Search
Search
Search

Danilla Rilis Album Candramawa, Hasil Unjukan Rasa dan Fase Berdamai

Senin, 24 Agustus 2026

Danilla Riyadi (dok.picamagz.com)

Musisi solois kenamaan Tanah Air, Danilla Riyadi, kembali menyapa para pencinta musik lewat karya penuh teranyarnya yang diberi judul Candramawa.

Album yang merangkum delapan trek lagu ini menjadi bukti nyata berlanjutnya sinergi dan kolaborasi kreatif Danilla bersama dua sahabat bermusiknya, Lafa Pratomo dan Otta Tarrega.

Kehadiran album ini langsung menyedot perhatian para pendengar setia yang merindukan nuansa musik khas dan puitis dari sang penyanyi.

Kolaborasi ketiga figur penting ini sebenarnya bukan hal baru dalam perjalanan karier Danilla. Lafa Pratomo tercatat telah menemani langkah Danilla sejak album debut Telisik pada 2014, sebelum berlanjut ke album Lintasan Waktu dan POP SEBLAY.

Sementara itu, Otta Tarrega hadir memperkaya warna musik Danilla dengan membuka ruang eksplorasi yang makin luas, di mana Lafa berperan penting sebagai gatekeeper yang mengarahkan gagasan liar menjadi karya yang matang.

Eksplorasi Lebih Dalam dan Kedewasaan Bermusik di Album Candramawa

Album baru Danilla Riyadi (ist)

Meskipun menggunakan pendekatan kerja yang mirip dengan proyek-proyek sebelumnya, warna musik yang terlahir dalam Candramawa terasa jauh lebih reflektif jika dibandingkan dengan album POP SEBLAY.

Jika karya terdahulu lebih banyak memberi ruang untuk bermain-main dengan eksperimen nada, maka Candramawa justru menyelami pengalaman emosional manusia secara lebih intens dan mendalam.

Berbagai tema emosional seperti kenangan, luka, kehilangan, ketakutan, hingga penerimaan menjadi fondasi utama dalam penulisan lirik di album ini.

Bagi Danilla, Candramawa bukan sekadar kumpulan lagu biasa, melainkan gambaran nyata dari fase melepaskan serta proses berdamai dengan berbagai dinamika kehidupan yang telah dilaluinya.

Sempat Ingin Pensiun Bermusik dan Proses Produksi Syahdu di Bantul

Di balik keindahan nadanya, album ini menyimpan cerita emosional yang cukup menguras energi sang musisi.

Danilla mengungkapkan bahwa proses pembuatan Candramawa sempat berada di titik terendah hingga membuatnya mempertimbangkan untuk berhenti total dari industri musik.

Beruntung, dukungan hangat dari orang-orang terdekat serta para pendengar setianya berhasil menggagalkan niat pensiun tersebut.

Dari sisi teknis, proses produksi album berdurasi sekitar 30 menit ini digarap sepanjang rentang tahun 2024 hingga 2025.

Tim memilih kawasan Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi penggarapan guna mendapatkan atmosfer lingkungan yang lebih tenang sekaligus menjaga efisiensi operasional selama proses kreatif berlangsung.

Kolaborasi Apik Bersama Bilal Indrajaya Hingga Makna Lagu Pertunjukan Terakhir

Untuk memperkaya warna di dalam album, Danilla turut menggaet beberapa kolaborator keren seperti Bilal Indrajaya, hara, dan Sandrayati.

Adapun delapan lagu yang mengisi daftar album Candramawa meliputi Pertunjukan Terakhir, Prasangka (feat. Bilal Indrajaya), Kata Siapa, Anaking, Cinta Pertama, Lembar Biru, Dasawarsa, serta Setitik (feat. hara & Sandrayati).

Salah satu trek yang paling mencuri perhatian adalah Pertunjukan Terakhir. Lagu yang ditulis bersama Otta dan Lafa ini mengangkat sudut pandang unik tentang kehilangan dan kematian.

Alih-alih meratapi kesedihan orang yang ditinggalkan, lagu tersebut justru memosisikan sosok yang pergi sebagai tokoh utama yang sedang menutup panggung perjalanan hidupnya dengan indah.

Titik Pendewasaan Karya dan Perjalanan Musikal yang Terus Bergerak

Lahirnya Candramawa akhirnya menjadi titik temu yang manis antara perjalanan panjang Danilla bersama Lafa Pratomo dan Otta Tarrega.

Ketiganya tidak hanya berhasil membangun aransemen musik yang apik, tetapi juga menciptakan ruang aman untuk menerjemahkan pengalaman batin menjadi deretan karya bernilai seni tinggi.

Dengan karakter yang jauh lebih reflektif dan dewasa, Candramawa membuktikan bahwa pergerakan musikal Danilla tidak pernah berhenti.

Dari eksperimen musik, pencarian identitas, hingga proses penerimaan diri, semuanya berkelindan rapi menjadi satu pameran karya yang memikat hati para pencinta musik Indonesia.

Statement:

Danilla Riyadi, Penyanyi & Penulis Lagu

“Candramawa berkaitan dengan fase melepaskan dan berdamai dengan berbagai hal dalam kehidupan. Proses pembuatan album ini bahkan sempat membuat saya mempertimbangkan untuk berhenti bermusik, namun dukungan orang terdekat dan pendengar membuat keputusan tersebut tidak menjadi akhir perjalanan.”

“Dalam penggarapannya, Lafa bertindak sebagai semacam ‘gatekeeper’ yang menjadi penghubung antara berbagai gagasan kreatif dengan bentuk akhir aransemen yang lebih terarah.”

3 Poin Penting:

  • Rilis Album Candramawa: Danilla merilis album Candramawa berisi 8 lagu reflektif hasil kolaborasi bersama Lafa Pratomo dan Otta Tarrega.

  • Kisah Di Balik Produksi: Proses produksi dilakukan di Bantul (2024–2025) dan sempat menjadi titik emosional yang membuat Danilla berpikir untuk berhenti bermusik.

  • Kolaborasi dan Lagu Unggulan: Menggaet Bilal Indrajaya, hara, serta Sandrayati, dengan lagu Pertunjukan Terakhir yang mengusung tema kematian dari sudut pandang unik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan