Search
Search
Search

Pemerintah Siapkan Icomex Demi Patok Harga Mandiri Komoditas Strategis Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026

Nikel (Dok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM)

Langkah besar untuk menegakkan kedaulatan ekonomi nasional terus dipacu oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah saat ini tengah gencar mempersiapkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang diumumkan secara resmi sejak Pidato Tahunan di DPR beberapa waktu lalu.

Lembaga keuangan baru ini dibesut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target resmi beroperasi pada 1 Januari 2027 mendatang.

Pembentukan bursa khusus ini dirancang agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton atau pengikut harga komoditas pasar global.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa sejumlah produk unggulan dan komoditas kritis tanah air, mulai dari olahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), nikel, hingga batu bara, dipertimbangkan masuk ke dalam sistem perdagangan bursa baru ini.

Bocoran Nama Icomex dan Kriteria Komoditas Utama Indonesia

Meskipun daftar komoditas yang akan diperdagangkan secara resmi belum diputuskan secara bertekad final, pemerintah memastikan bahwa prioritas utama akan diberikan kepada hasil bumi yang menjadi kekuatan ekspor nasional.

Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 17 Agustus 2026, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemilihan komoditas difokuskan pada produk-produk yang kapasitas produksinya paling dominan di Indonesia.

Di balik persiapan teknis yang terus dimatangkan, Prasetyo turut membocorkan calon nama resmi untuk bursa strategis tersebut. Lembaga perdagangan ini kemungkinan besar bakal menyandang nama Indonesia Commodity Exchange atau disingkat Icomex.

Kehadiran Icomex diharapkan menjadi panggung utama dalam pengelolaan perdagangan hasil bumi Nusantara secara transparan dan akuntabel.

Mekanisme Pembentukan Harga dan Integrasi dengan Bursa ICDX

Mengenai ambisi Indonesia untuk memiliki acuan harga mandiri melalui Icomex, pemerintah saat ini tengah menggodok mekanismenya secara komprehensif.

Kalkulasi teknis yang mencakup komponen biaya hingga penyelarasan dengan dinamika harga dunia sedang diperhitungkan secara matang agar kedaulatan harga dapat terwujud tanpa mengabaikan realitas pasar internasional.

Di sisi lain, publik juga menyoroti keberadaan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange/ICDX) yang sudah beroperasi sejak tahun 2009.

Menanggapi potensi integrasi antara ICDX dengan Icomex, Mensesneg belum memberikan jawaban pasti. Pihaknya membuka berbagai opsi teknis, baik dalam bentuk penggabungan maupun pembentukan lembaga independen yang berdiri sendiri.

Menjamin Kedaulatan Penentuan Harga Kekayaan Alam Nusantara

Fokus utama dari pendirian Icomex bukanlah sekadar menambah jumlah lembaga bursa baru, melainkan menegakkan kedaulatan bangsa atas kekayaan alamnya sendiri.

Selama ini, harga komoditas andalan Indonesia kerap kali ditentukan oleh bursa luar negeri, sehingga penentu kebijakan di tanah air tidak memiliki kontrol penuh terhadap harga jual hasil bumi mereka.

Melalui wadah Icomex, Indonesia berkomitmen untuk mengambil alih kendali tersebut agar memiliki kewenangan penuh dalam menentukan nilai komoditas strategisnya.

Perubahan fundamental ini dipandang sebagai langkah berani untuk menghentikan ketergantungan pada mekanisme pasar asing yang kerap kurang menguntungkan produsen dalam negeri.

Langkah Strategis Menuju Target Operasional 2027

Hadirnya Icomex menjadi tonggak sejarah penting bagi penguatan ekosistem finansial dan perdagangan komoditas di Indonesia.

Dengan tenggat waktu operasional yang ditargetkan pada awal tahun 2027, OJK bersama kementerian terkait terus mempercepat penyusunan regulasi serta infrastruktur pendukungnya.

Keberhasilan pembentukan bursa ini diprediksi bakal memberikan dampak positif jangka panjang bagi stabilitas ekonomi nasional. Indonesia siap melangkah mantap menuju era baru di mana harga komoditas strategis dunia turut ditentukan dari jantung ibu kota sendiri.

Statement:

Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara

“Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara. Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex. Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak. Nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri.”

3 Poin Penting:

  • Target Operasional Icomex 2027: Presiden Prabowo Subianto menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bernama Indonesia Commodity Exchange (Icomex) bersama OJK yang ditargetkan beroperasi 1 Januari 2027.

  • Prioritas Komoditas Utama: Icomex mempertimbangkan komoditas ekspor utama Indonesia seperti CPO, nikel, dan batu bara untuk masuk dalam sistem bursa.

  • Misi Kedaulatan Harga: Pendirian Icomex bertujuan agar Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan harga komoditas sendiri tanpa terus mengekor pasar luar negeri.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan