

Selain menerjunkan pasukan di jalur darat, operasi pemadaman dari udara dengan mengandalkan tiga unit helikopter water bombing juga dikerahkan secara maksimal.

Sayangnya, helikopter sempat terpaksa menghentikan sementara penerbangannya pada siang hari akibat kondisi cuaca buruk yang kurang bersahabat.

Jarak pandang (visibilitas) para pilot terganggu parah oleh gumpalan kabut tebal dan kepulan asap pekat yang menyelimuti kawasan lereng Bromo.

Kendati diwarnai kendala cuaca yang fluktuatif, penetrasi pemadaman udara pada Rabu (12/8) telah membukukan capaian yang cukup signifikan.

Tiga unit helikopter water bombing tercatat sukses menjalankan sebanyak 29 kali penyiraman (rit). Total air yang berhasil diguyurkan dari udara ke titik-titik krisis kebakaran telah mencapai angka 74.000 liter.

Sinergi dan Bersiaga Penuh Pertahankan Ekosistem Bromo

Hingga saat ini, sinergi antara BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga sukarelawan masyarakat setempat terus diperkuat di posko penanggulangan.

Semua elemen berkolaborasi tanpa lelah demi menyelamatkan sisa ekosistem alam serta memulihkan keamanan kawasan wisata Bromo yang menjadi salah satu destinasi prioritas Jawa Timur.

Pemerintah mengimbau masyarakat luas untuk terus memantau perkembangan situasi dan mematuhi batas aman yang telah ditetapkan oleh petugas.

Dukungan serta doa dari seluruh masyarakat Indonesia sangat diharapkan agar kobaran api di Gunung Bromo bisa segera dipadamkan total dan ekosistem pegunungan dapat kembali pulih seperti sediakala.

Statement:

Satriyo Nurseno, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim

“Luas area terbakar 921,42 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang. Vegetasi terdampak yakni cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. Korban jiwa nihil. Tim gabungan jalur darat memprioritaskan upaya pemadaman di kawasan Bukit Cinta hingga mengarah ke Seruni Point, wilayah Dingklik.”

“Cuaca yang kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing. Total keseluruhan water bombing telah mencapai 29 rit, atau 74.000 liter.”

3 Poin Penting:

  • Luasan Karhutla Meluas: Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo menembus area terdampak seluas 921,42 hektare tanpa ada korban jiwa.

  • Prioritas Pemadaman Darat: Tim gabungan fokus memadamkan api dari titik Bukit Cinta mengarah ke Seruni Point serta wilayah Dingklik meski terkendala medan terjal dan angin kencang.

  • Operasi Water Bombing Udara: Tiga helikopter water bombing telah mengguyurkan 74.000 liter air (29 rit), meski sempat dihentikan sementara akibat kabut dan asap pekat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan