Kabar duka kembali menyelimuti panggung perfilman Indonesia setelah sutradara sekaligus penulis skenario senior H. Imam Tantowi diwartakan mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Sosok sineas legendaris yang dikenal lewat deretan karya fiksi sejarah dan laga kolosalnya ini berpulang ke Rahmatullah selepas waktu Magrib. Informasi berpulangnya sang maestro dikonfirmasi langsung oleh salah seorang putranya, Satria Pinandita.
Kepergian sosok yang akrab disapa Pak Imam ini meninggalkan duka mendalam bagi industri kreatif nasional serta para pecinta sinema Tanah Air.
Perjalanan hidup sang sutradara yang telah melintasi berbagai lintas generasi dalam berkarya menjadi bukti nyata dedikasi dan kontribusi besarnya dalam memajukan kancah perfilman serta sinetron Indonesia.
Kronologi Berpulang dan Kondisi Kesehatan Terakhir Sang Maestro
Sebelum tutup usia, mendiang diketahui sempat berjuang melawan komplikasi penyakit jantung yang diidapnya.
Kondisi kesehatan yang terus menurun turut memengaruhi organ paru-parunya, sehingga sang sutradara harus menjalani perawatan intensif di kediaman sang anak di kawasan Karawaci, Tangerang, alih-alih dirawat di rumah sakit.
Meski fisik sang legenda terus melemah akibat komplikasi penyakit yang diderita, mendiang dilaporkan masih sempat menunaikan ibadah secara mandiri di penghujung usianya.
Pihak keluarga pun langsung memanggil tenaga medis terdekat untuk mengonfirmasi kepergian almarhum secara resmi demi keperluan administrasi dan pencatatan surat kematian.
Semayam di Rumah Duka Karawaci dan Rencana Pemakaman Keluarga
Saat ini, jenazah almarhum H. Imam Tantowi masih disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Mawaddah X Blok J-8 No. 13, Perumahan Islamic, Karawaci, Tangerang.
Sejumlah kerabat, sanak saudara, serta kolega dari industri perfilman mulai berdatangan ke lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok sutradara hebat tersebut.
Mengenai lokasi dan waktu pemakaman, pihak keluarga menyampaikan bahwa segala persiapan masih terus dimatangkan.
Satria Pinandita menyebutkan bahwa detail informasi terkait tata cara serta lokasi peristirahatan terakhir sang ayah akan segera dikabarkan kembali setelah seluruh musyawarah keluarga selesai dilakukan.
Jejak Langkah Sutradara Film Kolosal dan Serial Laga Legendaris
Lahir di Slawi, Tegal, pada 13 Agustus 1946, sosok Imam Tantowi dikenal publik sebagai salah satu sutradara paling genius dalam menggarap film bertema sejarah dan aksi laga.
Sepanjang masa baktinya di dunia seni peran, beliau sukses melahirkan berbagai karya layar lebar ikonis yang hingga kini masih melekat kuat di ingatan masyarakat Indonesia.
Deretan judul film populer seperti Soerabaia 45 (1989), Saur Sepuh IV (1991), hingga film sejarah monumental Fatahillah (1997) menjadi bukti ketajaman visi penyutradarannya.
Tak hanya mahir menggarap film kolosal, almarhum juga sangat aktif memproduksi deretan judul sinetron berkualitas yang sukses menghibur penonton layar kaca.
Pengakuan Tertinggi Lifetime Achievement FFI dan Warisan Karya Sineas
Atas segudang prestasi, dedikasi tanpa batas, serta kepeloporannya dalam industri sinema Tanah Air, almarhum Imam Tantowi dianugerahi penghargaan Lifetime Achievement pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2024.
Puji-pujian dan pengakuan tertinggi tersebut menjadi bukti shahih betapa besarnya pengaruh karya-karya almarhum terhadap perkembangan perfilman Indonesia.
Warisan karya yang ditinggalkan almarhum akan senantiasa menjadi inspirasi berharga bagi generasi sineas muda Indonesia dalam berkarya dan mengeksplorasi genre film laga kolosal.
Kepergian sang sutradara senior memang membawa duka mendalam, namun nama serta dedikasinya akan terus abadi dalam sejarah seni sinematografi nasional.
Statement:
Satria Pinandita, Putra Almarhum H. Imam Tantowi/CEO VOI Media Group
“Almarhum tadi waktu Asar untuk wudu dibantu sama abang saya, tapi untuk salat beliau masih bisa sendiri. Nah habis Magrib abang saya menghubungi saya kalau Bapak sudah pergi. Kami meminta abang memanggil dokter terdekat untuk memastikan bahwa Bapak memang sudah meninggal dunia dan untuk administrasi serta surat kematian.”
“Jadi sebelum mengembuskan napas terakhir, Bapak itu ada komplikasi penyakit jantung. Selain jantung, paru-parunya juga terkena. Tapi tidak dirawat di rumah sakit, di rumah abang saya di Karawaci.”
3 Poin Penting:
-
Berpulangnya Sutradara Senior: H. Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Karawaci, Tangerang, akibat komplikasi penyakit jantung dan paru-paru.
-
Karya Kolosal Ikonis: Almarhum merupakan sutradara legendaris di balik suksesnya film-film sejarah dan laga populer seperti Soerabaia 45, Saur Sepuh IV, serta Fatahillah.
-
Penghargaan Lifetime Achievement FFI: Dedikasi dan kontribusi almarhum melintasi tiga generasi diakui lewat penganugerahan Lifetime Achievement pada Festival Film Indonesia (FFI) 2024.



