Search

Fakta Mengejutkan Astronomi: Bumi Ternyata Tidak Benar-Benar Mengelilingi Pusat Matahari

Minggu, 16 Agustus 2026

Bumi dan Matahari (space.com)

Sejak bangku sekolah dasar, kamu pasti diajarkan bahwa Bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengitari Matahari sebagai pusat tata surya.

Namun, jika ditinjau dari kacamata sains modern secara lebih presisi, pemahaman umum tersebut ternyata kurang tepat. Bumi dan anggota tata surya lainnya tidak pernah bergerak mengelilingi titik pusat Matahari secara murni.

Fenomena fisika antariksa ini dapat dijelaskan secara ilmiah melalui Hukum Ketiga Kepler. Dalam hukum sains tersebut, interaksi gaya gravitasi antara dua benda bermassa akan menentukan parameter lintasan orbitnya.

Penemuan ini mematahkan anggapan populer bahwa Matahari merupakan titik diam yang menjadi pusat edar mutlak di alam semesta.

Mengenal Konsep Barycenter dan Pengaruh Gravitasi Planet Raksasa

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan bahwa pergerakan benda langit sebenarnya berpusat pada sebuah titik keseimbangan yang disebut barycenter atau pusat massa.

Ketika dua benda antariksa saling berinteraksi secara gravitasi, keduanya akan berputar mengelilingi satu titik barycenter yang sama. Posisi pasti dari titik ini sangat bergantung pada distribusi massa dari objek-objek yang terlibat.

Meskipun Matahari memiliki massa yang sangat dominan di tata surya, pengaruh gravitasi dari planet-planet gas raksasa seperti Jupiter dan Saturnus sanggup menggeser titik keseimbangan tersebut.

Akibatnya, titik barycenter tata surya sering kali tertarik hingga berada di luar permukaan Matahari. Kondisi inilah yang membuat seluruh planet sebenarnya mengorbit titik hampa di ruang angkasa tersebut.

Fenomena Serupa pada Hubungan Gravitasi Bumi dan Bulan

Fakta menarik ini juga dibenarkan oleh astronom kenamaan James O’Donoghue melalui unggahan di media sosialnya. Ia mengonfirmasi bahwa gravitasi planet-planet raksasa secara konsisten mengubah titik orbit bersama di tata surya.

Titik pusat massa ini tercatat sangat jarang berimpit tepat di titik tengah Matahari, sehingga lintasan planet menjadi sangat dinamis.

Konsep barycenter ini rupanya tidak hanya terjadi pada skala tata surya, melainkan juga berlaku pada sistem keplanetan yang lebih kecil.

Hubungan antara Bumi dan Bulan merupakan salah satu contoh nyata di mana kedua benda langit tersebut sebenarnya mengelilingi titik pusat massa bersama.

Pergeseran Titik Pusat Massa Antara Bumi dan Satelit Alaminya

Secara teknis, Bulan tidak mengorbit tepat di titik pusat inti Bumi seperti yang sering digambarkan dalam ilustrasi populer.

Kedua benda langit ini mengelilingi titik barycenter yang terletak sekitar 4.600 hingga 5.000 kilometer dari pusat Bumi. Lokasi titik keseimbangan tersebut berada di dalam mantel Bumi, namun tidak tepat di bagian intinya.

Posisi titik barycenter antara Bumi dan Bulan ini juga tidak bersifat permanen alias terus berubah dari waktu ke waktu.

Hal ini terjadi karena Bulan secara perlahan bergerak menjauhi Bumi setiap tahunnya, yang secara otomatis ikut menggeser letak pusat massa interaksi gravitasi keduanya.

Kutipan:

Rilis Resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA)

“Gerakan di sekitar barycenter dengan planet-planet masif menjadi salah satu metode untuk menemukan sistem planet pada bintang-bintang yang jauh.”

Statement:

James O’Donoghue, Astronom Antariksa

“Secara umum, planet-planet memang mengorbit Matahari. Namun secara teknis, planet-planet tidak mengorbit pusat Matahari karena gravitasi—utamanya dari Jupiter—membuat planet-planet mengorbit pada titik baru di ruang angkasa (barycenter).”

3 Poin Penting:

  • Konsep Keseimbangan Barycenter: Bumi dan planet-planet tidak mengelilingi pusat Matahari secara langsung, melainkan mengorbit titik barycenter (pusat massa bersama) sesuai Hukum Ketiga Kepler.

  • Pengaruh Gravitasi Jupiter: Tarikan gravitasi planet gas raksasa seperti Jupiter dan Saturnus kerap menarik titik barycenter tata surya hingga berada di luar permukaan Matahari.

  • Orbit Bumi dan Bulan: Sistem Bumi dan Bulan juga berputar mengelilingi titik barycenter bersama yang berjarak 4.600–5.000 km dari pusat Bumi, dan lokasinya terus bergeser seiring menjauhnya Bulan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan