Kabar duka menyelimuti panggung aksi kemanusiaan di Tanah Air setelah seorang relawan bencana gempa NTT dilaporkan gugur di tengah tugas mulianya.
Pria bernama Ahmad Zaki (38) mengembuskan napas terakhir di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat petang (21/8/2026).
Dugaannya, sosok pejuang kemanusiaan asal Jakarta ini mengalami kelelahan hebat saat menempuh perjalanan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada para korban terdampak gempa bumi di wilayah Flores.
Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, membenarkan bahwa Ahmad Zaki merupakan anggota aktif dari Komunitas Gerak Bareng Jakarta yang diterjunkan langsung dalam misi penanganan bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sebelum meluncur ke lokasi kejadian, almarhum sempat bergabung dan berkoordinasi erat dengan barisan kelompok relawan lainnya di Posko Relawan Gerak Reo, Kampung Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kronologi Kejadian di Tengah Perjalanan Menuju Desa Satar Padut
Insiden memilukan ini bermula sekitar pukul 14.00 WITA saat korban bersama tiga rekan relawan lainnya berangkat dari Posko Relawan Gerak Reo menuju Desa Satar Padut.
Rombongan tersebut bergerak menembus jalur darat mengendarai mobil berpenumpang Toyota Fortuner bernomor polisi EB 1305 GC. Perjalanan tersebut ditempuh demi memastikan pasokan bantuan darurat dapat sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Namun di tengah perjalanan menuju lokasi tujuan, almarhum Ahmad Zaki yang mengemudikan kendaraan mendadak menghentikan mobilnya.
Korban sempat meminta bantuan rekannya untuk melonggarkan dan melepas helm serta jaket yang tengah dikenakannya. Tak berselang lama setelah itu, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri di lokasi kejadian hingga membuat panik seluruh rekannya.
Penanganan Medis Darurat dan Penghormatan di Masjid Nurul Huda Reo
Melihat kondisi korban yang memburuk secara mendadak, rekan-rekan sesama relawan bergegas membawa Ahmad Zaki ke Posko Medis Damer untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Sayangnya, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut dan setelah melalui pemeriksaan intensif dari tim medis, Ahmad Zaki dinyatakan telah meninggal dunia.
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan sementara di Masjid Nurul Huda Reo, Kabupaten Manggarai.
Tempat ibadah tersebut menjadi lokasi persemayaman sementara sembari menunggu seluruh proses administrasi serta persiapan evakuasi medis pemulangan jenazah menuju rumah duka di Jakarta diselesaikan oleh pihak berwenang.
Evakuasi Helikopter Basarnas dan Rencana Pemulangan Jenazah ke Jakarta
Upaya evakuasi jenazah relawan kemanusiaan ini langsung direspons cepat oleh Tim SAR Gabungan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa armada helikopter milik Basarnas dikerahkan secara khusus untuk menjemput jenazah dari Reo menuju pusat evakuasi terdekat pada Sabtu pagi.
Skenario evakuasi udara ini dipilih demi mempercepat proses penanganan serta menjaga kelancaran alur pemulangan.
Rencananya, begitu tiba di Labuan Bajo via penerbangan helikopter, jenazah almarhum Ahmad Zaki akan langsung diterbangkan menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Komodo.
Dedikasi Tanpa Batas Pejuang Kemanusiaan di Tanah Bencana Flores
Gugurnya Ahmad Zaki di medan penugasan menjadi bukti betapa besarnya pengorbanan para pekerja dan relawan kemanusiaan di area terdampak bencana alam.
Medan geografis yang berat serta intensitas kerja yang sangat tinggi kerap menjadi tantangan fisik luar biasa yang harus dihadapi oleh para relawan di lapangan.
Kepergian almarhum meninggalkan rasa duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga besar Komunitas Gerak Bareng Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat Flores yang tengah berjuang bangkit dari dampak gempa.
Semangat dan dedikasi almarhum Ahmad Zaki akan senantiasa dikenang sebagai simbol kebaikan serta kepedulian tanpa batas antar sesama anak bangsa.
Statement:
AKBP Levi Defriansyah, Kapolres Manggarai
“Dalam perjalanan, korban menghentikan kendaraan yang dikendarainya dan meminta bantuan kepada rekannya untuk melepas helm dan jaket yang dikenakannya. Beberapa saat kemudian korban tidak sadarkan diri. Korban lalu dibawa ke posko medis Damer, namun saat diperiksa, ia dinyatakan telah meninggal dunia.”
Fathur Rahman (Kepala Kantor SAR Maumere
“Besok dijemput di Reo dan dibawa ke Labuan Bajo menggunakan helikopter Basarnas. Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo.”
3 Poin Penting:
-
Relawan Bencana Meninggal Dunia: Ahmad Zaki (38), relawan Komunitas Gerak Bareng Jakarta, meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat hendak menyalurkan bantuan gempa di Manggarai Timur, NTT.
-
Kronologi Kejadian: Korban mendadak tidak sadarkan diri di dalam mobil saat menempuh perjalanan dari Posko Reo menuju Desa Satar Padut dan dinyatakan meninggal usai diperiksa di Posko Medis Damer.
-
Evakuasi Udara Basarnas: Jenazah almarhum dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari Reo ke Labuan Bajo untuk selanjutnya diterbangkan ke rumah duka di Jakarta melalui Bandara Internasional Komodo.



