Search
Search
Search

Karhutla Intai Wilayah Penyangga IKN

Rabu, 26 Agustus 2026

IKN (BRIN)

Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini kembali menjadi perhatian serius, terutama di kawasan yang mengelilingi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur hingga 24 Agustus 2026, tercatat setidaknya 470 kejadian karhutla.

Total luas wilayah yang terdampak oleh kobaran api ini telah mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu 1.393,78 hektare.

Secara lebih rinci, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang ditunjuk sebagai lokasi utama pembangunan IKN mencatat 42 kejadian karhutla dengan area terdampak seluas 41,07 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berbatasan langsung dan sebagian wilayahnya masuk ke dalam kawasan penyangga IKN mengalami peningkatkan drastis, yakni mencapai 49 kejadian dengan total luas area terbakar mencapai 440,88 hektare.

Cuaca Ekstrem Memicu Lonjakan Kasus Karhutla di Penajam Paser Utara

Peningkatan frekuensi bencana kebakaran di area PPU terpantau sangat signifikan sepanjang dua bulan terakhir.

Musim kemarau serta cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Timur menjadi salah satu pemicu utama cepatnya penyebaran titik api di area perkebunan maupun lahan kosong milik warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, menegaskan bahwa lonjakan kasus kebakaran lahan memang berbanding lurus dengan kondisi iklim yang kian kering.

Langkah Cepat Petugas Gabungan Melalui Ground Check dan Sinergi Lintas Sektor

Menghadapi tantangan cuaca buruk ini, pihak berwenang tidak tinggal diam dan langsung menggalakkan sinergi lintas sektor.

Setiap ada temuan titik panas atau hotspot dari pemantauan satelit, tim penanggulangan bencana di lapangan bergerak cepat melakukan verifikasi serta pemadaman langsung.

“Kalau ada hotspot yang terpantau, langsung dilakukan ground check,” tutur Nurlaila menjelaskan mekanisme penanganan cepat di lapangan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat juga diperkuat lewat saluran siaga Call Center 112guna memastikan laporan dini dapat segera ditindaklanjuti secara tepat oleh tim pemadam kebakaran maupun BPBD.

Kolaborasi Solid Penanganan Kebakaran di Tengah Ancaman Bencana Kaltim

Meskipun angka kejadian terus meningkat, seluruh elemen penanggulangan bencana optimistis situasi masih terkendali.

Kerja sama yang efektif antarinstansi menjadi kunci utama sehingga titik api di area Penajam Paser Utara belum sampai menimbulkan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas utama di kawasan inti IKN.

“Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif,” kata Nurlaila memungkasi keterangannya.

Komitmen bersama ini diharapkan mampu menekan penyebaran titik api lebih lanjut di seluruh pelosok wilayah Kalimantan Timur.

Statement:

Nurlaila, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara

“Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca. Kalau ada hotspot yang terpantau langsung dilakukan ground check… Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif.”

3 Poin Penting:

  • Total Terdampak Luas: Hingga 24 Agustus 2026, telah terjadi 470 kejadian karhutla di Kalimantan Timur dengan total luas area terbakar mencapai 1.393,78 hektare.

  • Lonjakan Signifikan di Bulan Agustus: Terjadi peningkatan drastis kejadian karhutla pada bulan Agustus (346 kejadian) dibandingkan periode Januari–Juli (124 kejadian) akibat faktor cuaca.

  • Penanganan Kolaboratif dan Cepat: Seluruh titik api di Penajam Paser Utara (PPU) dan sekitarnya masih dapat ditanggulangi melalui kolaborasi lintas sektor, sistem ground check, serta pemanfaatan Call Center 112.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan